Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 32. Kejutan


__ADS_3

Nada merogoh tasnya untuk mencari keberadaan kunci rumahnya. Ia segera memasukkan kuncinya dengan terburu-buru kemudian memutar kenop pintunya karena sudah mulai khawatir dan cemas dengan apa yang terjadi pada anak semata wayangnya dengan Mbak Rini.


"Ya Allah... semoga saja putriku dengan Mbak Rini baik-baik saja, aku sangat takut ya Allah... cukup sudah aku kehilangan Mbak Annisa untuk selamanya," lirih Nada dengan kedua bola matanya sudah berembun dan berkaca-kaca.


Pintu itu terbuka lebar dan matanya Nada dibuatnya terbelalak, melotot dan mulutnya menganga saking terkejutnya melihat apa yang terjadi di dalam ruangan tamunya. Air matanya menetes membasahi wajahnya tanpa aba-aba.


Nada membuka pintunya dengan tergesa-gesa karena ia sudah khawatir dengan kondisi dari anak tunggalnya dengan Mbak Rini. Karena tidak biasanya terjadi hal seperti sekarang ini.


Setelah pintu itu terbuka, kedua matanya membelalak dan melototkan matanya saking terkejutnya melihat apa yang terjadi di dalam rumahnya itu.


"Happy birthday sayang!" Ucapnya pria yang telah memberikan dia seorang putri yang sangat cantik.


Tubuhnya langsung tak mampu bergerak, lidahnya keluh seketika, tapi air matanya menetes membasahi pipinya itu mewakili semua perasaannya saat itu juga.


"Selamat ulang tahun Mama!" Imbuhnya Ayesha Almeera Aliya Sungkar yang telah memeluk tubuh mamanya itu.


Rumahnya sudah disulap dengan berbagai pernak pernik ulang tahun. Dekorasi rumahnya itu dikerjakan langsung oleh ketiga asisten rumah tangganya Sameer dan juga berkat bantuan dari teman kerjanya Nada sendiri.


Di pojokan rumahnya tepatnya di dalam ruang tamu minimalisnya sudah dipenuhi dengan berbagai hidangan makanan yang masih beberapa mengepul asapnya hingga aromanya kelezatan makanan itu tercium ke rongga hidung semua orang yang memenuhi rumahnya.


Sedang Sameer masih setia berdiri tepat di hadapannya Nada Atiillah Ahmad dengan senyuman termanisnya dipersembahkan khusus untuk Nada.


Mbak Rini tersenyum simpul, "Tiup dong lilinnya Mbak Nada masa dianggurin gitu kasihan Pak Sameer entar wajah gantengnya kena asap dari lilin!" Candanya Mbak Ririn.


Mendengar perkataan dari Mbak Rini membuat wajahnya merah merona saking malunya dengan apa yang sedang ia lakukan itu.

__ADS_1


"Jangan lupa berdoa Mama sebelum tiup lilinnya," pintanya Ayesha.


Nada menundukkan kepalanya lalu meniup lilin tersebut, "Aku berharap hari awal dari kebahagiaanku dan keluarga kecilku," bathin Nada seraya meniup lilin tersebut yang berjumlah tiga batang.


Setelah lilin padam yang telah ditiupkan oleh Nada semua lampu di dalam rumahnya pun ikut menyala.


Nada semakin dibuat tercengang mendapati beberapa rekan kerjanya berada di dalam rumahnya. Dan yang paling membuatnya terkejut adalah kedatangan pria yang sudah mulai ia cintai setulus hatinya. Pria yang selalu ia rindukan dan nantikan kedatangannya.


Malam itu tepat di hari ulang tahunnya yang ke 27 tahun banyak kejutan yang dia dapatkan. Satu persatu dari orang yang memenuhi rumahnya itu memberikan ucapan selamat ulang tahunnya untuknya.


"Ya Allah… kebahagiaan yang tidak terkira yang Engkau berikan untukku, syukur Alhamdulillah makasih banyak ya Allah…" gumamnya Nada.


"Potong kuenya… potong kuenya sekarang juga… sekarang juga…!" Teriaknya semua orang yang sekitar ada sepuluh orang lebih di dalam sana.


Nada tidak mampu lagi menahan rasa harunya dan bahagiaannya. Hingga hanya air mata yang mampu menyiratkan dan mengungkapkan segala perasannya hari itu.


Sameer spontan menarik tubuhnya Nada kedalam dekapan hangatnya pelukannya itu. Apa yang dilakukan oleh Sameer membuat semua sahabat dan teman rekan kerjanya yang kebetulan hadir di tempat tersebut cukup dibuat terkejut dan saling bertatapan satu sama lain dengan tanda tanya besar.


"Apa pria itu calon suaminya Mbak Nad" batinnya Deni.


Amelia diam-diam menatap ke arah Sameer dengan Ayesha secara bergantian, "Aku perhatikan dari wajahnya kok banyak banget kemiripannya dengan Ayesha anaknya Mbak Nada, apa jangan-jangan dia adalah papanya Ayesha!" Amelia membatin.


Nada segera melepaskan pelukannya Sameer karena cukup malu dan hal itu membuatnya agak risi karena hubungan mereka hanya sekedar mantan tunangan bukan suami istri yang seharusnya berpelukan di hadapan orang lain yang kebetulan banyak itu. Wajahnya Nada semakin memerah seperti buah apel saja.


Mbak Rini memberikan pisau khusus pemotong kue dengan sebuah piring dengan sendok plus garpunya. Nada segera memotong kue tar tersebut. Nada kembali dibuat kebingungan. Siapa orang yang pertama akan dia berikan potongan kue pertamanya itu.

__ADS_1


Dulu setiap kali ia ulang disaat saudara angkatnya Mbak Annisa masih hidup potongan kue nya pasti untuk beliau dan setelah Mbak Annisa meninggal dunia barulah kuenya untuk Ayesha satu-satunya anggota keluarganya yang dimilikinya saat itu juga.


"Sepertinya Mbak Nada ragu deh suapan kuenya untuk siapa! Kalau gitu untuk kami saja Mbak!" Celetuknya Amirah salah satu rekan kerja di Al Fa Mi di.


"Hu!!! Mau loh enggak seru kalau sama kamu mendingan sama aku!" Guraunya Rudi.


Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar candaan dari semua orang. Sameer hanya bisa berharap agar Nada memberikan untuknya. Tanpa terduga dan diluar ekspektasi dan prediksi mereka.


Nada hanya melangkah kakinya selangkah saja dan mereka sudah berhadapan dengan Sameer. Mbak Rini segera berinisiatif bertindak cepat untuk mengambil kue tar yang masih setia dalam genggaman tangan bosnya itu.


Nada tanpa ragu sedikitpun untuk memberikan suapan sekaligus potongan pertama untuk Sameer Elrumi Sungkar. Sameer yang mendapatkan hal spesial tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut.


Banyak orang yang bersorak gembira saking bahagianya melihat kedua pasangan sejoli itu. Sameer tanpa banyak pikir lagi segera merogoh saku celananya itu lalu segera berlutut di hadapan Nada. Apa yang dilakukan oleh Sameer kembali membuat semua orang terdiam sesaat dengan aksi nekat dan beraninya Sameer.


"Nada Atillah Ahmad, apa kamu bersedia menjadi istriku dan sekaligus menjadi pendamping hidupku hingga akhir waktuku dan menjadi ibu dari anak-anakku?" Tanyanya Sameer yang berniat melamar Nada di hadapan orang banyak.


Nada yang dipegang tangannya oleh Sameer sedangkan tangan kirinya Sameer memegang sebuah kotak buludru berwarna merah itu yang sudah terbuka memperlihatkan sebuah cincin yang sangat cantik dan indah dengan tengahnya bertatahkan batu berlian yang sangat cantik dan tentunya mahal.


Nada shock mendengar pernyataan dari mulutnya Sameer. Ia meneteskan kembali air matanya yang semakin tidak terbendung lagi.


"Ayo Mbak Nada terima saja, apa Mbak enggak takut dengan tikung sama wanita lain!" Pekiknya Mbak Rini.


"Iya itu benar sekali Mbak Nada,kalau aku langsung jawab Yes saja tak pakai mikir lagi!" Timpalnya Mbak Yuni.


Ayesha segera menyentuh lengan mamanya itu dan menatap penuh harap ke arah mamanya.

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrahim…" lirihnya Nada.


__ADS_2