
Sameer kembali dibuat terperangah dengan tubuhnya Nada yang terekspos begitu seksinya sehingga Sameer berpikiran yang tidak-tidak. Tapi, Sameer segera menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan rasa aneh itu yang tiba-tiba menggerogoti tubuhnya.
"Aku harus segera pergi dari sini jika tidak aku tidak bisa menjaga dan menjamin keamanannya Nada," gumamnya lalu segera berjalan ke arah luar meninggalkan Nada yang berdiri bengong karena merasa aneh dengan sikapnya Sameer itu.
Nada adalah perempuan yatim piatu yang harus hidup berjuang keras untuk menafkahi dirinya dan juga putri semata wayangnya. Sejak umur 18 tahun, Nada sudah memutuskan untuk meninggalkan panti asuhan bersama dengan Mbak Annisa yang berusia 25 tahun kala itu.
Nada memilih untuk menyewa rumah untuk mereka berdua. Berjalan tiga tahun sejak memutuskan untuk meninggalkan panti asuhan yang sudah berjasa membesarkannya itu. Ia harus menghadapi kenyataan pahit yaitu dilecehkan oleh seorang pria yang sedang mabuk berat hingga ia harus hamil diluar nikah.
Sampai anaknya sekarang berusia empat tahun lebih, Pria yang menghamilinya itu tidak pernah menampakkan batang hidungnya untuk mencari keberadaannya dan juga bertanggung jawab terhadap apa yang telah pria itu lakukan.
Sameer segera meninggalkan rumahnya Nada karena tidak ingin ada sesuatu yang terjadi kedepannya. Hanya melihat bagian tubuhnya Nada melalui robekan pakaiannya mampu membuat sesuatu yang terkungkung dalam sana akan memberontak.
Sameer segera pulang kerumahnya dan menghubungi Mama dan neneknya yang kebetulan ke luar daerah tepatnya ke pulau Dewata Bali tepatnya di Denpasar.
Nada baru bisa tidur tenang ketika mendapatkan kabar jika putrinya dengan Mbak Annisa dalam keadaan baik-baik saja. Ternyata mereka sedang nginap di rumahnya salah satu anggota keluarganya Mbak Annisa yang sedang mengadakan hajatan, tapi saat mengirimkan chat dan ingin menelpon nomor hpnya Nada lowbet dan juga HP-nya Mbak Annisa saat itu langsung lowbet.
__ADS_1
Sameer menatap langit-langit kamarnya," ya Allah… jika ini jalanm yang Engkau tunjukkan untukku maka mudahkanlah semuanya dan jadikanlah aku suami yang bertanggung jawab dunia dan akhiratnya istriku kelak, tapi apa yang harus aku lakukan jika suatu saat nanti aku kembali Engkau pertemukan dengan gadis yang aku perewanin dulu, tapi bagaimana dengan gadis itu kalau hamil dan memiliki anak," gumamnya Sameer yang kebingungan dengan kenyataan yang telah terjadi padanya.
Dua hari kemudian, Nada hari ini sengaja tidak masuk kerja, ia ijin of karena Sameer menelponnya pagi-pagi sekali jika keluarganya akan datang untuk melamarnya.
Nada adalah perempuan yang dibesarkan di panti asuhan. Sesuai dengan informasi yang mereka dapatkan jika Nada dibawa oleh seorang ibu-ibu yang menyimpan Nada di panti asuhan dan ibu-ibu itu mengatakan jika Nada kedua orang tuanya sudah meninggal dunia dan hanya sebatang kara di dunia ini.
Tapi, sejak bayi Nada sudah memakai sebuah kalung liontin tapi, sejak kejadian kurang lebih lima tahun lalu, ia kehilangan kalungnya dalam suatu insiden yang membuatnya harus kehilangan kesuciannya.
"Mbak Annisa tolong dicek semua makanan dan juga kuenya apa sudah lengkap dan sesuai dengan yang kita pesan?" Tanyanya Nada yang memperbaiki letak hijabnya di depan cermin.
"Syukur Alhamdulillah kalau seperti Mbak, Oya aku ke depan dulu yah Mbak mau panggil Pak Abi dengan Pak Salam untuk mendampingi kita di sini untuk untuk menyambut kelurganya Mas Sameer," ujarnya Nada yang berpamitan kepada Mbak Annisa.
Mbak Annisa adalah saudara angkatnya Nada yang selama ini selalu ada dan hadir disisinya selama ia meninggalkan panti asuhan. Mbak Annisa seolah sebagai penyelamat dan penolong hidupnya. Nada mulai hari ini memilih untuk memakai hijab dalam kesehariannya.
Nada hanya berjalan kaki kearah rumahnya Pak Abi dan Pak Salam karena rumah mereka tidak terlalu jauh letaknya dari rumahnya. Mungkin sekitar lima belas rumah saja dari rumahnya.
__ADS_1
Setelah dari rumahnya Pak RT RW, Nada juga mendatangi rumahnya imam masjid yang selalu ada disaat Nada butuh pencerahan dan sudah Nada anggap sebagai guru spiritualnya.
Nada segera kembali ke rumahnya, tidak berselang beberapa menit kemudian. Beberapa rombongan mobil telah terparkir rapi di depan rumahnya Nada yang minimalis itu.
"Assalamualaikum," ucapnya Nada sambil berjalan perlahan menuju ke dalam rumahnya.
Nada melihat sudah ada beberapa orang yang duduk di kursinya. Sameer pun hadir di sana dan duduk diapit oleh beberapa ibu-ibu dan bapak-bapak dan satu orang wanita paruh baya yang langsung tersenyum ramah ke arahnya Nada.
Mbak Annisa segera berdiri menyambut kedatangan Nada," Perkenalkan ini adalah Nada perempuan yang akan kalian lamar untuk saudara Sameer sekaligus adik angkatku!" Imbuhnya Mbak Annisa sambil memegang tangannya Nada.
Sedangkan Nada tersenyum malu-malu ke hadapan semua orang yang memadati ruangan yang hanya berukuran 3x4 meter persegi itu dengan bercat hijau.
Sameer yang ditatap oleh mamanya segera semakin tersenyum malu-malu karena hampir semua orang menatapnya dengan tatapan mata yang berbeda-beda.
"Jadi kita mulai sekarang acara lamarannya atau masih menunggu orang lagi?" Tanyanya Pak Syam pamannya Sameer.
__ADS_1
"Kita tunggu sebentar lagi, karena pak RT dan pak RW belum datang Pak," jawabnya Pak Razak imam masjid setempat perumahan tersebut.