Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 65. Sang Pelaku Peneror


__ADS_3

"Woooo amacing ini,ada dua pasangan yang akan menikah, berarti di bulan Desember ini kita akan merayakan tiga acara sekaligus yaitu syukuran pernikahan Nyonya Nada Atiillah dengan Tuan Muda Sameer Elrumi Sungkar, rencana pernikahan Pak Udin Irwansyah dengan Yuni Shara dan Pak Kadir Halid dengan Mbak Titin Kharisma," ucapnya Mbak Ririn yang sungguh heboh dan antusias dengan berita tersebut.


"Insya Allah akan dilaksanakan setelah Bu Nada melahirkan anak kembarnya," ucapnya Pak Kadir.


Itu rencana awal mereka, tapi beberapa kejadian yang terjadi tanpa mereka duga dan sadari hingga pernikahan kedua pasangan yang terdiri dari dua pria dan wanita itu adalah asisten rumah tangganya Nada sehingga mereka menundanya beberapa waktu m


Setelah acara aqiqahan anaknya Nada Atiillah Ahmad dengan suaminya Samir Elrumi Sungkar yaitu Azlan Attar Aljailani Sungkar dengan Arham Ibnu Alfatih Sungkar.


Nada menjalani peran barunya yaitu memiliki dua orang putra sekaligus sehingga rutinitas kesehariannya bertambah. Untungnya suaminya cukup tanggap dan siaga sehingga Nada terbantu dengan menjaga buah hatinya.


Seperti hari ini, Nada yang sedang mandi di dalam kamar mandi karena kedua putranya yang terbangun dari tidurnya dan ingin minum asi sehingga keduanya menangis melengking hingga suaranya yang cukup tinggi memenuhi seluruh penjuru sudut ruangan.


Sameer yang baru saja tiba dari kantor segera berjalan cepat masuk ke dalam kamarnya, karena mendengar kedua putra kembarnya itu menangis. Sameer segera membuang tas kerjanya ke atas sofa lalu segera berjalan cepat ke arah ranjangnya dimana kedua bayinya menangis.


Sameer mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tersebut tapi, tidak menemukan keberadaan istrinya.


"Nada ada di mana kok ninggalin Alzam dengan Arham sendirian, kasihan putraku sudah nangis gini,"


Sameer berusaha menenangkan kedua putra kembarnya itu sambil mencari dot susu keduanya yang berwarna kuning dan biru tersebut.


Sameer menepuk-nepuk paha kedua anaknya itu secara bergantian," cup… cup… sabar yah putranya papa yang ganteng dan sholeh ini dpt kalian," Sameer berusaha untuk membujuk kedua anak bayinya yang baru berusia dua bulan lebih itu.


Sameer dengan telaten membantu kedua anaknya untuk dipangku bergantian dengan digendong agar keduanya tenang. Saking asyiknya Nada yang mandi didalam toilet sampai-sampai tidak mendengar dan menyadari jika putranya sudah kelaparan sehingga menangis.

__ADS_1


Sameer menajamkan pendengarannya sehingga dia mengetahui jika istrinya tersayang sedang di kamar mandi sesuai suara air yang terjatuh, "Sabar yah Nak mama kalian sedang mandi, anaknya Papa kan pintar-pintar jadi stop nangisnya yah," Sameer bergantian menggendong anaknya itu.


Prang!!


Suara kaca jendela kamarnya yang pecah itu membuat kedua putranya kembali menangis. Padahal mereka barusan dalam hitungan detik tertidur pulas.


"Aahh!! Putraku!" Teriaknya Sameer yang melindungi tubuh putranya dengan menggunakan punggungnya.


Nada segera menyelesaikan ritual mandinya itu setelah mendengar suara cukup gaduh dan bising dari dalam kamarnya.


"Astaghfirullah aladzim apa yang terjadi di luar? Kenapa ada suara benda pecah,"


Bu Annie, Mbak Ririn, Mbak Titin, Mbak Yuni dan Ayesha putra pertama mereka berlarian menaiki tangga setelah mendengar suara ribut di magrib itu.


"Sameer!! Apa yang terjadi Nak?" Teriaknya Bu Annie ketika pintu sudah terbuka lebar.


"Papa!" Jeritnya Ayesha yang melihat punggung papanya berdarah.


Air matanya sudah menetes membasahi pipinya itu saking takutnya melihat banyak darah. Nada pun histeris melihat punggung lebar suaminya terluka.


"Ya Allah… Abang Sameer apa yang terjadi padamu?!" Pekiknya Nada yang berlari ke arah suaminya dengan handuk yang melilit di tubuhnya itu.


"Nenek tolong tenangkan kedua anakku, Pak Kadir kejar orang yang melempar sepertinya pelakunya masih ada di depan, Pak Udin periksa dan cek baik-baik cctv aku yakin kali ini dia tidak akan lolos lagi!" Perintahnya Sameer sambil menahan sakit di punggungnya itu.

__ADS_1


"Titin ambil kotak p3knya, Nada cepat kamu pakai pakaianmu ada Nenek yang gendong mereka, Ririn bantuin saya cepat!"


Kedua baby kembar itu sudah terlelap di dalam boxnya, pecahan kaca jendelanya pun sudah bersih tak bersisa sedikitpun. Pak Kadir dan Pak Udin menjalankan tugasnya dengan baik dan cepat.


Ayesha Almeera Aliya Sungkar dan juga Mbak Yuni segera membantu menangani lukanya Sameer. Mbak Titin membereskan semua sisa pecah beling yang tercecer di atas lantai keramik.


Berselang beberapa menit kemudian, Pak Kadir dan beberapa tetangga termasuk pihak keamanan menangkap seseorang yang memakai masker dan topi untuk menutupi jati dirinya yang berhasil dibekuk oleh beberapa warga masyarakat komplek perumahan yang sedang berjaga kala itu.


Sameer dengan yang lainnya duduk di ruang tamu rumahnya dan menunggu beberapa arak-arakan tetangga yang mendapatkan seseorang yang mencurigakan dan ada yang melihat jika dia sempat melompat dari atas pagar rumahnya Nada.


"Ini dia pelaku yang telah melempar kaca jendela rumahnya bapak Sameer," ucap seseorang yang memakai pakaian security berwana putihnya itu.


Sameer kemudian berdiri untuk menyambut kedatangan mereka semua," mari silahkan masuk dalam kita duduk dulu baru kita interogasi siapa dia sebenarnya yang sudah lama meresahkan, menganggu ketenangan kehidupan kami disini," imbuhnya Sameer dengan santai dan bijak.


Sameer mempersilahkan mereka untuk duduk tapi, mereka menolak katanya mereka ingin menyelesaikan permasalahan ini terlebih dahulu baru acara makanan-makannya maksudnya duduk santai.


"Kita buka saja terlebih dahulu maskernya Tuan, barulah kita bisa mengetahui apa tindakan yang seharusnya kita ambil," usulnya Pak Indar selaku pihak RT setempat.


"Baiklah," timpalnya Sameer.


Sameer pun mulai menarik perlahan masker berwana hitam itu tapi, sang pria terus berontak untuk melepaskan diri agar tidak ketahuan. Hingga masker itu pun terlepas dan betapa terkejutnya ibu Anni dan Sameer yang jelas-jelas mereka mengetahui siapa pria itu.


Sameer tersenyum smirk melihat adik tirinya ternyata pria bermasker itu yang sudah lama menggangu dan mengusik kenyamanannya itu.

__ADS_1


"Saya tidak mengira jika kamu adalah penjahatnya!" Kesalnya Bu Anni sambil menampar wajahnya Sahir anak tiri dari almarhum papanya Sameer.


Sahir hanya tersenyum penuh kelicikan membalas tamparan kerasnya nyonya Annie Sungkar.


__ADS_2