Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 62


__ADS_3

HAPPY READING


Austin bangun tidur dan tidak mendapati Ave di sampingnya. Pria itu menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang dan sedikit memijit pelipisnya karena sedikit pusing.


Tiba-tiba Austin tersenyum ketika mengingat kegiatannya dengan sang istri tadi malam, entah kenapa sekarang dia merasa tubuh Ave begitu nikmat, memang sudah sebulan lebih dia tidak menjamah tubuh itu, apa mungkin karena hal itu jadi Austin merindukan tubuh istrinya? Entahlah dia juga tidak tahu.


'Kemana perginya Ave?' Austin beranjak dari atas tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi. Setelah beberapa menit kemudian Austin keluar dan melihat sekeliling kamar, Ave masih tidak nampak.


'Huh, kenapa aku jadi mikirin dia, bukankah selama ini aku juga sudah terbiasa dengan situasi ini!' batin Austin melangkah ke arah bajunya yang tercecer di atas lantai dan melihat ponselnya di sana.


Pria itu mengambil ponselnya dan melihat beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari Lily. Austin mengabaikan itu dan langsung mengambil pakaian setelah meletakkan ponselnya di atas nakas.


Hari itu Ave langsung pergi ke kampus untuk mengajar, entah kenapa perasaan nya masih tidak enak mengenai Austin. Kenapa ponselnya di kode sandi, apakah ada yang suaminya itu sembunyikan darinya.


"Aku akan menyelidiki nya, kalau saja tidak ada jam kuliah pagi, aku pasti masih tidur bermalas-malasan, aku juga masih sangat malas untuk keluar rumah, badan rasanya remuk!" gerutu Ave.


Di kampus pun dia berusaha menghindar Zack demi hatinya yang selalu sakit saat pria itu menolakku. Ya, apakah ini adalah karma untuknya karena telah menduakan cinta Austin?


###


"Sayang, baju pengantin kita sudah jadi dan akan langsung di antar ke Mansion nenek,"


"Iya, lebih baik langsung ke sana, karena acaranya di sana,"


"Iya, aku pasti akan merindukan mu, beberapa hari ini aku tidak bisa bertemu karena harus segera menyelesaikan pekerjaan ini sebelum acara pernikahan kita nanti,"


"Ya, aku juga sedang sangat sibuk. Kalau begitu aku tutup telepon,"


Zidane menatap ponselnya dan tersenyum setelah mendengar suara Alana. Bagai mood booster suara calon istrinya itu membuat nya menjadi semakin semangat.


"Baiklah Sam, setelah ini apa jadwal ku?"

__ADS_1


Samuel membicarakan beberapa jadwal Zidane yang harus meeting dengan empat klien penting di hari ini dan juga rapat bulanan para kepala divisi.


"Baiklah, ayo kita bersiap-siap!"


"Baik, tuan!" Samuel sedikit tertatih mengikuti langkah Zidane yang akan bertemu dengan klien di luar kantor.


Perusahaan SKY Alvares Grup hari ini begitu sibuk karena seminggu lagi akan ada perhelatan akbar yaitu pernikahan CEO mereka. Tentu saja para karyawan sudah dikejar banyak target agar rampung tepat pada waktunya. Sudah seperti akhir bulan dan tahun yang begitu melelahkan untuk para karyawan dan semua itu mereka lakukan dengan antusias karena akan ada libur satu hari penuh untuk semua karyawan pada saat hari H.


Tentu saja mereka juga di bayar penuh, tapi sebagai gantinya seminggu sebelum acara puncak itu, semuanya harus bekerja keras terlebih dahulu, agar semua target tercapai dan mereka bisa berfoya-foya selama sehari penuh.


Zidane sendiri juga tidak bisa untuk bersenang-senang setelah ini, makan malam romantis dengan calon istri ataupun membahas hal-hal yang bukan mengenai pekerjaan nya.


Begitupun dengan Alana, segala persiapan pernikahan memang sudah 99% rampung. Undangan sudah di sebar luaskan dan segala bentuk persiapan pernikahan sudah sangat siap, tinggal menunggu hari H untuk pergelaran acara inti nanti.


Alana bersiap akan keluar dari ruangan nya untuk menuju tempat rapat yang berada di ruang lantai di bawah, tapi dia menghentikan langkahnya ketika melihat pria yang keluar dari dalam lift.


"Zack? Ada apa kamu kemari?" tanya Alana.


"Apakah kamu sedang sibuk?"


"Ya, aku akan ada rapat sepuluh menit lagi, adakah yanh bisa saya bantu?" Zack menggaruk keningnya bingung ingin mengutarakan maksud kedatangan nya menemui Alana di kantornya.


Zack memang sudah hapal dengan letak kantor ini karena dulu sewaktu masih dekat dengan Victor, Zack pernah beberapa kali menemui sahabatnya itu.


"Maaf, aku tidak tahu kalau kamu sibuk, sebaiknya kapan-kapan saja kita bicara," ucap Zack merasa tidak enak.


"Ah, sepertinya beberapa hari ini aku juga akan sibuk, apalagi menjelang pernikahan ku seminggu lagi, oh ya, kamu akan dapat undangan nya," jawab Alana.


"Baiklah, aku pasti akan datang, maaf telah mengganggi dan mengambil waktumu."


"Tidak masalah." Alana tersenyum kemudian masuk ke dalam lift disusul sekretaris dan juga Zack.

__ADS_1


Sebenarnya kedatangan Zack kemari karena ingin menanyakan keberadaan Caroline yang tiga hari ini tidak ada di kampus, nomernya tidak aktif dan dia juga tidak memiliki nomer Alana maupun Zidane.


Zack tidak begitu mengenal Zidane, tapi dia sedikit akrab dengan Alana dulu. Tidak ada keterangan apapun dari Caroline, padahal sehari yang lalu seharusnya dia mengikuti kelasnya.


Setelah kejadian malam itu Caroline seakan menghindari nya, padahal dia berharap akan terus menjadi kekasih pura-pura Carol atau bahkan kekasih yang sebenarnya. Zack tidak masalah, dia memang sudah memiliki ketertarikan dengan adik dari Zidane Alvares itu.


Di dalam lift pun Zack merasa sungkan jika tiba-tiba dia menanyakan kabar tentang Carol, pria itu hanya diam saja dan berdoa di dalam hati agar tidak teratur apa-apa dengan gadis tersebut.


Sedangkan di kediaman Alvares.


"Sayang,,, Caroline! Ayo makan dulu, setelah itu minum obatnya!" Felicia sang Mama mengelus rambut putri semata wayangnya itu.


"Carol tidak lapar, Ma! Carol juga sudah sembuh, badannya sudah tidak panas, Carol ingin melihat ponsel," rengek gadis itu.


"Tidak boleh bermain ponsel! Meskipun tubuh kamu sudah tidak demam lagi, tapi kondisi mu belum pulih, kamu juga belum fit kalau harus bermain ponsel!" Felicia menaikkan nada suaranya.


Dia sangat khawatir dengan keadaan sang putri yang tiba-tiba demam tinggi saat bangun tidur. Awalnya Felicia berniat membangunkan Caroline karena gadis itu belum juga bangun padahal waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi.


Ternyata dia menemukan sang Putri tergeletak di lantai tidak sadarkan diri dengan suhu tubuh yang sangat tinggi. "Kamu tidak boleh bermain ponsel sampai pernikahan kakakmu, ini kurang dari seminggu lagi dan kamu malah sakit, apa Mama tidak bisa kalau tak khawatir! Jadi untuk kali ini menurutlah!"


Terpaksa Caroline mengangguk, gadis itu juga patuh memakan bubur dengan di suapi oleh sang Mama.


'Huhf, padahal aku ada kabar berita penting untuk Mister Zack!'


Bersambung.


Hai akak reader semuanya, mau promoin lagi novel yang keren kece badai.


Judul: CINTA PERTAMA MEMBAWA LUKA


Author : Momy Ida

__ADS_1



__ADS_2