Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 16. Bu Sarah


__ADS_3

Keputusan yang sangat sulit menjadi pilihan akhirnya Nada. Padahal akad nikah keduanya sudah berada di depan mata tersisa menghitung hari saja. Tapi, fakta baru yang terungkap secara tidak sengaja dan didengar secara tidak langsung oleh Nada Atiillah Ahmad membuatnya memutuskan untuk kehidupannya.


Bu Sarah yang ditanya oleh anaknya soal hp sulit untuk berbicara karena dia sengaja menyembunyikan hpnya putranya itu agar Sameer dan Nada tidak saling berhubungan lagi.


"Aku harus segera menghapus nomornya Nada atau aku acakin nomornya biar ia tidak bisa menelpon nomornya Nada tapi, aku harus memblokir nomornya dulu sebelum menggantikannya dengan nomor hpnya yang salah," gumamam Bu Sarah dengan tatapan matanya yang tajam penuh kelicikan.


Nada menerima tawaran pekerjaan dari atasannya untuk pindah tugas ke daerah Sulawesi Tenggara tepatnya di daerah Kendari. Sangat sulit untuk memilih tapi, menurut Nada tidak ada pilihan lain yang paling tepat ia lakukan dan tempuh selain pergi jauh dari kehidupan Sameer untuk selamanya dan memutuskan hubungan rencana pernikahan mereka yang akan dilaksanakan kurang lebih dua minggu lagi.


"Maafkan aku Mas ini jalan yang terbaik untuk kita berdua, mungkin memang kita tidak berjodoh dan kalau memang kita ditakdirkan berjodoh insyaallah kita akan bertemu kembali, aku tidak akan pernah meminta Mas untuk bertanggung jawab atas Puteri kecilku karena insya Allah aku masih mampu untuk membiayai dan menafkahi putri kita," batinnya Nada yang menatap ke arah luar jendela ketika bus yang mereka tumpangi sudah mulai bertolak dari terminal kota Daya Makassar.


Air matanya terus mengalir deras membasahi pipinya, ia tidak menyangka jika kisah rencana pernikahannya untuk kedua kalinya harus menuai kegagalan lagi.


Mbak Annisa yang melihat apa yang terjadi padanya Nada hanya mampu menggenggam tangannya Nada yang seolah memberikan kekuatan moril agar lebih kuat, tegar dan sabar serta tulus dan ikhlas mengahadapi segala ujian yang datang menerpa kehidupan percintaannya.


"Kamu harus kuat dan strong Ingat kamu itu punya puteri kecil yang harus kamu jaga dan besarkan jangan selalu mau terpuruk dengan keadaan yang menghimpit hatimu, karena Mbak yakin semua yang terjadi dalam hidupmu pasti ada maksud dan rencana terindah yang sudah digariskan Allah SWT untuk kehidupan kamu kelak dan untuk kedepannya," tuturnya Mbak Annisa yang berusaha untuk selalu memberikan nasehat dan wejangan untuk Nada dan hal itu cukup ampuh dan berhasil.


"Makasih banyak Mbak, aku tidak tahu harus ngomong apa lagi," pungkasnya Nada dengan lelehan air matanya yang semakin menetes membasahi wajahnya itu.


Sedangkan di dalam salah satu kamar rawat inap di Rumah Sakit Siloam Hospital, seorang pria sedang berteriak histeris di hadapan perempuan yang telah berjasa membesarkannya itu.


"Mama! Please! Aku mohon dimana mama menyimpan hpku? Aku ingin menghubungi nomor hpnya Nada, aku ingin mendengar suaranya, aku ingin mengetahui kabarnya, aku ingin mendengar celotehan putri kecilku, jadi aku mohon tolong dengan sangat cari hpku itu Mama!" Rengeknya Sameer Elrumi Sungkar di hadapan mama sambungnya itu.

__ADS_1


Bu Sarah sama sekali tidak tersentuh hatinya untuk memenuhi keinginan anaknya itu, dengan berbagai alasan Bu Sarah sebutkan dan utarakan di depan anaknya itu.


"Maafkan Mama, tapi Mama sudah berusaha mencari hpmu itu tapi mama belum mendapatkannya," imbuhnya Bu Sarah.


Seseorang tanpa sengaja mendengar perdebatan antara dua orang beda generasi itu segera menghubungi nomor hpnya Bu Annie Hawkins Sungkar neneknya Sameer.


"Aku harus merekam adegan ini lalu segera mengirimkan videonya ke nomor hpnya nyonya Annie agar beliau tahu apa yang telah terjadi dan menimpa cucu tunggal kesayangannya itu," gumam seseorang dari balik pintu itu.


Dengan cepat video itu terkirim, untungnya Bu Annie sudah berada di kota Makasar tanpa sepengetahuan anak menantunya itu. Hpnya yang kebetulan sedang di dalam genggamannya itu bergetar dan juga berdering. Beliau sedikit tersentak terkejut ketika dia sedang berfikir dan tiba-tiba hpnya berbunyi.


Nyonya Besar Annie segera mengecek hpnya, betapa terkejutnya melihat isi dari dalam rekaman videonya itu.


"Ya Allah… kenapa Sarah sangatlah kejam dengan tega memisahkan dua orang yang saling mencintai, tapi dari hal ini aku mengetahui jika aku ternyata sudah punya cicit putri kecil yang sangat cantik," cicitnya Bu Annie.


"Apa yang terjadi pada Nyonya sehingga raut wajahnya berbeda-beda kadang sedih, marah, kecewa, bahagia dalam waktu yang bersamaan pula, sepertinya ada sesuatu hal besar yang telah terjadi," Lirihnya pak Udin selaku supir pribadinya yang khusus ia pekerjakan jika berada di Makassar.


"Aku harus segera kerumahnya Nada untuk meluruskan semuanya dan di hadapan Nada agar Nada segera memaafkan kesalahannya cucuku, aku harus meyakinkan Nada dengan cara apapun," Bu Annie membatin.


"Nyonya apa kita ke rumah sakit atau ke tempat lain?" Tanyanya Pak Udin.


Ibu Annie menatap sekilas ke arah pak Udin," kita ke perumahan mawar saja dulu Pak setelah itu kita ke rumah sakit," pintanya Bu Annie.

__ADS_1


"Ohh kita ke rumahnya Nona Nada yah Nyonya!?" Tanyanya Mang Udin untuk memastikan hal tersebut.


Bu Anni hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dan mengiyakan perkataan dari Pak Udin. Hanya butuh waktu sekitar 20 menit perjalanan mereka sudah sampai tepat di depan pagar rumah minimalis modern milik Nada.


Bu Anni turun dari mobilnya lalu berjalan ke arah pagar. Tetapi, betapa terkejutnya melihat pagar rumahnya Nada tergembok dengan rapi dan ada tulisan tersegel di depan pintunya. Rumah ini dijual jika berminat harap hubungi nomor 081xxx.


"Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa bisa rumahnya Nada ingin dijual, ini tidak benar pasti ada hubungan dengan kejujuran Sameer tapi, mereka akan menikah kenapa Nada mengambil keputusan seperti ini," cicit Bu Annie.


Bu Anni berdiri di depan pagar rumah bercat kuning itu, tiba-tiba datanglah seorang ibu-ibu yang kebetulan dikenal oleh Bu Anni ketika mereka datang melamar Nada.


"Assalamualaikum Nyonya Annie, betul kan Anda adalah nenek calon suaminya Nada!" Tebaknya Bu Mia yang menenteng beberapa kantong kresek.


"Waalaikum salam, benar sekali apa yang Ibu katakan,tapi apa saya boleh tahu Nada ada dimana dan kenapa rumahnya tersegel?" Tanya Bu Anni yang penasaran dengan hal itu.


Bu Mia tersenyum sepintas lalu," kalau rumahnya ini memang pemiliknya ingin menjual rumahnya karena Nada sudah tidak mengontrak dan menyewa rumah ini lagi, kalau Nada sudah pindah dari kota Makassar Bu, tapi maaf kami disini satupun tidak ada yang mengetahui kemana perginya Nada dengan putrinya serta saudara angkatnya," jelasnya Bu Mia yang tersenyum ramah.


Bu Annie terkejut mendengar penjelasan dan penuturan dari mulutnya Bu Mia, ia tidak menyangka jika Nada memilih untuk mengakhiri rencana pernikahannya dan pergi tanpa pamit kepada siapapun itu.


Bu Annie terdiam sejenak dengan tatapannya tajam, "Ya Allah… apa yang terjadi pada nasib percintaan cucuku, apa semua ini terjadi gara-gara campur tangan dari menantu tidak tahu diriku itu!" Umpatnya Bu Annie.


Pak Udin terdiam dan tidak ingin ikut campur dalam hal itu. Wajahnya Bu Annie tampak sangar dan menakutkan.

__ADS_1


Bu Anni masuk ke dalam mobilnya lalu mendudukkan bokongnya dengan cukup kasar, "Kita harus secepatnya ke rumah sakit, aku ingin bertemu dengan Sarah perempuan tidak tahu diri itu, syukur-syukur saya selama ini tidak menendangnya dan menyuruhnya pergi jauh karena ia tidak punya hak lagi untuk hidup bersama cucuku karena bukan putraku papanya Sameer yang memulai usaha ini semua ini tapi, usaha kerja kerasnya sendiri Sameer sehingga berdiri di puncak kejayaan usahanya itu," gerutunya Bu Anni.


__ADS_2