Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 50


__ADS_3

"Nyonya Muda silahkan temani Tuan Muda makan, aku saja yang akan ke depan untuk ngecek kira-kira tamunya itu siapa!" Pintanya Mbak Ririn yang sudah berjalan meninggalkan mereka bertiga saling adu pandang.


Nada kembali duduk sedangkan Sameer merasakan feeling yang tidak enak karena sehari sebelumnya mengalami kejadian yang cukup aneh, tapi apa yang ia alami hanya dia sendiri yang mengetahuinya dan belum berniat untuk membicarakannya dengan orang lain.


"Ya Allah… siapa orang yang iseng banget menyimpan di dalam mobilku padahal aku sudah cek cctv tapi, sama sekali tidak kelihatan wajahnya orang itu dan apa dia cewek atau seorang pria," Sameer terdiam seraya membatin sambil mengingat kejadian dua hari lalu.


Nada sudah selesai makan sedangkan suaminya masih belum selesai karena kadang terdiam tanpa berbicara sedikit pun hanya matanya yang mengisyaratkan sesuatu yang hanya dia dan Allah SWT yang tahu apa yang sedang dipikirkan.


"Siapa yah yang bertamu siang bolong gini? Selama saya tinggal bersama dengan Mbak Nada saya bisa dibilang dihitung jari tamunya Mbak Nada yang datang siang," gumamnya Mbak Ririn.


Mbak Ririn pun membuka pintu rumahnya lalu ia terkejut melihat siapa orangnya karena kebetulan orang itu berbalik badan dan memakai helm dan juga masker ketika menghadap ke arah Mbak Ririn pria itu sama sekali tidak tersenyum padahal biasanya kalau pengantar paket itu selalu mengumbar senyumannya walaupun terbilang mahal dan tipis.


"Maaf Pak Anda cari siapa yah?" Mbak Ririn memperhatikan dari ujung rambut hingga ujung kaki hingga gerak gerik orang itu pun tak luput dari perhatiannya.


"Ya Allah… siapa yah orang ini serasa aku pernah melihatnya tapi,di mana yah! Lagian seingat dan setahuku tidak ada yang memesan barang lewat online deh!" Batin Mbak Ririn.


"Maaf Bu ini ada paket atas nama Mban Nada Atilah Ahmad alamat jalan Tanjung nomor 19, sudah benar yah alamatnya dengan namanya juga pemilik rumah ini?" Ujarnya laki-laki kurir yang memakai helm merah itu.


"Benar sekali, emang kenapa Pak kalau boleh tahu?" Mbak Ririn masih bertanya-tanya siapa orang yang mengirim paket tersebut karena ternyata orang yang mengirim tidak mencantumkan nama si pengirimnya.


"Ini ada paket untuk Ibu Nada dari sahabatnya apa Mbak Yuni namanya Mbak Nada?"


"Maaf aku bukan Mbak Nada tapi, asisten rumah tangganya nanti aku saja yang sampaikan nantinya karena kebetulan Nyonya Muda ada di dalam," jelasnya Mbak Ririn.


"Kalau gitu tolong diterima Mbak yah, makasih banyak," ucapnya Kurir itu lalu terburu-buru berjalan dan tatapan matanya terus tertuju pada ke arah dalam rumahnya Nada yang baru sekitar dua minggu ia tempati selama sudah menikah dengan suaminya itu yang kebetulan Sameer berjalan ke arah pintu juga.


"Siapa Mbak Ririn?" Sameer berjalan ke arah pintu karena dibuat kepo dan penasaran dengan sosok orang yang menekan tombol belnya.


"Ini Tuan kurir yang mengantar paket katanya kiriman untuk Nyonya Muda dari sahabatnya," ucap Mbak Ririn sembari memeriksa kotak tersebut yang seukuran dengan kotak sepatu.

__ADS_1


"Orangnya mana?" Sameer melihat ke sekelilingnya tapi, belum melihat orang yang dimaksud asisten rumah tangganya itu.


Mbak Ririn memutar badannya ke arah belakang," eeh tadi ada disini, mungkin orangnya sudah pulang!" Tuturnya Mbak Ririn yang mengangkat kedua pundaknya itu.


Nada setelah membantu Mbak Yuni membereskan perlengkapan makannya lalu kemudian segera mengikuti langkah kaki suaminya dari belakang.


"Mas, siapa yang datang?" Nada pun ikut penasaran dengan sosok orang misterius itu.


Sameer merangkul istrinya itu dengan penuh kemesraan, "Dia sudah pergi sayang katanya ada titipan nih untuk kamu," jelas Sameer.


Nada mengerutkan keningnya tanda keheranan karena merasa tidak sedang menunggu pesan apa pun atau kiriman apapun juga," kilahnya Nada.


Sameer mengecup sekilas keningnya Nada, "Gimana kalau paketnya dibuka saja sayang, Mas juga penisirin nih mau tahu juga apa sih isinya," pintanya Sameer.


Mbak Ririn yang melihat kebucinan itu pengantin baru itu segera pergi dan cabut dari sana dari pada dibuat baperan dan pengen ujungnya. Jadi Mbak Ririn memilih untuk pergi saja jalan yang terbaik.


Nada tersenyum sumringah membuka bungkusan kotak tersebut dan betapa terkejutnya ketika tutup kotak itu terbuka.


"Aahhh!!!" Jeritnya Nada yang histeris melihat isi dalam kotak tersebut.


Nada melempar kotak yang awalnya dalam genggamannya itu. Ia langsung terhuyung ke belakang saking shock melihat isi dalam kotak itu.


Sameer yang melihat istrinya segera bertindak dan mengambil kotak yang sudah terlempar. Bu Anni dan beberapa asisten rumah tangganya segera berjalan ke arah depan rumah mereka setelah mendengar teriakannya dari mulutnya Nada yang cukup melengking itu.


"Mas!! Apa itu! Kenapa ada banyak darah!' pekiknya Nada yang hampir saja terduduk di atas sofa ruang tamu rumahnya.


Untung saja Sameer segera cepat bertindak untuk menolong Istrinya itu.


"Sameer! Apa yang terjadi kenapa istrimu berteriak seperti orang yang kesurupan saja!" Teriaknya Bu Annie yang terkejut melihat cucu menantunya yang sudah menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Sameer menatap ke arah neneknya yang sudah duduk menenangkan Nada," aku juga kurang tahu Nek! Karena Nada tadi waktu buka kotaknya bertepatan dengan hpku bunyi," tampiknya Sameer yang sudah memeluk tubuh istrinya itu agar segera tenang karena Nada sudah menangis tersedu-sedu melihat isi kotak itu.


Mbak Nada segera mengambil kotak itu dan dia juga berteriak kencang dan sudah berlari ke arah luar karena ingin memuntahkan isi perutnya.


"Nyonya Besar itu!!" Tunjuknya Mbak Ririn yang sudah tidak mampu berbicara untuk menjawab pertanyaan dari Ibu Annie.


Raut wajahnya Nada sudah semakin nampak pucat pasi, keringatnya bercucuran membasahi sekujur tubuhnya dan juga wajahnya itu saking takut melihat isi kotak kiriman yang ditujukan untuknya.


Sameer yang melihat istrinya segera bertindak dan mengambil kotak yang sudah terlempar. Bu Anni dan beberapa asisten rumah tangganya segera berjalan ke arah depan rumah mereka setelah mendengar teriakannya dari mulutnya Nada yang cukup melengking itu.


"Mas!! Apa itu! Kenapa ada banyak darah!' pekiknya Nada yang hampir saja terduduk di atas sofa ruang tamu rumahnya.


Untung saja Sameer segera cepat bertindak untuk menolong Istrinya itu.


"Darah! Maksudnya darah apa sayang?' tanyanya Sameer yang sedikit kebingungan dan juga heran dengan perkataan dari Nada yang sudah gemetaran.


Sameer segera memeluk tubuhnya Nada agar segera tenang dan berhenti untuk menangis.


"Mas, aku takut!' rengeknya Nada dengan penuh manja.


"Kenapa kamu harus takut,ada Mas disini kok," ujarnya Sameer yang memeluk erat tubuhnya Nada yang masih gemetaran.


"Sameer! Apa yang terjadi kenapa istrimu berteriak seperti orang yang kesurupan saja!" Teriaknya Bu Annie yang terkejut melihat cucu menantunya yang sudah menangis tersedu-sedu.


Mbak Rini sudah terduduk di depan garasi mobil sambil memuntahkan seluruh isi perutnya itu.


Mbak Yuni memijit tengkuk lehernya Mbak Ririn," apa yang terjadi padamu Mbak kenapa aku bisa seperti ini?" Tanyanya Mbak Yuni yang merasa ada hal aneh dengan kotak itu.


"Mang Udin! Tolong ambil kotak itu aku ingin melihat apa isinya kenapa semua orang ketakutan dengan kotak itu dan sudah membuat heboh seluruh isi rumah!" Gerutunya Ibu Anni neneknya Sameer yang masih hidup seperti layaknya seorang mama saja untuk Sameer dan juga Nada.

__ADS_1


__ADS_2