
Nada berbicara seperti itu untuk menegaskan jika ia tidak ingin membatasi pergaulan suaminya. Sameer tidak lagi menanggapi perkataan dari mulutnya Nada. Tetapi, ia langsung me lu mat bibir seksinya Nada hingga tubuhnya Nada terhimpit dengan tubuhnya Sameer. Suara deru nafas keduanya saling memburu dan mengisi ruangan lift tersebut.
Ting…
Suara lift yang terbuka mengakhiri kegiatan mereka di malam itu. Sameer segera menggendong tubuhnya Nada hingga ke depan kamar tidur yang sudah dipesannya sebelumnya. Nada segera mengalungkan tangannya karena takut jika ia terjatuh.
Sameer tanpa ragu langsung menggendong tubuh istrinya itu ke dalam kamar hotel yang telah dipesan sebelumnya. Hotel Clarion Makassar telah dipilihnya untuk melewati malam pertama di hari pertama mereka menikah sekaligus malam kedua yang akan nantinya mereka akan lalui dalam ikatan suci sakral tali pernikahan.
Nada mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu. Ia tidak menyangka jika suaminya sudah mempersiapkan dia kamar tidur yang sangat cantik dan mewah spesial dari khusus untuk dia seorang.
Kamar yang sudah dihiasi dengan berbagai bunga mawar ada yang kuning,ungu, putih tapi hanya bunga mawar merah yang memenuhi seluruh isi ranjangnya dengan tengahnya dihiasi bunga mawar merah berbentuk love dan paling lucunya diatas meja bundar ada sepasang kekasih angsa putih yang saling mematuk satu sama lainnya.
Nada Atillah Ahmad memandangi wajah suaminya dengan tatapan yang penuh kasih sayang dan mendamba, "Ya Allah… aku mungkin wanita yang paling bahagia di dunia ini, telah mendapat suami yang sangat penyayang, pengertian, dewasa dan bijaksana walaupun kami awalnya bertemu dengan kejadian yang cukup mengiris hatiku tapi, tanpa insiden itu kami mungkin tidak akan menikah dan bersatu hari ini," batinnya Nada.
__ADS_1
"Apa kamu sudah puas memandangi wajahku yang gantengnya mengalahkan Jungkook?" Sameer tersenyum sumringah karena melihat Nada memujanya lewat tatapan matanya yang tajam itu.
Nada langsung menundukkan wajahnya lalu menyandarkan kepalanya ke dalam dada bidangnya Sameer Elrumi Sungkar. Ia tersipu malu saking malunya karena kedapatan telah memperhatikan dengan seksama wajahnya Sameer dalam diamnya.
Sameer menurunkan tubuhnya Nada dengan sangat hati-hati dan perlahan-lahan seolah Nada sebuah guci antik yang dibuat beberapa puluh tahun lalu sehingga memperlakukannya dengan sangat pelan dan penuh kehati-hatian.
"Apa kamu menyukai kamar ini?" Tanyanya Sameer sambil menjatuhkan beberapa kelopak bunga mawar merah ke atas kepalanya Nada yang tertutup hijab berwarna peach blossom itu.
Nada semakin wajahnya dibuat malu saking bahagianya mendapatkan perlakuan lembut dan romantis dari pria yang dicintainya itu. Dia menganggukkan kepalanya tanda setuju dan mengiyakan perkataan dari mulutnya Sameer.
Walaupun sangat malu dan ia agak sungkan untuk melaksanakannya sesuai dengan petunjuk dan arahan dari para ibu-ibu dan emak-emak latihan kilat tiga hari lalu.
Nada segera menarik tangannya Sameer hingga tubuh mereka saling berhadapan langsung," suamiku aku masuk kamar mandi dulu baru kita mulai apa yang mas ingin lakukan," imbuhnya Nada lalu mengecup penuh kelembutan bibir seksinya Sameer.
__ADS_1
Sameer yang mendapatkan perlakuan seperti itu cukup dibuat terperangah dengan reaksi dari kelakuannya Nada karena, selama mereka saling kenal,ia tidak pernah berbuat seperti itu apalagi untuk langsung bertindak menggodanya.
Sameer menyentuh puncak bibirnya itu," aku sangat menyukai gayamu istriku, semoga kamu kuat melayaniku malam ini kalau perlu tidak usah tidur sampai pagi, karena Bapak-bapak itu sudah mengajariku dengan berbagai trik dan gaya yang aku yakin akan memanjakannya tapi,apa aku berani yah karena selama ini aku berani hanya bercanda saja," Sayed duduk di ranjangnya yang melamunkan bakal apa yang akan terjadi kedepannya.
Apa yang dilakukan oleh Sameer sama sekali tidak membuat Ia tersadar jika, Nada sudah berdiri di belakangnya.
"Semoga saja Mas Sameer tidak marah jika aku memakai pakaian seperti ini, tapi apa kira-kira Mas Sameer menyukai ini yah?" Nada berdiri mematung di tempatnya semula saking kebingungan dengan apa yang akan ia lakukan selanjutnya dengan pakaian lingerie hadiah dari Mbak Ririn.
Sameer sama sekali tidak menyadari kedatangan Nada yang sedari tadi berdiri seperti patung. Nada teringat kembali dengan perkataan dari Mbak Ririn ketika memberikan paper bag ke dalam tangannya kemarin malam.
"Apa aku sebaiknya mematikan lampu saja yah agar Mas Sameer tidak mengetahui kedatanganku dengan memakai pakaian seperti ini yah!" Gumam Nada.
Nada berjalan perlahan, berjinjit dan mengendap-endap seperti maling saja yang takut ketahuan dengan tuan rumah. Apa yang dilakukan oleh Nada yang sudah memadamkan lampu utama dan mengganti dengan lampu tidur.
__ADS_1
Nada duduk di atas ranjang bagian ujungnya lalu terdiam sesaat menunggu reaksinya Sameer, tapi karena beberapa menit ia menunggu Sameer bereaksi tetapi hingga detik itu juga Sameer masih asyik dan sibuk dengan pemikirannya sendiri.
"Mungkin Mas Sameer tidak ingin aku berpakaian seperti ini sampai-sampai ia tidak berniat sedikitpun untuk melihatku walaupun sesaat saja, aku sangat sedih dan jujur aku juga kecewa," cicitnya Nada lalu kemudian menarik selimutnya hingga menutupi bagian seluruh tubuhnya dan hanya wajahnya saja yang kelihatan jelas.