
Sameer Elrumi Sungkar dan Bu Annie Khadijah Salim bergerak cepat menuju kantor polisi. Mereka sudah jengah dan capek dengan ulah dari pengacau yang selalu menggangu dan mengusik keamanan, kenyamanan anggota keluarganya terutama anak dan istrinya itu.
"Nenek saya tidak menduga jika Sahir adalah pelakunya, padahal kita sudah cukup baik padanya," ucapnya Sameer.
"Begitulah jika orang yang hatinya diselimuti dengan rasa tamak dan tidak ada rasa syukurnya, Nenek sudah menduga jika dia pelakunya hanya saja Nenek tidak punya bukti kuat hanya feeling nenek saja yang menduga dia dan ibunya Sandra pelakunya," pungkasnya Bu Annie.
"Jika hati dipenuhi dengan kedengkian, kecemburuan dan iri hati serta tidak kesyukuran atas apa yang diberikan oleh Allah SWT pasti berakhir seperti ini, semoga saja kedepannya kita tidak mengalami kejadian seperti ini, hampir setahun lebih kita hidup dalam ketakutan dan kecemasan saya tidak akan biarkan dia terbebas dari hukuman dan kalau perlu dijatuhkan hukuman yang cukup berat termasuk ibunya Bu Sandra Sarah." Imbuhnya Sameer.
Berselang beberapa menit kemudian mereka sudah duduk di hadapan beberapa anggota polisi yang mengintrogasi mereka sebagai korban sekaligus saksi.
"Makasih banyak atas kerjasamanya Pak Sameer,kami pasti akan secepatnya memproses dan kasusnya segera ditangani dipengadilan," ucap Pak Anwar kapten kepolisian tersebut.
"Saya yang seharusnya berterima kasih kepada bapak karena sudah membantu kami menangkap penjahat yang sudah meresahkan kami selama setahun lebih ini,"
__ADS_1
"Tidak apa-apa pak ini sudah menjadi tanggung jawab dan wewenang kami sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat yang selalu mengayomi masyarakat Tuan Sameer,"
Beberapa jam kemudian, mereka berpamitan dan urusan selanjutnya pengacara handal yang disewa oleh Sameer yang akan menangani segala sesuatunya agar mereka tidak capek harus bolak balik ke kantor polisi selanjutnya hingga Sarah dan putranya Sahir Guntur itu diadili sesuai dengan kesalahannya.
Karena sudah larut malam, keduanya pulang ke rumah dan menyerahkan sepenuhnya kepada pengacaranya pak Richard Marx Sarjana Hukum yang sudah beberapa tahun silam menjadi pengacara keluarga kakeknya itu secara turun temurun membantunya dalam mengatasi masalah hukum yang dialaminya apapun itu.
Bu Sarah pun sudah ditangkap oleh polisi ketika ingin hendak melarikan diri ke luar daerah. Keduanya sudah berada di dalam penjara yang berbeda dan menunggu hukuman dari pengadilan.
Sedangkan Nada mengucapkan makasih banyak kepada pihak keamanan security, pak RT dan pak ustadz serta beberapa warga masyarakat yang datang membantu mereka yang sedang berpatroli berjaga di pos security malam itu.
"Ini sudah kewajiban kami sebagai tetangga untuk saling membantu dalam kebaikan Bu Nada," timpalnya Pak ustad Yusuf Mansyur.
"Alhamdulillah Bu Nada pelakunya sudah ketangkap semoga saja kedepannya tidak ada lagi yang mengganggu kenyamanan kehidupan Bu Nada Atiillah dan anaknya ibu, kasihan kalian sudah cukup menderita dan tertekan karena ulah dua orang penjahat yang tidak lain adalah keluarga tuan Sameer sendiri," sahutnya pak RT Pak Damar Hasan Ishaaq.
__ADS_1
"Kami semua akan selalu siap membantu semua warga komplek siapapun itu termasuk butuh bantuan kami akan menantunya jadi ibu Nada tidak perlu sungkan untuk mengucapkan makasih banyak atas bantuannya kami semua," tutur Pak Rahmat security komplek perumahan tersebut.
Semuanya segera berpamitan pulang setelah berbincang-bincang beberapa saat. Nada, Mbak Yuni, Mbak Titin dan Mbak Ririn bisa bernafas lega karena kekacauan yang sering terjadi sudah diamankan dengan baik. Mereka semua tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur Alhamdulillah atas berkah yang Allah SWT berikan kepada mereka semua.
Nada berjalan ke arah tangga lantai dua untuk naik ke kamar kedua putranya dan juga putri tunggalnya itu Ayesha Almeera Aliya Sungkar dan Azam dan Arham putra kembarnya itu.
Rasa aman akhirnya datang juga di dalam kehidupan rumah tangganya, Nada tak henti-hentinya menetes air matanya mengingat perjuangan suaminya tadi ketika menyelematkan dan melindungi kedua anak kembarnya itu.
"Syukur Alhamdulillah makasih banyak atas segalanya, saya bahagia sekali karena pelakunya sudah ketangkap dan saya berharap suamiku baik-baik saja," gumamnya Nada.
Malam semakin larut, sudah pukul dua belas malam hari Sameer baru pulang bersama neneknya. Sameer masuk ke dalam kamarnya dan melihat istrinya tidur pulas di sisi kedua anak kembarnya.
Sameer mengecup keningnya Nada dengan penuh kasih sayangnya itu," kamu dan ketiga buah hati kita adalah yang terpenting dalam hidupku, luka kecil ini tidak ada artinya jika kalian selamat dan bahagia, semoga hari ini adalah permulaan kebahagiaan kita semua hingga akhir waktuku hanya mencintai satu istriku saja Nada Atiillah Khaerani sepanjang usiaku hanya kamu istriku seorang,"
__ADS_1
...******** TAMAT ********...