
Ayesha segera memeluk Papanya saking bahagianya karena mendapatkan hadiah yang tidak terkira dan tidak pernah ia bayangkan akan membeli dan memiliki barang mewah tersebut di dalam hidupnya. Karena mengingat mamanya bekerja sebagai pegawai toko dengan gaji yang pas-pasan.
Mungkin akan butuh tiga bulan ngumpulin gaji mamanya tanpa dibelanjakan sepeserpun barulah ia bisa beli hp dan laptop tersebut.
"Tapi,kalau Mama lihat semua yang dibeliin papa, aku harus jawab apa?" Tanyanya Ayesha yang binar kebahagiaannya sudah redup seketika itu.
"Ini hadiah untuk putrinya Papa yang paling cantik dan yang paling sholeha," imbuhnya Sameer Elrumi Sungkar sambil menyodorkan paper bag yang berisi laptop dan hp yang semuanya yang bermerk apel yang digigit sebagian itu.
Ayesha Almeera Aliya Sungkar terkejut mendengar perkataan dari papanya,ia menyangka dan mengira sebelumnya jika semua barang-barang yang dibeli papanya khusus akan dipakai sendiri oleh Papanya itu.
"Ini laptop bisa kamu pakai jika punya tugas dari sekolah yang harus memakai laptop kalau bisa laptopnya dipakai untuk Mama saja kasihan kalau kerja terus mau pakai tapi kesusahan, kan bisa pakai ini juga," terangnya Sameer.
Ayesha terdiam sesaat dan teringat kembali dengan beberapa hari lalu saat mamanya mengerjakan pekerjaan dari toko,tapi laptopnya sudah tidak bisa dikondisikan lagi.
"Serius ini untuk aku Pa!" Ujarnya Ayesha yang ingin memastikan apa kah dia benar-benar mendapatkan hadiah yang tersebut.
__ADS_1
Sameer menangkup dagunya Ayesha," Papa sangat serius!" Balasnya Sameer yang tersenyum simpul.
"Syukur Alhamdulillah…makasih banyak Papa atas hadiahnya, mama sudah bisa bekerja dengan tenang," ucapnya Ayesha dengan penuh kegirangan seraya mengecup sekilas pipi kirinya Sameer dengan penuh kasih sayang.
"Papa sangat bahagia jika apa yang Papa berikan bisa berguna untuk kamu dan mama Nada, sekarang masih mau jalan-jalan atau bermain?" Tanyanya Sameer sambil berjalan ke arah keluar dari toko hp.
Ayesha melihat ke arah jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangan kirinya itu sudah menunjukkan pukul lima sore.
"Kita pulang saja Pa! Aku sudah capek mainnya lain kali saja yah! Apa Papa enggak marah kan?" Tanya Ayesha yang takut jika Papanya marah ataupun kecewa dengan penolakannya terhadap ajakan papanya.
"Ya Allah… putrinya Papa, kenapa Papa harus marah, gak apa-apa kok sayang, insya Allah… masih banyak waktu lain tapi, pengennya kita main bareng dengan Ayesha putri cantiknya Papa dan mama Nada," imbuhnya Sameer yang sangat berharap jika kesempatan lain kali itu mereka bertiga bersama seperti layaknya keluarga kecilnya yang penuh kebahagiaan.
Mereka berjumlah tiga orang dua cewek satu cowok. Mereka kompak untuk mengerjakan proyek tersebut. Nada sangat antusias karena ini untuk pertama kalinya datang di daerah tersebut yang terkenal dengan penghasil jagung manis dan jagung putih terbesar di Sulawesi Selatan.
"Sudah dua toko kita datangi, Alhamdulillah semua karyawannya cukup ramah dan cepat tanggap menerima materi jadi pekerjaan kita tidak terlalu lama dan merepotkan," ungkap Nada sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup sedang.
__ADS_1
Amelia dan Deni tersenyum mendengar perkataan dari atasan mereka. Nada dibandingkan dengan teman kerjanya yang lain cukup tinggi padahal baru sekitar dua tahun lebih bekerja tetapi, keahlian, skill dan kemampuannya bekerja sehingga cepat mendapatkan promosi.
"Alhamdulillah Nada, aku cukup senang kasihan anakku harus aku titipkan sama mertua terus kalian kan tahu mertuaku sudah tua takutnya tidak bisa total menjaga anakku karena suamiku akhir-akhir ini sibuk dan banyak lemburnya di kantor," tuturnya Amelia yang duduk tepat dan sampingnya Nada.
"Berarti yang santai disini cuma Deni maklum masih single jadi asyik lah," timpalnya Nada.
Amelia dan Nada memperhatikan raut wajahnya Denni yang langsung berubah sendu.
Deni menatap ke arah luar jendela mobil, "Aku sebenarnya ingin melamar seorang gadis Nada, tapi uang maharnya tinggi sekali kamu tahu kan kalau orang asli Makassar bagaimana, tapi aku akan usahakan akhir tahun ini aku akan melamarnya dan rencananya sebelum bulan puasa aku ingin menikahinya," terangnya Deni Alfian Rizal.
Nada tersenyum penuh bahagia mendengar sahabatnya itu jika akan segera menikah," Alhamdulillah kalau seperti itu, kami sangat bahagia mendengarnya."
"Kalau kamu Nada, gimana apa pria yang dulu datang melamar kamu sudah datang untuk melanjutkan lamarannya atau gimana? Kasihan putri kamu sudah besar tapi,sama sekali tidak merasakan kasih sayang seorang ayahnya," sahutnya Amelia.
Kedua sahabatnya itu sudah mengetahui apa yang terjadi padanya Nada mulai dari sejak kecil hingga peristiwa dan insiden besar yang membuat kehidupan Nada berubah drastis pun mereka tahu hingga acara lamarannya Sameer pun mereka sudah mengetahui dengan jelas.
__ADS_1
Mereka sama sekali tidak mempermasalahkan atau pun banyak pusing dan mereka mengerti dengan kejadian itu. Bagi keduanya setiap manusia itu memiliki garis tangan seseorang yang berbeda.
Nada sangar bersyukur dan bahagia karena beberapa temannya banyak yang mengerti dengan kondisinya Nada, tapi ada juga yang tidak menyukai dengan kehadiran Nada. Karena banyak juga yang cemburu dan iri hati dengan prestasi dan rezeki yang didapatkan oleh Nada.