
Hanya butuh waktu beberapa menit kemudian mereka Nada sudah berada di dalam klinik khusus ibu dan anak. Nada dan Mbak Ririn sudah mengambil nomor antrian untuk mengantri bersama ibu-ibu hamil lainnya.
Saya saja yang duluan turun Nyonya," cegahnya Mbak Ririn lalu membuka payungnya lalu berjalan ke arah pintu samping sebelah kanan.
"Pak Kadir, kalau mau istirahat di atas mobil silahkan, enggak apa-apa kok sempat nunggu kami lama jadi tidak capek dan bosan nunggunya, atau mungkin telponan sama ayang tersayang di rumah gitu bisa menghilangkan rasa jenuhnya," terang Mbak Ririn yang kembali cekikan memikirkan kedua pasangan malu-malu itu menunjukkan hubungan mereka di hadapan orang lain.
Nada mengedarkan pandangannya ke arah ke sekeliling ruangan," ya Allah… semoga aku benar-benar hamil seperti perkataan dan harapan mereka, amin ya rabbal alamin,"
Nada duduk tidak terlalu berdesakan dengan yang lain padahal cukup banyak pengunjung klinik sore itu. Nada membuka sosial medianya dan melihat-lihat beberapa teman kerjanya yang dulu. Nada tersipu merona malu ketika melihat postingan suaminya yang begitu romantis menurutnya.
Caption-nya seperti ini kira-kira," satu hal yang membuat aku pergi untuk mencari nafkah dan satu alasan aku harus segera pulang ke rumah adalah karena dua bidadari surgaku yaitu Istriku tercinta Nada Atiillah dengan putriku Ayesha Almeera Aliya Sungkar, di atas caption itu terdapat foto berdua Sameer Elrumi Sungkar dengan istrinya dan foto putri tunggalnya mereka.
"So sweetnya Tuan Muda Sameer," imbuhnya Mbak Ririn yang ternyata diam-diam memperhatikan Nada lalu mencuri pandang dan baca apa yang sedang di baca oleh Nada.
Nada sedikit tersentak terkejut mendengar perkataan yang tiba-tiba meluncur dari mulutnya Mbak Ririn," aah!! Mbak bikin kaget saja, aku kira siapa?" Ketusnya Nada sambil mengelus dadanya yang masih kaget.
Mbak Ririn hanya tersenyum cengengesan menangapi gerutunya Nada seraya mengayunkan dua jempolnya ke atas.
"Maaf Nyonya Muda, aku tidak sengaja!' ujarnya Mbak Ririn meminta maaf atas sifatnya yang kepo sulit untuk dihilangkan.
Nada baru ingin membuka mulutnya, salah satu bidan yang berdiri di depan pintu masuk ruangan praktek dengan memakai seragam hijau putih itu.
__ADS_1
"Nyonya Nada Atiillah Sungkar!" Teriaknya bidan itu.
Nada segera mengurungkan niatnya untuk menimpali perkataannya Mbak Ririn. Nada segera berdiri lalu berjalan perlahan sambil mengangkat tangannya.
"Saya Sus!"jawabnya Nada seraya berjalan ke arah perempuan itu.
Bidan yang bernama tag Resky Amelia itu tersenyum ramah," maaf apa Anda yang bernama ibu Nada?" Tanyanya Bidan itu untuk memastikan dan menyesuaikan data yang ada di dalam buku yang dipegangnya.
Mbak Ririn mengekor di belakangnya Nada dan memberikan instruksi agar Nada berjalan pelan dan hati-hati saja mengingatkannya Nada yang kalau berjalan sedikit cepat dan lincah.
Nada membalas senyuman dari bidan tersebut dengan penuh kelembutan dan keramahan," iya benar sekali Mbak saya sendiri Nada," jawabnya ketika sudah berada di depan seorang bidan perempuan yang memakai hijab dalam penampilan kesehariannya itu.
"Silahkan masuk kalau begitu Nyonya karena sudah tiba gilirannya ibu Nada! Imbuhnya bidan itu.
"Kalau Mbak mau masuk silahkan tidak masalah kok! kalau Mbak mau menemani adiknya," jelasnya Bidan itu.
Nada melirik ke arah Mbak Ririn asisten rumah tangganya itu seperti kakaknya sendiri," katanya Mbak bidan Mbak bisa masuk, yuk temani aku kalau gitu," pinta Nada sambil mengulurkan tangannya ke hadapannya Mbak Ririn.
Mbak Ririn dengan senang hati meraih uluran tangannya Nada dengan senyuman yang mengemban disudut bibirnya itu. Berselang beberapa menit kemudian, Nada sudah tes urine dengan alat tes pack yang disediakan oleh bidan dengan satu wadah kecil yang khusus penampungan air urine.
Dan hasil testnya segera dibawa ke dalam laboratorium. Hanya butuh waktu yang cukup singkat untuk mendapatkan dan mengetahui hasilnya. Nada kembali duduk di hadapan kursi yang berhadapan langsung dengan Dokter Anita Harahap.
__ADS_1
Dokter Anita tersenyum tulus seraya membuka hasil lab tersebut," sesuai yang saya baca di dalam berkas ini, selamat Bu Anda positif hamil dan untuk lebih memastikan lagi hasilnya kita akan usg untuk melihatnya melalui komputer yang ada di sana, kalau gitu Bidan Resky tolong bantu Ibu ini untuk bantu berbaring ibunya di atas ranjang!" Perintah Dokter.
Nada segera menyingkap sedikit pakaiannya keatas karena akan segera diolesi sejenis gel untuk lebih memudahkan proses pemeriksaan dokter sesuai arahan Mbak bidan.
Dokter mulai memeriksa perutnya Nada yang sudah seperti ada tonjolan sedikit, "Coba lihat di layar monitornya, ini bayinya ibu yang sudah mulai membesar dan ini juga ada sepasang di dalam rahimnya ibu," jelasnya Bu Dokter.
Nada mengerutkan keningnya mendengar penjelasan dari Bu Dokter sedangkan Mbak Ririn sudah bereaksi diluar dugaan.
"Apa!! Calon bayi Nyonya Nada kembar!" Beonya Mbak Ririn dengan raut wajahnya yang terkejut, bahagia, sumringah dan juga belum yakin bercampur dalam satu bagian dalam perasaannya.
Nada masih sering tidak percaya jika hari ini dirinya hamil apalagi anak kembar lagi.
"Andaikan Mas Sameer ada di sampingku pasti ia akan bahagia mendengar kabar bahagia ini, aku sangat ingin melihat kebahagiaan dari raut wajahnya suamiku," Nada membatin.
Kebahagiaan tidak menghampiri mereka yang memiliki segalanya, namun kebahagiaan akan menghampiri mereka yang berterus bersyukur atas nikmatnya.
Terkadang cobaan menghampiri hidup kita, agar kita menjadi orang yang lebih sabar dan ikhlas untuk menghadapi segalanya.
Hal yang paling sulit dari hidup ini adalah menerima kenyataan pahit, percuma disesali jadikan saja pelajaran.
Semua hanya tentang waktu, tunggulah dan tetap doakan, jangan berubah atau menyerah.
__ADS_1
I Swear i'll love you in a different way..
Aku bersumpah akan mencintaimu dengan cara yang berbeda..