
Kepergian Nada dalam rangka perjalanan kerjanya ke daerah kabupaten Takalar membawa dampak yang sangat baik dan positif. Karena Sameer bisa mendekati anak semata wayangnya.
Apa yang dijelaskan oleh Ayesha membuat wajahnya Sameer memerah dan tersenyum bahagia mendengar kenyataan itu dari mulut putrinya sendiri. Sameer dibuat salah tingkah dengan kejujuran Ayesha.
Ayesha diam-diam memperhatikan dengan seksama perubahan raut wajah papanya itu lalu tersenyum penuh arti," ya elah ternyata seperti ini yah mimik wajah dan tingkahnya orang besar jika jatuh cinta, baiklah aku akan menyatukan papa dengan mama apapun alasannya dan caranya aku akan berikan yang terbaik untuk hubungan kalian berdua, aku janji aku tidak ingin melihat mamaku sedih dan harus hidup sendirian mulu," gumam Ayesha.
"Ya Allah… syukur Alhamdulillah… ternyata anak dan mamanya masih mengingatku walaupun dulu kami tidak jadi menikah tapi, setidaknya ada asa dan harapan yang bisa aku raih," batinnya Sameer Elrumi Sungkar.
Mbak Rini sedikit shock dan terkejut melihat cctv yang diam-diam dipasang oleh bosnya di dalam kamarnya Nada Nyonya rumah.
"Ya elah… apa bos ingin melihat Mbak Nada disaat sedang tidak berpakaian sedikitpun, ihs ish ada-ada saja ulahnya bos, tapi itu sih wajar yah pria single yang pernah gitu tapi, harus kekeringan beberapa tahun pasti akan heumm..," batinnya Mbak Rini yang tersenyum penuh maksud ketika menyadari hal itu.
Sedangkan di salah satu mall terbesar di Makassar. Siang itu mereka menikmati dan menyantap makanan ala Korea Selatan. Tawa bahagia dari Ayesha membawa kebahagiaan tersendiri untuk Sameer. Sesekali mereka membicarakan rencana mereka untuk ke depannya.
Sameer bersyukur karena anaknya yang baru berumur tujuh tahun tapi, cepat tanggap dan cepat menerima sesuatu apapun yang diajarkan oleh Papanya itu.
"Ingat baik-baik apa pun yang kita bicarakan hari ini, Mama Nada tidak boleh tahu, kalau Mama Nada tidak ada di rumah kamu datang saja ke rumahnya Papa asalkan papa masih ada di Makassar," jelas Sameer yang menyudahi acara makannya sambil menyeka sudut bibirnya dengan tissue.
"Beres Papa! Kalau masalah rahasia tidak perlu khawatir dengan aku, Ayesha akan membantu Papa agar Papa dan mama bisa menikah, aku ingin seperti orang di sana Papa, punya mama punya Papa kelurganya lengkap," imbuhnya Ayesha dengan raut wajahnya yang sendu.
Sameer segera menarik tubuhnya Ayesha kedalam dekapan hangatnya, Sameer mengelus puncak rambut anaknya yang dikepang satu itu.
"Insya Allah… Papa akan janji secepatnya akan melamar Mama kamu, bantu Papa dengan doa agar hatinya Mama masih untuk Papa Sameer untuk selamanya," ungkap Sameer.
Ayesha Almeera Aliya Sungkar menaikkan dua jari jempolnya ke hadapan Papa biologisnya itu.
"Anak pintar, Papa bangga padamu Nak!" Pujinya Sameer.
__ADS_1
Berselang beberapa menit kemudian, mereka berangkat ke beberapa toko pakaian. Sameer memang pengusaha di bidang tekstil tapi, bukan pakaian jadi usahanya hanya bergerak di bidang bahan kain bukan pakaian yang siap pakai.
Sameer seolah ingin membeli seluruh isi toko tersebut. Semua pakaian yang mereka beli sesuai dengan pilihan Ayesha sendiri. Saking banyaknya pakaian yang mereka beli sampai-sampai harus memakai jasa kurir untuk mengantar pakaiannya hingga ke depan rumahnya di jalan Adiyaksa empat lorong dua.
"Papa! Pakaiannya tidak akan habis dipakai dalam tiga tahun nih!" Guraunya Ayesha.
Sameer tersenyum tipis," semua pakaian bekas kamu sumbangkan saja Nak, tapi yang masih layak pakai. Papa sudah mengirim chat kepada Mbak Rini untuk melakukan hal itu," jelasnya Sameer.
"Kalau Mama tahu dan curiga gimana Pa?" Tanyanya Ayesha yang menatap intens papanya itu.
"Kalau gitu sisakan pakaian yang bagus saja untuk menutupi pakaian barunya jadi Mama pasti tidak akan curiga, kalaupun bertanya-tanya bilang saja ada orang baik yang bersedekah sama kamu, gimana dengan alasannya Papa, masuk akal enggak?!" Senyuman smirk tersungging di bibirnya Sameer yang membuatnya semakin tampan diusianya yang sudah masuk umur 30 tahun tapi, status masih sendiri belum nikah tapi, sudah punya anak satu.
"Siap Papa! Saya akan jalankan semuanya sesuai instruksi dan arahan dari Papa," pungkasnya Ayesha.
Setelah dari toko pakaian, destinasi mereka lanjutkan ke tempat toko yang menjual berbagai perlengkapan sekolah. Seperti pakaian sekolah, sepatu,tas dan alat tulis menulis tak lupuk dari daftar belanja mereka sore itu.
Ayesha memperhatikan sekitarnya, berderet toko yang menjual handphone dan berbagai macam pernak-pernik aksesoris hp. Ia melirik sekilas ke arah papanya itu karena tidak mengerti kenapa mereka ke toko hp.
"Mungkin Papa mau ganti hpnya kali, jadi kita ke sini," gumam Ayesha yang menyimpan berbagai macam jenis pertanyaan yang tiba-tiba muncul dalam benak dan pikirannya itu.
Satu persatu pramuniaga toko tersebut berteriak dan mempromosikan produk hp terbaik mereka. Ayesha semakin nampak kebingungan karena ternyata ia melewati tempat konter hp tersebut. Dan mereka sekarang sudah duduk di kursi salah satu toko elektronik tepatnya toko yang menjual laptop.
"Ternyata papa Sultan, tadi beli baju itu harganya puluhan juta, sekarang beli laptop lagi, bangga gw punya papa sudah ganteng, baik hati, penyayang lagi, semoga saja mereka menikah sehingga mama tidak perlu repot-repot dan bersusah payah lagi untuk bekerja siang malam, ya Allah… bukakanlah pintu hatinya Mama Nada agar segera menerima kembali lamarannya Papa Sameer, aku ingin melihat mereka bersatu dan bahagia seperti mereka pasangan suami istri normal lainnya," Ayesha membatin raut wajah sendu dengan ada semburat bening di kedua bola matanya itu.
Sameer yang tanpa sengaja melihat perubahan mimik wajahnya Ayesha keheranan dan bingung dengan sikap putrinya itu.
"Kamu kenapa Nak! Apa yang terjadi padamu? Apa kamu sakit atau apa?" Tanyanya Sameer yang membungkukkan sedikit badannya di hadapan putrinya itu.
__ADS_1
Ayesha segera menggelengkan kepalanya lalu memeluk tubuh papanya itu. Ia menangis tersedu-sedu dalam dekapan pelukannya Sameer. Tubuhnya Ayesha bergetar, hanya suara sesegukan yang terdengar dari mulut mungilnya anak kecil yang berusia kurang lebih tujuh tahun itu.
Pelayan toko dan beberapa pengunjung memperhatikan interaksi keduanya. Banyak dari mereka yang memuji ketampanan Sameer dan ada juga yang memuji sikapnya sebagai seorang papa muda.
"Kalau suamiku kelak seperti itu, betapa sungguh bahagianya hatiku," gumaman salah satu pegawai toko.
"Ya Allah… aku sungguh terharu dan tersentuh hatiku melihat kedekatan ayah dan anak itu, mereka saling menyayangi satu sama lainnya dengan penuh ketulusan," cicit dari pengunjung.
"Ini laptopnya Pak sudah dicek dan dites dan semuanya normal, karena Bapak sudah melakukan pembayaran jadi barangnya siap untuk dibawa pulang," jelas kasir toko itu.
Laptop dengan merek apel sepotong yang digigit dengan warna yang disukai oleh Ayesha sudah berada di tangannya Sameer.
Sameer tersenyum simpul ke arah penjaga toko tersebut," makasih banyak Mbak," ujarnya lalu meninggalkan toko tersebut.
Sameer kembali memutar arah karena berniat akan kembali ke toko stand hp lagi. Sameer hari ini benar-benar memakai uangnya untuk putrinya itu. Seakan-akan ia ingin menebus beberapa waktunya yang terbuang dan hilang selama putrinya lahir.
"Sayang putrinya Papa! Apa kamu suka hp mrek ini kah?" Tanyanya Sameer sambil menyodorkan sebuah kotak yang berisi hp tersebut ke hadapan puteri kecilnya itu.
Kedua bola matanya Ayesha berbinar terang, memancarkan kegembiraan yang tidak terkira. Karena boleh jujur, hp tersebut sudah lama ia impikan sehingga ia mulai menyisihkan sebagian uang jajannya dalam celengan tanpa sepengetahuan mamanya Nada Atiillah Ahmad.
"Serius! Hp ini untuk aku Papa!?" Ayesha sudah nampak kegirangan karena mendapatkan banyaknya hadiah dari papanya sendiri.
"Masa Papa bercanda Nak, ini semua untuk kamu hp sama laptop untuk Ayesha Almeera Aliya Sungkar putri tunggalnya Papa," ungkap Sammer.
Ayesha segera memeluk Papanya saking bahagianya karena mendapatkan hadiah yang tidak terkira dan tidak pernah ia bayangkan akan membeli dan memiliki barang mewah tersebut di dalam hidupnya. Karena mengingat mamanya bekerja sebagai pegawai toko dengan gaji yang pas-pasan.
Mungkin akan butuh tiga bulan ngumpulin gaji mamanya tanpa dibelanjakan sepeserpun barulah ia bisa beli hp dan laptop tersebut.
__ADS_1
"Tapi,kalau Mama lihat semua yang dibeliin papa, aku harus jawab apa?" Tanyanya Ayesha yang binar kebahagiaannya sudah redup seketika itu.