Kau BahagiaKu

Kau BahagiaKu
Bab. 9. Lamaran


__ADS_3

Sameer yang ditatap oleh mamanya segera semakin tersenyum malu-malu karena hampir semua orang menatapnya dengan tatapan mata yang berbeda-beda.


"Jadi kita mulai sekarang acara lamarannya atau masih menunggu orang lagi?" Tanyanya Pak Syam pamannya Sameer.


"Kita tunggu sebentar lagi, karena pak RT dan pak RW belum datang Pak," jawabnya Pak Razak imam masjid setempat perumahan tersebut.


Hari itu dilaksanakan acara lamaran yang diselenggarakan oleh Nada dan Sameer Elrumi Satya Muller.


"Ya elah… perempuan seperti ini ya akan dinikahi oleh putraku.. sudah status tidak jelas, punya anak satu tanpa nikah, anak yatim piatu lagi, kerjanya cuma karyawan biasa saja di indo April saja, apa Sameer sudah buta apa!" Umpatnya Bu Sarah Annie Muller yang menatap jengah ke arah Nada yang mengulurkan tangannya untuk ia cium punggung tangannya calon mama mertua nya itu.


Bu Anne Avantie Muller segera menyenggol anak menantunya itu yang sedikit jengkel karena Sarah anak menantunya itu sudah memperlihatkan dengan jelas ketidaksukaannya itu di hadapan orang lain.


Matanya tidak berkedip sedikitpun melihat Nada yang semakin membuatnya pangling melihat gayanya Nada yang membuat hatinya klepek-klepek jatuh cinta.


"Nada! Kenapa semakin hari semakin kamu cantik saja, aku semakin dibuat terkesima melihat kecantikanmu itu," Sameer membatin.


Sameer adalah seorang pengusaha muda,ia membuka beberapa usaha seperti toko tekstil di beberapa daerah yaitu Jakarta, Jawa dan pulau Bali hingga tahun ini ia mencoba peruntungan di daerah Sulawesi.


Berkat kerja keras dan kegigihannya ia bisa membangun beberapa cabang perusahaannya itu.


Sameer dibuat terperangah dan terpesona melihat penampilan barunya Nada dibalut dengan hijab yang menutupi mahkota kepalanya itu dengan cantiknya.


"Apa kamu buta dan tuli, lihat itu calon istrinya putramu ingin mencium punggung tanganmu," ketusnya Bu Anne dengan sedikit memelankan suaranya itu.


Bu Sarah segera melaksanakan perintah akan Ibu mertuanya jika tidak maka ia habis dimarahi dan diomelin nantinya.


Bu Anne maju ke hadapan Nada sambil menyuruh Nada untuk duduk di sampingnya itu, "Sini duduk cantik! Di Sampingnya Nenek," imbuhnya Bu Anne sambil memukul-mukul pelan kursi yang ada di sampingnya itu.

__ADS_1


Nada yang mendengar perkataan dari mulutnya Bu Anne segera berjalan ke arah kursi itu. Tanpa banyak tanya lagi dengan sedikit segan dan malu.


"Bagaimana mungkin acaranya bisa kita mulai berhubungan tokoh masyarakat sudah hadir di tengah-tengah kita," ucapnya Bu Anne yang menatap satu persatu dari semua orang yang sudah hadir.


"Silahkan dimulai saja Nyonya karena kami sebagai wali nya Nada sudah siap menunggu kejelasan dari Nyonya apa maksud dari kedatangan rombongan kalian," imbuhnya Pak Razak Rajali selaku imam masjid di perumahan tersebut.


"Iya untuk menghargai waktu jadi silahkan dibuka saja," timpalnya Pak Syam.


Bu Anne berdehem terlebih dahulu untuk mencairkan suasana," baiklah kami ke sini dengan niat yang baik untuk meminang dan mempersunting ananda Nada Kejora Atiilah Ahmad untuk putra kami Sameer Elrumi Satya Muller," jelasnya Bu Anne neneknya Sameer mama dari pihak papanya.


"Kenapa aku merasakan jika Bu Sarah ibunya Sameer sepertinya tidak merestui rencana pernikahan keduanya, apa karena statusnya Nada yah!" Batinnya Mbak Annisa saudara angkatnya Nada dari panti asuhan.


"Alhamdulillah makasih banyak atas niat baik kalian semua ini, kami sangat bahagia dan terus terang kami mewakili Nada sangat bersyukur dan berterima kasih, bagaimana Nak Nada apa kamu bersedia untuk menikah dan menjadi pendamping hidupnya dengan anak Sameer?" Tanyanya Pak Razak yang menatap teduh dan ramah ke arahnya Nada.


Nada menatap satu persatu dari semua orang yang datang memenuhi rumahnya itu hingga tatapan matanya tertuju pada Sameer calon suaminya hingga sudut bibirnya terangkat ke atas. Sameer sedikit ragu,cemas, bimbang, takut jika Nada menolak keinginannya itu.


"Alhamdulillah, makasih banyak Nak Nada, nenek sangat bahagia karena kamu bersedia mendampingi hidupnya cucu tunggalku ini cucu satu-satunya laki-laki di dalam keluarga kami," ujarnya Bu Anne sembari menepuk pundaknya Sameer.


"Syukur Alhamdulillah… karena lamarannya sudah jelas diterima dengan baik, bagaimana dengan rencananya kapan acara akad nikah dan resepsinya akan dilaksanakan?' tanyanya Pak Syam.


Mereka pun berbincang-bincang santai sambil menikmati beberapa hidangan makanan dan minuman yang disuguhkan oleh pihaknya Nada. Mereka sudah menetapkan dan memutuskan untuk memilih hari minggu yang akan datang adalah hari kebahagiaan keduanya.


"Jadi dua minggu dari sekarang adalah hari acaranya, semoga acaranya berjalan lancar dan sukses tanpa adanya hambatan ataupun halangan dan rintangan yang menghadang acaranya," jelas Pak Syam.


Berselang beberapa menit kemudian setelah mereka selesai makan siang rombongan mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing.


Dua hari kemudian, Nada yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya untuk mengatur beberapa barang-barang dilemari etalase kaca dan beberapa rak lemari dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang berdiri di belakangnya.

__ADS_1


"Maaf Mbak! Kalau mie instannya rasa ayamnya apa sudah habis stoknya atau masih ada?" Tanyanya Pria yang sedang kebingungan mencari mie tersebut yang sesuai dengan keinginannya.


Nada yang mendengar seruan seseorang segera bangkit dari tempatnya lalu mengarahkan pandangannya ke arah pria itu. Nada di buat terkejut saking terkejutnya melihat ternyata pelanggannya adalah pria yang sudah berstatus calon suaminya yang tersisa menghitung hari mereka akan resmi menjadi suaminya itu.


"Mas Sameer!" Cicitnya Nada.


Sameer pun dibuat terkejut melihat ternyata calon istrinya bekerja di swalayan yang sudah menjamur di seluruh pelosok Indonesia itu.


"Nada!" lirihnya Sameer yang tersenyum ramah melihat Nada.


"Mas! Kok bisa ada di sini? Tadi aku kira siapa yang mencari mie ternyata Mas Sameer," ujarnya Nada.


Sameer tersenyum tipis menanggapi perkataan dari Nada tersebut," ginilah rasanya kalau hidup sendiri di kotanya orang dan belum ada yang masakin makanan," guraunya Sameer yang memilih beberapa makanan instan yang ada di rak lemari.


Nada yang mendengar perkataan candaan dari calon suaminya itu tersenyum dan merasa tersipu malu di hadapannya Sameer.


"Apa Mas Sameer nanti sore ada di rumah atau masih di luar kerja? Tanyanya Nada yang berjalan tergesa-gesa ke arah mesin kasir karena kebetulan temannya yang berjaga di meja kasir sedang mengurus sesuatu di luar.


Sameer yang mendengar perkataan dari calon istrinya itu tersenyum penuh kemenangan," Insya Allah sekitar jam lima sebelum magrib aku sudah ada di rumah, emangnya kenapa?" Tanyanya Sameer sambil mengulurkan semua barang belanjaannya ke meja kasir.


"Apa aku boleh jalan-jalan ke rumahnya Mas? Itupun kalau Mas tidak keberatan," pungkasnya Nada seraya menghitung semua jumlah dari belanjaannya Sameer.


Sameer tersenyum kegirangan dan dalam hatinya bersorak gembira saking bahagianya karena rencananya yang berhasil dengan sukses.


"Boleh, kapan pun kamu mau datang! datang saja saya sama sekali tidak keberatan bahkan sangat bahagia jika kamu datang," sanggahnya Sameer sembari mengambil dompetnya dari dalam saku celananya itu.


"Kalau gitu tunggu aku yah Mas! Tapi mungkin agak malam datangnya soalnya aku harus selesaikan pekerjaan aku dulu baru otewe ke sana," balas Nada yang mengembalikan sisa uang belanjanya kepada Sameer.

__ADS_1


Sameer mengambil semua barang belanjaannya dan juga uang kembaliannya," aku tunggu kamu sampai kamu datang, Mas akan kirimkan alamat rumahnya Mas!" Terang Sameer sambil berlalu dari hadapan Nada yang masih tersenyum manis ke arahnya Sameer.


__ADS_2