
Setelah adzan magrib berkumandang dari toa masjid. Sameer tidak ingin menunda lagi. Karena kebanyakan tamu sudah pulang,hanya tersisa beberapa orang yang membantu asisten rumah tangga mereka untuk membersikan sisa-sisa dari pesta.
Sedang ditempat lain, Nada sedikit malu karena kelakuan suaminya yang selalu memintanya untuk masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Padahal rekan kerjanya Nada samakin banyak berdatangan untuk meramaikan dan memberikan ucapan doa restu kepada kedua mempelai pengantin baru tersebut.
Sameer sudah merajuk seperti anak kecil saja dan kadang membuat Nada tersenyum malu-malu menanggapi sikap dan kelakuannya Sameer yang sebentar-sebentar memintanya untuk masuk dengan berbagai alasan yang terkadang berpura-pura ingin buang air lah ini lah dengan banyak alasan yang belum berhasil.
Sameer menggandeng tangannya Nada dengan penuh kelembutan hingga ke atas kamarnya. Nada akan menghabiskan malam pertamanya di sebuah hotel terbaik dan terbesar di Sulawesi Selatan Makassar.
"Mas! Kok kita ke sini aku kira kita akan ke hotel?" Nada melirik sekilas ke sekeliling ruangan yang ternyata mereka ke rumahnya Sameer terlebih dahulu bukannya masuk ke dalam mobilnya.
"Mas ambil pakaian dulu baru kita otw ke hotel, apa kamu sudah tidak sabar menunggu!?" Sameer menatap penuh arti ke arah Nada.
Nada langsung terdiam dan menghentikan langkahnya," mak-sud-nya..?" Nada sudah membayangkan apa yang akan terjadi dengan mereka yang tergambar di dalam pikirannya Nada adalah hal anu.
Sameer tersenyum tipis ke arah istrinya itu sembari mengetuk dengan pelan keningnya Nada agar segera tersadar dari lamunannya itu.
"Kamu pasti menghayalkan anu kan! Ayo ngaku!" Imbuhnya Sameer yang menutup pintu kamarnya lalu menarik tubuhnya Nada kedalam dekapan hangat pelukannya.
__ADS_1
Nada yang diperlakukan seperti itu hanya terdiam, walau gimanapun ia masih terbayang-bayang dengan kejadian beberapa tahun lalu. Padahal kejadian itu sudah cukup lama terjadi.
Sameer mengelus puncak hijabnya Nada," kalau kamu belum siap, kita batalkan saja ke hotelnya dan aku juga tidak akan meminta hakku jika kamu belum siap."
Sayed tidak ingin memaksa Nada untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang istri.
Sayed menangkupkan kedua tangannya di dagu lancipnya Nada," sayang lihatlah Mas ingat pernikahan kita ini bukannya hanya sekedar hubungan di ranjang, tapi dari semua aspek kehidupan, saya ingin kamu menjadikan Mas sebagai tempat berkeluh kesahmu selain kepada Allah SWT, Mas ingin kamu mendampingi kehidupan Mas dalam keadaan apapun yang selalu berada di sampingku untuk beberapa kehidupan selanjutnya."
Sanjana spontan mengalungkan kedua tangannya di lehernya Sameer," insya Allah… aku akan berada di sampingnya Mas apa pun yang terjadi,baik suka maupun duka, dikala lapang dikala susah, aku berjanji seumur hidupku Nada Atiillah Ahmad hanya menjadi istri satu-satunya Sameer Elrumi Sungkar hingga di kehidupan selanjutnya."
Nada sekilas mengecup bibir seksi suaminya itu dengan penuh kelembutan. Sameer yang diperlakukan seperti itu sangat bersyukur karena ia sudah yakin dengan sangat jika Nada membalas perasaan cintanya selama ini yang ia berikan untuk Nada seorang.
Sameer mulai me lu mat dan menggulung bibirnya Nada dengan penuh kesyahduan. Sameer sangat bahagia karena apa yang dirasakannya berbalas dari Nada. Sameer segera menyudahi ciumannya karena dia tidak ingin menerkam istrinya di dalam kamarnya tapi,ia ingin menikmati malam keduanya di hotel yang sudah diobservasi dan dipesan olehnya.
"Kamu saja duluan yang mandi sayang, aku ingin membersihkan wajahku dari makeup enggak enak pergi keluar dengan make-up seperti ini, lihat belepotan sudah gara-gara ulahnya Mas Sameer!" Imbuhnya Nada yang mengelap ujung bibirnya suaminya yang terdapat air saliva keduanya.
"Maafkan Mas sayang dulu sudah menyakiti kamu hingga….," Ucapannya Sameer terpotong karena Nada segera menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya Sameer yang semakin memerah karena pewarna bibirnya Nada berpindah ke bibirnya Sameer.
__ADS_1
Nada menatap ke dalam kedua bola matanya Sameer dengan penuh kelembutan,"Saya mohon jangan berbicara seperti itu lagi, lupakan saja yang telah berlalu, tidak ada gunanya terus mengungkit masa lalu yang hanya akan menyisahkan luka yang mendalam jadi mulai detik ini mari kita sama-sama melupakan kenangan pahit itu, saya minta sama Mas untuk berhenti dan stop untuk mengingatnya dan aku minta hanya kenangan manis saja yang perlu kita ingat dan ukir dalam sejarah kehidupan rumah tangga kita berdua untuk selamanya."
Nada kembali berinisiatif untuk mengecup sekilas bibirnya Sameer. Sedangkan Sameer yang selalu diberikan kasih sayang dan perhatian yang lebih dari istrinya selalu tersenyum simpul.
"Kalau seperti ini terus kapan kita berangkat ke hotel atau mau di sini saja!" Ancamnya Sameer yang bercanda ingin memakan istrinya disaat itu juga.
Nada yang mendapatkan ancaman dari suaminya segera mendorong sekuat tenaga tubuhnya Sameer lalu berlari ke arah luar kamar dan menuju kamar yang ada di sebelah kamarnya Sameer.
Sameer yang melihat tingkah lucu istrinya itu membuatnya tersenyum penuh bahagia," thank you my wife, akhirnya kebahagiaan yang hakiki aku raih dan rasakan semuanya berkat kehadiran kamu dalam hidupnya Mas, Alhamdulillah makasih banyak ya Allah…," gumamnya Sameer yang meraih handuknya yang bersiap mandi karena sudah masuk waktu shalat isya tapi mereka belum pergi juga.
Sameer segera menyelesaikan mandinya lalu kemudian menelpon nomor hpnya orang yang diserahi tanggung jawab untuk mengurus persiapan mereka untuk menikmati malam kedua mereka sekaligus malam pertama sebagai sepasang suami istri.
"Ingat semuanya sudah beres sebelum aku datang ke hotel, bonusnya akan aku transfer ke rekeningmu saja," jelasnya Sameer sambil mengancing kemejanya tapi karena tangan satunya memegang hpnya sehingga kesusahan.
Nada yang sudah menyelesaikan mandinya dan sudah berpakaian lengkap,ia kembali ke dalam kamar suaminya tanpa sepengetahuan dari Sameer yang sedang serius menelpon dengan temannya.
Nada spontan mendekati Sameer lalu mengambil alih apa yang dilakukan oleh Sameer. Nada dengan telaten memasangkan kancing bajunya Sameer satu persatu hingga semuanya terpasang dengan lengkap dan rapi.
__ADS_1
Untung tubuhnya Nada lebih pendek sedikit sekitar beberapa centimeter dengan tinggi badannya Sameer sendiri.
"Makasih banyak sayang," ujarnya Sameer seraya mengecup sekilas keningnya Nada.