
Nada Atilah yang berada di dalam gendongan suaminya terus menerus mengeluh dan merintih kesakitan.
"Mas Sameer kenapa semakin sakit saja, apa kita belum sampai di rumah sakit," ratapnya Nada yang memegangi puncak perutnya yang semakin membesar dan membuncit saja.
"Kamu harus sabar sayang, kita sudah sampai di rumah sakit kok, lihat di depan sana beberapa perawat sudah berjalan cepat ke arah kita untuk membantumu melahirkan kedua anak kembar kita," ujarnya Sameer yang berusaha untuk menenangkan diri istrinya itu.
Aku sangat kasihan melihat istrinya yang sekujur tubuhnya dibasahi peluh keringat bercucuran membasahi sekujur tubuhnya itu.
"Mas mohon bersabarlah sayang karena kamu pasti bisa ditolong oleh mereka melahirkan anak-anak kita," tuturnya Sameer yang nafasnya ngos-ngosan peluh keringat bercucuran membasahi pipinya karena sejak tadi menggendong tubuhnya Nada istrinya seorang.
"Cepat Pak naikkan tubuh istri bapak karena sudah pecah air ketubannya," perintahnya salah seorang perawat yang memakai hijab berwarna biru tua itu senada dengan warna celana kerjanya.
Sameer segera menaikkan tubuhnya Nada dengan bantuan dari banyak suster itu, Mada pun sudah berada di atas bangkar rumah sakit. Nada semakin merasakan sakit yang teramat di bagian perutnya, punggung dan pinggangnya secara bersamaan.
Nada tak henti-hentinya mengucapkan beberapa surah-surah ayat suci Al-Quran dalam hatinya. Ia juga selalu beristighfar kepada Allah SWT agar semua dimudahkan oleh Allah SWT yang maha kuasa atas segala-galanya.
__ADS_1
Nada terus menggenggam erat kepalan tangan suaminya itu," Mas sakit," keluhnya Nada.
Ayesha Aliya Almeera Sungkar dan Mbak Ririn berjalan tergesa-gesa mengikuti langkah kemanapun rombongan itu pergi.
"Mbak Ririn gimana dengan mama, kenapa mama terus merasakan kesakitan? Kok enggak dikasih obat penahan rasa sakit oleh dokter?" Tanyanya Ayesha dengan polos.
Mbak Ririn berusaha tersenyum walaupun dalam hatinya merasakan ketakutan, kepanikan dan kecemasan. Keduanya yang hendak ikut ke dalam ruangan bersalin segera dicegah oleh beberapa suster.
"Maaf kalian tidak boleh masuk, cukup doakan Mama yah dek agar segera melahirkan adik kembarnya dede cantik," cegahnya perawat itu.
Ayesha terpaksa mengikuti apa yang dikatakan oleh bidan itu dengan patuh. Keduanya mencari tempat duduk yang aman dan nyaman agar lebih enak menunggu kelahiran anggota keluarganya.
"Ya Allah… jaga dan lindungilah Mama dan kedua adikku, aku tidak sabar melihat mereka terlahir ke dunia ini, semoga dede dua-duanya cowok, amin ya rabbal alamin," lirihnya Ayesha putri pertamanya Nada dan Sameer Elrumi Sungkar.
Sedangkan di dalam ruangan khusus untuk bersalin itu, Nada terus memegangi kepalan tangannya Sameer sambil terus melanjutkan dan menjalankan instruksi dari dokter.
__ADS_1
"Ayo sayang semangat yah, aku yakin kamu bisa dan sanggup melahirkan kedua jagoan kecil kita," ucap Sameer berusaha untuk memberikan semangat dan motivasi kepada istrinya itu.
"Aahhh!! Sakit!!" Teriaknya Nada.
Teriakannya itu pertanda bahwa Nada mengedan sekuat tenaganya untuk melahirkan anak keduanya yang terlahir kembar.
"Allahu Akbar!!" Nada menarik nafasnya dalam-dalam dan hembuskan dengan sangat kuat dan keras.
Hingga terdengarlah suara tangisan bayi yang cukup lantang dan nyaring.
Oek.. owek…
Suara tangisan bayi laki-laki pertanda bahwa anak pertama dari kehamilan keduanya sudah terlahir ke dunia ini.
"Alhamdulillah bayi bapak sudah lahir dengan selamat," ujarnya Dokter yang sudah menggendong bayi yang masih berlumuran darah.
__ADS_1
"Tunggu yah pak kami bersihkan dulu sebelum diadzani putra kecilnya," imbuh Perawat itu.
Nada kembali merasakan sakit yang teramat padahal baru saja melahirkan putra pertamanya itu kedunia ini.