
keesokan harinya, akhirnya Dita dan Dimaspun bertemu," ada apa bang? tidak biasanya, "kata Dita." ," abng hanya ingin tau bagaimana respon orang tuamu,?
emm... mereka hanya sedikit mengajukan pertanyaan bng," tidak banyak, jawab Dita.,"Lalu apa pendapatmu," tanya Dimas, "Tidak ada, aku mencintaimu,sepulang kerja ayah dan ibuku akan mengenalkanku pada salah satu anak dari teman mereka, tapi aku akan menolak," kata Dita. " Dimas terdiam seolah kepiluan melanda dirinya , namun tak berdaya dia menjawab," Demi tuhan aku rela melepasmu," Menikahlah...
dengan nada rendah Dita menjawab," Bang, bagaimana bisa secepat itu saya mencintai orang lain, kamu yg sudah membangkitkan saya dari keterpurukan, knpa skrg saya harus terpuruk lagi dg memaksa berpisah dg mu,"
," ini demi kebaikanmu Dit, "dimas menjawab.
," oh ,baiklah... saya akan mengikuti kata hati saya, bukan atas permintaan orang tua saya apalagi atas permintaaan km, permisi !.
," Dita, tunggu...dengerin aku lagi," Dita kemudian pergi dan kembali bekerja.
Rara rekan kerja Dita, melihat wajah murung rekan kerjanya itu kemudian bertanya',Dita knpa?? ada masalah kah?
tidak ada, aku hanya sedang banyak kerjaan saja, jawab Dita. emm yasudahh deh, selamat bekerja ." ucap Rara. sementara di ruangan lain tanpak Dimas sedang murung," entah apa yg di fikirkannya, tiba2 handphonenya berdering, ibunya menelpon." halo buk, iya ada apa?
ayahmu kambuh lagi nak, cepat pulang" ibu dan adik2 membutuhkanmu." dengan suara sesegukan ibunya berkata." ibu , Tunggu ya abng pasti pulng, abng kan perlu izin dulu kepihak perusahaan juga," maafkan Dimas ya bu," Dimas gak ada disana , Dimas usahakan untuk segera pulang." dimas kemudian menutup telponnya. " Tok, Tok, suara pintu di ketuk, masuk" ,dimas menjawab. ini pak report hari ini sudah saya kerjakan," iya taro aja di meja, jawab dimas." dia tak melihat bahwa Dita yang berdiri di hadapannya,"
," ya ampun Dita , silahkan duduk. Tidak pak saya harus buru2 pulang , jam kerja sudah habis, orang tua saya sudah menunggu," emmm begitu, baiklah.. hati2 ya Dit." iya pak , permisi."Dita melempar senyuman manis.
Sementara itu sesampainya di rumah tampak terlihat mobil terparkir di halaman rumahnya, " pasti temannya ayah, gumam Dita," "Assalamu'alaikum," wa'alaikum salam..
," nak ,perkenalkan ini teman ayah, dan ini istrinya." oh, tante , om," saya Dita, sembari senyum dan menjabat tangan mereka." Dan ini Amar , anak tante," lalu Dita tanpak memandangi pemuda yang berdiri di hadapannya,putih,bersih, tampan, dalam hatinya berkata"hem sepertinya dia sangat religius, berbalik denganku, aku tak mungkin cocok dengannya" Amar" mengulurkan tangan," Dita," membalas tangan. nak silahkan kalo mau bersih2 badan dulu, mungkin lelah , ucap orangtua Amar," baik om, tante ,Dita tinggal sebentar ya." ucap Dita.
Dita bergegas pergi kekamarnya, tampak didalm kmar dia sangat gelisah entah apa yg sudah orang tuanya rencanakan untuknya, itu yg Dita fikirkan. buru2 dia mengambil ponsel di tasnya dan menelpon Dimas. "Hallo, bang lagi ngapain? dimana skrang? ..
__ADS_1
." udah sampe apartemen nih, knpa Dit,? " . aku gugup, aku takut di jodohin gmna dong?
,"ya ikutin kata hati kamu lah seperti yg km blng, aku gak bisa berbuat apa2 Dit, kalo km gak suka sama orangnya km tolak aja," ucap Dimas. " emm yaudah deh, nanti kita bicara lagi ya, aku mau temuin mereka dulu." oke ." jawab Dimas. telponpun di tutup," ya tuhan beri aku jalan, jalan yang engkau fikir lebih baik," Dita berkata2 kemudian kembali ke ruang tamu tempat di mana dua keluarga sedang berkumpul.
mereka tampak asik berbincang2, namun Dita tak sedikitpun bertanya atau bercanda seperti mereka, hingga waktupun sudah mau menjelang sore dan tamu ayahnya itupun harus pulang." Tom, aku pulang dulu ya, mba" kata teman ayahnya Dita."
(tomi adalah nama ayah Dita)nak Dita, om sama
tante, dan Amar pamit yahh...ucap ayah amar. " terimakasih ya , sudah berkunjung kemari, ucap ayah dan ibu Dita," nanti kita bertemu lagi, insyaallah ya, " ucap mereka. setelah kendaraan yg mereka tumpangi sudah tak terlihat, Dita menghela nafas," yah , ibu , Amar itu laki2 yang baik, gak pantes buat Dita."kata Dita ." justru karna dia laki2 yang baik ayah dan ibu ingin sekali menitipkan kmu kepadanya nak, kita butuh orang seperti dia di keluarga ini nak" ucap ayahnya sembari memegang pipi anaknya. " ah sudahlah ,"Dita menepis tangan ayahnya, Dan bergegas pergi.
keesokan harinya, Dita menerima DM dari sebuah nama AMar," assalamualaikum Dita," Ditapun menjawab, mereka saling berkirim pesan selama bbrapa hari, dan keduanya merencanakan pertemuan.
Tibalah pertemuan mereka pada jam istirahat di salah satu cafe, " Dita yang terlebih dahulu menunggu ," sibuk ya mas, tanya Dita. " iya , memng lagi sibuk , namun harus meluangkan waktu untuk kita bicara,jawab Amar. ", Begini, singkat saja aku menolak perjodohan ini, kata Dita. kenapa? jawab Amar dengan senyum," Aku mencintai seseorang," kata Dita. " Amar tersenyum Lagi, baiklah katakan pada orang yang kau cintai,beritahu dia untuk melamarmu jika benar dia mencintaimu", ucap amar dengan penuh senyuman, " Dita membalas dengan senyum, aku memng mencintainya tapi aku tidak bisa memilikinya, aku hanya tidak bisa mencintai orang lain selain dia, maka km carilah selain aku," kata Dita," kenapa km tidak bisa memilikinya, bukankah kalian saling mencintai? tanya Amar. " kmu tidak perlu tau, yg jelas ayah dan ibuku sengaja ingin memisahkan aku dan Dimas dengan mengenalkan aku padamu, Lalu apa pendapatmu? saya rasa kmu juga punya pacar, tidak mungkin mau di jodohkan."kata Dita" Amar tertawa kecil"haha.. Aku adalah seorang anak, tugasku adalah membawakan wanita yg menurut orang tuaku baik untukku, orang tuaku berfikir km baik untukku, maka perjodohan ini adalah sbg Baktiku kepada orangtuaku." ucap Amar. mendengar pernyataan Amar Dita terdiam dan kemudian pergi, sepanjang perjalanan Dita berfikir," apa yg bisa Dia lakukan selama ini untuk orang tuanya, ? haruskah aku menikahi Amar," Airmata Ditapun menetes, dan mobil yang di kendarainya pun akhirnya tiba di tempat ia kembali melakukan aktifitas kerja.
"oh akhirnya , gak telat juga aku," Dimas Lega. Terimakasih ya Dit," ucap Dimas, " iya abang hati2 ya, jaga kesehatan Disana, salam buat keluarga, yg tabah , turut berduka cita ya abng, " Dita memeluk Dimas, Dimaspun membalas pelukan Dita." aku pasti kangen abng," ucap Dita," iya abng juga ," balas Dimas,
Lambain tangan Dita masih terlihat oleh Dimas, Dita mengis seolah ia akan di tinggalkan dalam waktu yng lama." aku menunngumu bang," ucap Dita yg tak sanggup menahan air matanya.
Hari demi hari sepulangnya Dimas ke kampung halaman, membuat Dita gelisah, kerjapun terlihat tak semangat,
",Melihat engkau pergi walau kutahu sesaat, aku seperti kehilangan " Tuan.. aku menunggumu, berjanjilah untuk kembali, akan kubasuh airmatamu,Tuan... bersamamu aku ingin memeluk segala sedihmu"kembalilah....
Dita menutup buku dan penanya, kemudian memandang langit , " betapa aku merindukanmu , Dimas," ucap Dita tersenyum.
," hey", terdengar suara membuat Dita kaget dari lamunannya, ternyata Rara , teman Dita, " ngapain Dit? ... oya gue denger2 ayahnya pak Dimas ninggal ya?,kasian bnget ya udah lama dia gak balik,balik2 pas bapaknya kagak ada " kata Rara.
__ADS_1
," iya gue jga sedih, dengernya. jawab Dita,"
," coba aja pak Dimas itu muslim, pasti lo suka sama dia," ucap Rara terlihat meledek.
," ih apasih lo ini, gak lah masa gw sama pak Dimas, 'Dita mengelak. 'haha Rara tertawa," oya, gw liat loh ,waktu itu lo jalan sama cwo cakep ,ya ampun gila, itu calon pacar lo, sumpahh ...lo beruntung banget Dit,"
," ih apasih , gw gak suka, bukan tipe gw ah,bukan pacar gw jga, jawab Dita cetus.",
,"oke2 ,ngomong2 lo lagi nulis apa'an sih? tanya Rara meledek.
," engga, gw cma nyatat pesanan custumer aja, ya lumayanlah sedikit berbisnis
." jawab Dita.
" oya sudah, gw duluan ya, ntar insyaallah bsok gw main kerumah lo ya," Daah... Rara melambaikan tangan.
Minggu kali ini Dita sendirian tak ada lagi Dimas, dia bahkan tak bisa lagi berbohong kepada orng tuanya untuk sekedar ingin bertemu Dimas, " nak, kmu dirumah aja,gak main? tanya ibunya. " engga bu,males , dari pada jadi masalah lagi ntar aku main , enak dirumah aja," jawab Dita menyindir.
," Bukan begitu loh nak, kan ada Rara, trus Amar juga tuh dia mngkn bisa kalo diajak pergi, atau Andi, sudah lama kan kmu gak main sama Andi,teman kecilmu itu," jawab ibunya," Andi? fikir Dita....apakah dia ada waktu senggang,? Dita menelpon Andi," eh halo ,ndi? lo sibuk gak, kerumah gw dong, atau kita nonton biar gw ajakin temen gw Rara, gmana?
Andi", sorry Dit gw lagi diluar kota ini, ntar kalo gw balik deh lo mau kmna aja gw turutin,oke ya Dit, maaf yaa..gw tutup dulu ya tlponnya," oh yaudah deh lo hati2 ya disana, baek2 lo ," jawab Dita kemudain menutup telpon.
semua orang sibuk, Dimas ku telpon jarang angkat, Rara katanya mau main jga ,tapi blum dteng," gumam Dita.
"Hari2 ku sepi Dim, aku merindukanmu, kabar darimu tak cukup mengobati rinduku."
__ADS_1