
Mbak Yuni memijit tengkuk lehernya Mbak Ririn," apa yang terjadi padamu Mbak kenapa aku bisa seperti ini?" Tanyanya Mbak Yuni yang merasa ada hal aneh dengan kotak itu.
"Mang Udin! Tolong ambil kotak itu aku ingin melihat apa isinya kenapa semua orang ketakutan dengan kotak itu dan sudah membuat heboh seluruh isi rumah!" Gerutunya Ibu Anni neneknya Sameer yang masih hidup seperti layaknya seorang mama saja untuk Sameer dan juga Nada.
"Kenapa kalian seperti ini! Sameer katakan pada Nenek apa yang terjadi di sini?!" Bu Annie sudah mulai tersulut emosinya karena melihat cucu menantunya yang sudah mual-mual dan tubuhnya gemetaran ketakutan sedangkan Mbak Ririn sudah muntah-muntah bersama dengan Mbak Yuni.
Sameer yang tadi ketika Nada buka segel kotak tersebut bersamaan dengan hpnya berdering. Sehingga ia tidak melihat apa isi dari kotak tersebut dan sudah dilempar oleh Nada.
"Istrinya cantik juga, walaupun cuma orang kampung tapi, boleh juga masuk daftar list target rencana selanjutnya," gumamnya.
Sedangkan seseorang dari dalam mobilnya tertawa terbahak-bahak melihat reaksi mereka semua.
"Ini yang aku mau dan aku tunggu dari kalian semua, padahal ini baru awal dari pemanasan saja sudah seperti itu apa lagi masuk ke ekstra part!" Umpatnya seseorang yang berada dibelakang kemudi mobilnya.
Orang itu segera mengemudikan mobilnya meninggalkan lokasi perumahan rumahnya Sameer dengan Nada.
__ADS_1
Ibu Annie segera berjalan ke arah luar," Sameer bantu istrimu itu untuk segera mengatasi mualnya, kasihan kalau dibiarkan berlarut-larut." Imbuhnya Bu Anni yang melangkahkan kakinya ke arah luar rumahnya.
Bu Anni sedikit jijik melihat kondisinya kedua asisten rumah tangga cucunya itu. Dia pun berjalan ke arah sebuah kotak yang sudah teronggok ke atas lantai. Karena penasaran, ia kemudian membungkukkan badannya untuk mengambil kotak tersebut.
Tetapi, Mbak Yuni baru ingin berteriak kencang mencegah Nyonya Besar mereka membukanya sudah terlambat. Bu Anni kemudian berteriak kencang saking shock nya melihat hal tersebut hingga tubuhnya terhuyung ke belakang dan membentur tembok.
"Ah!!" Jeritnya Bu Anni yang sudah mengetahui isinya.
Apa yang terjadi dilihat langsung oleh Sameer sehingga tanpa permisi segera berlari ke arah neneknya untuk mencegah tubuh nenek nya itu agar tidak terjatuh ke atas lantai keramik teras depan.
Raut wajahnya Bu Annie jelas kelihatan pucat pasi, tubuhnya sedikit mulai gemetaran, peluh keringat membasahi pipinya dan sekujur tubuhnya saking Bu Anni siang hari itu.
"Itu Nak, ternyata isinya adalah kepala kucing dan tikus," jawabnya Bu Annie yang tidak ingin mengingat dua benda itu.
Sameer menatap ke arah kotak itu tapi, pikirannya melalang buana ke beberapa hari sebelumnya," ya Allah… siapa sebenarnya yang mengirim benda seperti itu, aku pun pernah mendapatkan ular dalam kotak yang sudah dimutalasi, kira kira apa motifnya?" Raut wajahnya kebingungan sambil membantu neneknya berjalan.
__ADS_1
"Pak Udin!" Teriaknya Sameer ke arah pos security sekaligus tukang kebun di rumahnya.
Pak Udin yang mendengar teriakan dari Tuan pemilik rumah tempat ia bekerja itu segera berlari ke arah Sameer yang berjalan tergesa-gesa karena tidak ingin mendapatkan marah walaupun bosnya sama sekali belum pernah memarahinya dengan perkataan kasar tapi, pak Udin segan dan hormat kepada mereka.
"Ada apa Tuan Muda?" Pak Udin menundukkan sedikit kepalanya karena tidak mungkin berani menatap langsung ke arah wajahnya Sameer walaupun usianya lebih tua 10 tahun dari Sameer.
"Tolong amankan potongan kepala kucing dan tikus itu tapi, jangan lupa untuk difoto dan diambil videonya dulu sebelum diamankan karena sepetinya ini harus dilaporkan ke polisi dan tolong bersihkan semua kekacauan ini!" Perintahnya Sameer Elrumi Sungkar yang membantu neneknya berjalan yang sudah dalam keadaan yang tidak baik saja.
Bu Annie masih merasakan sedikit pusing dan mual sehingga Sameer membantu neneknya berjalan ke arah dalam ruang keluarga, "Sameer! ini sudah tidak boleh dibiarkan kita harus segera bertindak untuk melaporkan ke pihak berwajib karena menurut feelingnya nenek sepertinya ada orang yang sengaja melakukan hal ini," imbuhnya Bu Annie.
Nada sudah berbaring di atas sofa ruang tengah tepatnya tempat mereka bersantai sejenak. Sudah terendus bau minyak kayu putih dari ruangan itu karena sebagai obat untuk membuang rasa mualnya.
Sameer membaringkan tubuh neneknya ke atas sofa," apa perlu saya ambilkan Nenek minum sama minyak kayu putih juga?" Sameer sesekali melihat ke arah istrinya yang kondisinya juga lebih parah dari neneknya.
Bu Annie menatap sekilas ke arah cucu tunggalnya itu," tidak perlu repot-repot Nak, kamu pergi saja lihat Istrimu karena aku perhatiin dia lebih butuh kamu dari Nenek,lagian kondisi Nenek juga sudah baikan kok," imbuhnya Bu Annie yang tersenyum tipis sambil mengelus lengannya Sameer Elrumi Sungkar.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu aku akan ke sana, tapi kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk panggil Sameer, Nek!" Usulnya Sameer lalu berjalan ke arah Nada yang masih seperti sebelumnya masih sedikit ketakutan, gemetaran dan terkadang mual juga.
"Aku akan mencari tahu siapa orang yang telah melakukan semua ini walaupun harus hingga ke lubang semut pun!" Umpatnya Sameer sembari meraih tubuhnya Nada Atiillah ke dalam pelukannya.