Kau Rela Ku Lepas

Kau Rela Ku Lepas
Ch35 : Rumitnya Cinta


__ADS_3

Terkadang setiap pasangan, ingin dicemburui. Katanya sebagai bentuk cinta.


Namun kadang pula ada yang risi dengan ke posesifan. Sebab baginya yang terpenting adalah rasa percaya.


Lima tahun menjalani biduk rumah tangga dengan Meisya. Entah mengapa, sore itu Ali ingin membuat istri pertamanya cemburu.


Tentu bukan tanpa alasan, sadari ia kecelakaan. Meisya terlihat tidak memiliki effort untuk mengurusnya. Entah apa alasannya. Akan tetapi melihat hal itu, ia menafsirkan. Jika istri pertamanya minder dengan keluwesan Wan Aina. Saat merawatnya di rumah sakit.


Ini sangat menarik.


'Si istimewa cemburunya selalu diam. Aku tahu kau merasa rendah diri' batinnya dengan mata terpejam.


Perjalanan pulang ke rumah terasa begitu lama. Dikarenakan empat penumpangnya hanya diam. Larut dalam pikirannya masing-masing.


Setibanya di depan rumah berlantai tiga. Para penumpang langsung melepaskan sabuk pengaman. Namun tidak dengannya, lelaki itu ingin tahu. Antara Meisya dan Wan Aina. Siapa yang paling sigap membukkan pintu untuknya.


“Bik Tin, diam dulu,” bisiknya ketika melihat pembantu rumahnya. Yang kebetulan duduk di kursi penumpang dengannya. Ingin membuka pintu.


“Kenapa Pak?”


“Sudah ikuti saja,” jawabnya singkat.


'Ah ...dia kalah cepat dengan Aina' batinnya ketika Wan Aina lebih cepat keluar dari mobil ketimbang Meisya.


Gadis itu begitu cekatan membukan pintu untuk suaminya.


“Hati-hati Mas,” ujarnya ketika melihat sang suami keluar.


Wan Aina segera menutup pintu kembali.


“Huft, akhirnya pulang juga.....” Ali menghirup udara segar sore itu. Dengan keadaan satu tangannya digendong.


“Ya sudah, ayo masuk kamu juga masih harus istirahat,” ujar Meisya yang berdiri di sisi kanan Ali. Merengkuh punggung suaminya.

__ADS_1


“Aku akan tinggal dengan Aina,” jawab Ali cepat.


Berhasil menyita perhatian orang terdekatnya.


Respons ketiganya beragam, Wan Aina yang tersenyum bahagia.


Bik Tin yang mulai menerka-nerka. Alasan dibalik jawaban sang majikan.


Dan Meisya menatap suaminya dengan tatapan kecewa.


Melihat hal itu Ali tampak puas. Sebab ia telah berhasil memberikan pengertian kepada Meisya. Bahwa poligami yang diinginkan oleh istri pertamanya. Bukan perkara yang mudah dan membahagiakan.


'Aku ingin kau sadar dengan konsekuensi, keputusan yang kau ambil dulu' batinnya tergores.


Sebab ia sadar keputusannya untuk menyadarkan istri pertamanya. Itu akan menyakiti perasaan Meisya.


“Bib, aku mohon,” cicit Meisya menarik ujung baju suaminya.


Melihat wajah suaminya terlihat datar, Meisya kehilangan harapan. Padahal niat utamanya saat Ali diperbolehkan pulang. Ia berjanji akan merawat suaminya dengan telaten. Tanpa harus, adu cepat dengan Wan Aina.


Meisya menatap punggung suaminya mulai menjauh. Matanya mulai berlinang, entah mengapa hatinya tak rela. Jika suaminya bersama dengan perempuan lain, sekalipun itu istri sah suaminya.


Bik Tin tertegun saat Meisya berlari masuk ke dalam rumah. Dengan sesenggukan.


“Ibu dan bapak itu orang baik, mereka saling mencintai. Tapi sayang takdirnya terlalu rumit untuk ditebak. Begitu pun dengan mbak Aina, gadis itu sangat baik. Meskipun kadang-kadang sering marah dengan bapak. Tapi saya bisa melihat cintanya sangat tulus. Entah apa yang membuatnya mau menikah dengan bapak....”


Menggeleng heran, sebenarnya apa yang terjadi pada rumah tangga majikannya.


***


“Agrhhhhhhhh!” teriak Meisya ketika sampai di kamarnya.


Perempuan itu menangis histeris tangannya memukul kasur berkali-kali. Ia teringat akan ucapan suaminya. Jika perasaan bisa berubah.

__ADS_1


‘Ingatlah istri, apa yang aku rasakan padamu saat ini, itu akan berbeda nantinya, enggak usah 15 tahun lagilah. Saat aku sudah bisa menerima Wan Aina sebagai Istriku. Maka kamu akan bisa merasakan perubahan cinta yang dulunya mungkin 99%, hanya tinggal sekian' ucapan itu seakan terputar dibenaknya.


Perempuan itu berusaha untuk melupakan apa yang dulu suaminya katakan dulu. Meisya menutup telinganya, dan berteriak, “TIDAKKKKKK ... ITU TIDAK MUNGKIN!” sangkalnya menggeleng.


Dibarengi dengan deraian air mata yang mengucur deras.


Rasanya malu jika teringat dulu. Mulutnya pernah berkata, ' Pucuk tertinggi mencintai adalah mengikhlaskan'


Jika pernikahan adalah sekolah terpanjang. Maka keikhlasan adalah komitmen terpanjang yang kita buat dengan diri kita.


Jika sabar tak ada batasnya. Maka ikhlas tak memiliki ujung.


Akan tetapi keikhlasan, bisa hilang.


Karena beberapa hal, mungkin salah satunya. Tidak ada lagi hal yang dulunya kita miliki, padahal detik ini kita membutuhkan.


Kedua karena tidak dihargai, juga bisa menghilangkan keikhlasan yang dulu pernah ada.


“KAK Rasyid....” teriaknya tersedu-sedu.


***


Lain halnya dengan Meisya, lelaki dengan tangan digendong itu. Sedangkan menyadarkan punggungnya di kepala ranjang. Tatapannya kosong, pikirannya terpenuhi dengan satu nama ‘Meisya'.


Entah bagaimana perasaan Meisya ketika ia memutuskan untuk bersama dengan Wan Aina.


“Aku tidak berniat untuk menyakitimu. Aku hanya ingin kau sadar,” gumamnya memejamkan matanya.


Bayangan mata Meisya yang menatapnya nanar, memenuhi pikirannya.


Malam itu ia tertidur membawa rasa bersalahnya terhadap Meisya.


TBC...

__ADS_1


Rumitnya Cinta ialah disaat seorang pasangan tidak bisa mengerti pasangannya.


Sama halnya dengan Ali dan Meisya mereka saling mencintai. Akan tetapi belum bisa memahami satu sama lain sampai ke akar-akarnya.


__ADS_2