Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 29. Sameer Balik Ke Jakarta


__ADS_3

Sameer mengantar putrinya hingga ke depan pintu kelasnya. Banyak tatapan mata yang memandang Ayesha yang digandeng oleh Sameer dengan senyuman yang penuh kebahagiaan.


Mereka menyantap makanan itu dengan nikmat dan lahapnya. Tanpa ada suara lagi sama sekali terucap dari bibir keduanya. Hanya dentingan sendok beradu dengan garpu dan juga piring memeriahkan acara makan bersama mereka antara gadis kecil dengan pria yang cukup umur untuk menikah yaitu 30 tahun tapi, masih muda dibandingkan dengan usianya sendiri. Sameer terkesan baby face dengan wajahnya yang sedikit mirip orang timur tengah itu.


"Aku yakin itu papanya Ayesha, coba ibu-ibu perhatikan raut wajah mereka sangat mirip, iya kan?" Imbuhnya seorang perempuan yang kebetulan datang juga mengantar anaknya.


"Iya benar sekali apa yang Ibu katakan, aku bahagia melihat senyuman Ayesha yang sedari tadi terus mengembang, semoga saja apa yang ibu katakan benar adanya kalau ia adalah papanya Ayesha yang selama ini tidak pernah kita lihat sebelumnya," timpalnya ibu yang berambut pendek itu.


Semua orang yang ada di sekolahnya sama sekali tidak mengetahui jika Nada adalah seorang perempuan yang memiliki anak tanpa ikatan pernikahan.


"Sayang, entar sore Papa akan balik ke Jakarta, Mama kamu juga sudah balik kan dari kabupaten Takalar, jika kamu menginginkan sesuatu kamu telpon Mbak Asih dengan Mbak Yuni atau sams Mbak Rini juga boleh," jelasnya Sameer Elrumi Sungkar di hadapan anaknya.


"Apa Papa akan lama di Jakarta?" Tanyanya Ayesha dengan raut wajahnya yang berubah sendu.

__ADS_1


Sameer jelas melihat perubahan itu, ia sangat tahu apa yang terjadi pada anaknya.


"Insya Allah.. Papa akan segera kembali secepatnya dan bantuin doa dong supaya papa dan mama segera bersatu," harapnya Sameer.


Ayesha segera menyeka air matanya yang diam-diam jatuh menetes membasahi pipinya itu. Ia menganggukkan kepalanya lalu berusaha untuk tersenyum


"Amin… aku akan selalu doakan yang terbaik untuk kalian," imbuhnya Ayesha.


Sameer merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah buku. Ternyata buku itu buku tabungan junior khusus untuk Ayesha putrinya dengan kartu kredit.


Aysha pun meraih punggung tangan papanya itu untuk ia cium dengan penuh takzim. Berselang beberapa menit kemudian, Sameer sudah meninggalkan halaman sekolah Atirah.


"Hati-hati Papa!" Teriaknya Ayesha melepas kepergian papanya yang akan balik ke ibu kota Jakarta.

__ADS_1


Menjelang shalat isya, suara deru mesin mobil terdengar jelas di depan rumahnya. Ayesha Almeera Aliya Sungkar yang sedang mengerjakan tugasnya segera berlari setelah menyadari kalau itu adalah mamanya.


"Mbak Rini! Sepertinya itu Mama kan!" Ujarnya yang sudah berlari ke arah depan pintu utama rumahnya untuk membukakan khusus untuk Nada seorang.


"Assalamualaikum," sapanya Nada Atiilah Ahmad dengan seulas senyumannya dipersembahkan untuk putri semata wayangnya tersebut.


"Waalaikum salam," jawab keduanya yaitu Ayesha dan Mbak Rini.


Ayesha sudah bergelantungan di lengan mamanya itu," Mama, saya kangen banget sama Mama," tuturnya Ayesha yang bahagia melihat kepulangan mamanya dari luar daerah.


"Syukur Alhamdulillah, kalau putriku ini merindukan mamanya, oiya Mbak Rini tolong ambil buah semangka sama jagung, aku taruh di belakang mobil itu dibagasinya yah!" Nada sedikit berteriak karena Mbak Rini sudah berjalan menjauh dari dalam rumah.


"Ya Allah… satukanlah Mama dengan Papa dalam tali ikatan suci sakral pernikahan, aku ingin melihat kedua orang tuaku bersatu, masa diusianya yang sudah menginjak ke 27 belum nikah juga, aku berharap juga supaya mama tidak perlu repot-repot untuk bekerja keras banting tulang untuk menghidupiku ya Allah…," batinnya Ayesha yang masih dalam pelukan mamanya.

__ADS_1


Rasa lelah dan capeknya Nada tergantikan dengan senyuman bahagia karena sudah bertemu dengan anaknya itu.


__ADS_2