Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 58. Rencana


__ADS_3

Nada begitu terkejut mendengar penuturan dari Mbak Ririn yang mengatakan bahwa dirinya sedang hamil. Karena itu untuk memastikan hal tersebut, mereka segera menuju salah satu klinik dokter praktek spesial kandungan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter terbaik hasil rekomendasi dari beberapa tetangganya itu.


"Kalau aku hamil, kenapa perasaanku aku berbeda dengan ketika aku melahirkan Ayesha putriku," batinnya Nada dengan raut wajahnya yang kebingungan.


Tapi, kebingungan itu sudah terpecahkan ketika mendengar perkataan dan penjelasan dari ibu Dokter yang mengatakan kalau dia positif hamil dan yang paling mengejutkan adalah dirinya ternyata hamil anak kembar.


Dokter mulai memeriksa perutnya Nada yang sudah seperti ada tonjolan sedikit, "Coba lihat di layar monitornya, ini bayinya ibu yang sudah mulai membesar dan ini juga ada sepasang di dalam rahimnya ibu," jelasnya Bu Dokter.


Nada mengerutkan keningnya mendengar penjelasan dari Bu Dokter sedangkan Mbak Ririn sudah bereaksi diluar dugaan.


"Apa!! Calon bayi Nyonya Nada kembar!" Beonya Mbak Ririn dengan raut wajahnya yang terkejut, bahagia, sumringah dan juga belum yakin bercampur dalam satu bagian dalam perasaannya.


Kebahagiaan membuncah ke dalam dadanya saking terkejutnya mendengar berita besar nan gembira itu. Mbak Ririn pun sebagai asisten rumah tangganya sangat antusias menyambut berita gembira tersebut.


Mbak Ririn mendekati Nada dengan senyuman gembiranya yang tulus tercurahkan untuk Nyonya nya, "Nyonya Muda,selamat yah atas kehamilannya, semoga kalian bertiga sehat selalu hingga lahiran," imbuhnya Mbak Ririn seraya memeluk tubuhnya Nada.


Nada meyambut pelukan hangatnya Mbak Ririn dengan suka cita pula," Amin… makasih banyak Mbak, aku sungguh bahagia mendengarnya karena pernikahan kami hampir satu tahun baru saya bisa hamil buah cinta kami ini," pungkas Nada yang tersenyum kegirangan.


Dokter pun tersenyum bahagia melihat kegembiraan dari dua perempuan itu karena menyambut berita bahagia tersebut. Nada dan Mbak Ririn sudah duduk kembali ke hadapan Bu dokter.


"Ini resep obat dan vitamin yang sangat bagus untuk bayi dan ibunya, tolong segera ditebus, saya doakan semoga kehamilannya lancar dan baik-baik saja hingga lahiran dan kelak jadi anak yang sholeha dan sholeh hingga besar nanti dan tolong setiap bulannya datang untuk cek up untuk mengontrol kesehatan ibu dan bayinya," tuturnya Bu Dokter.

__ADS_1


Nada tersenyum penuh kebahagiaan," makasih banyak ya ibu Dokter atas bantuannya kami pamit pulang dulu!" Ucapnya Nada yang senyuman diwajahnya tak pernah pudar sedikit pun.


"Sama-sama Bu," timpalnya Bu Dokter Naira.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di rumahnya. Mbak Ririn dengan semangatnya menginformasikan hal baik tersebut. Tapi, Nada memberitahu kepada mereka agar tidak ada satupun dari mereka yang memberitahukan kepada suaminya Sameer Elrumi Sungkar karena ia akan memberikan kejutan dihari jadi pernikahan mereka.


"Apa kalian bisa membantuku untuk sementara waktu merahasiakan semua info ini dari Mas Sameer?" Tanyanya Nada yang sudah duduk di salah satu sofa yang ada di dalam ruangan keluarganya dengan diapit dari ketiga asisten rumah tangganya dan juga dua security,tukang kebun sekaligus supir pribadinya itu mereka menyimak dengan baik.


"Sip Bos!!" Teriaknya Pak Udin.


"Siap Nyonya Muda! Kami akan melaksanakan sesuai dengan keinginannya Nyonya Nada," jawab mereka serentak.


Nada tersenyum karena mereka sudah mengerti dan memahami dengan semua persyaratan dan keinginan Nada dengan baik. Nada mengelus perutnya yang sudah sedikit buncit itu dengan penuh kasih sayang.


"Kami akan mengerjakan sesuai dengan keinginannya Nyonya, Nyonya tidak perlu khawatir cukup fokus saja pada kehamilan Nyonya dan persiapan ulang tahun pernikahannya Nyonya Insya Allah… akan berjalan sesuai keinginan Nyonya Muda, atau masih ada mungkin rencananya Nyonya?" Tanyanya Mbak Yuni.


Mbak Titin dan yang lainnya ikut menimpali percakapan mereka," kami siap membantu dan melancarkan kegiatan tersebut,"


Nada terdiam sesaat untuk memikirkan acara apa yang akan ia laksanakan dua lima hari lagi dari sekarang. Semua orang menunggu kira-kira apa yang akan dikatakan dan disampaikan oleh Nada kepada mereka semua.


"Hari Kamis nanti, saya ingin kita mengadakan syukuran kecil-kecilan yang akan mengundang teman-teman saya dulu, tetangga dan juga anak yatim piatu dan juga ibu-ibu majelis taklim kalau bisa emak-emak nya teman sekelas dan sekolahnya Ayesha juga kita undang semua,"

__ADS_1


"Itu ide yang bagus Nyonya, serahkan padaku masalah makanan yang akan disajikan dalam acara tersebut yang penting pulus,mani piro ada," guraunya Mbak Titin kharisma yang bertugas bagian konsumsi setiap kali ada acara maupun hajatan di rumahnya Nada.


"Mbak Ririn yang bertugas untuk mengurus undangan gimana, apa sanggup Mbak sebagai petugas lapangan?" Tanyanya Nada ke hadapan nya Mbak Ririn karena cuma dia satu-satunya asisten rumah tangganya yang menguasai jalan di seputar Makassar dan pintar mengemudikan mobil.


"Siap Nyonya, apapun itu akan saya laksanakan demi kebahagiaan keluarga besar Nyonya," imbuh Mbak Ririn yang selalu tersenyum bahagia.


"Baiklah kalau begitu, aku pamit dulu mau istirahat, soalnya capek dan mataku ngantuk banget," Nada sudah ingin beranjak dari tempat duduknya itu tapi segera dicegah oleh Pak Kadir dan Pak Udin bersamaan.


Mbak Titin menatap ke arah Pak Udin, sedangkan Pak Kadir memberikan kode kepada Mbak Yuni untuk segera menyampaikan niat dan keinginan mereka selama beberapa hari ini.


"Nyonya Muda!!" Teriak mereka secara bersamaan.


Nada menatap intens ke arah kedua pria single itu dengan tatapan tajam dan menautkan kedua alisnya itu.


"Kamu duluan saja ngomong Pak Udin," pintanya Pak Kadir.


"Mbak, saya ingin melamar dan menikahi Yunita Siregar bulan ini juga, apa Nyonya Muda tidak keberatan jika saya mempersunting perempuan yang sudah lama saya cintai dengan sepenuh hatiku?"


Semua mata tertuju pada dua insan pasangan itu yang sama-sama dimabuk cinta. Pak Kadir cukup terkejut karena ternyata apa yang juga ia rencanakan dan niatkan itu sama dengan mereka berdua.


Nada kembali duduk di tempatnya semula dengan tatapan yang dikit sulit untuk diartikan, dengan cara menatap intens mereka satu persatu sebelum membuka mulutnya itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah aku bahagia mendengar mereka akan menikah, tapi aku bermain sebentar dulu aaahh kerjain mereka," batinnya Nada yang tersenyum penuh maksud.


__ADS_2