Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 53


__ADS_3

Happy Reading.


Zidane menatap sang adik yang sejak tadi melamun sambil mengaduk-aduk makan malamnya. "Kenapa gak di makan, Carol?" tanya Morgan sang Papa.


Ternyata bukan hanya Zidane yang sadar dengan kelakuan Carol, Papa dan Mamanya juga melihat anak gadisnya sejak tadi tidak makan dan pandangan nya hanya tertuju pada piring di depannya.


"Eh, Carol sebenarnya udah kenyang, Pa. Tadi sore udah sempat makan cake di cafe jadi sekarang tidak lapar," jawab Caroline tersenyum.


Zidane dan Alana saling berpandangan, sepertinya ada sesuatu yang di sedang disembunyikan oleh Caroline.


"Ehm, Carol masuk ke kamar duluan ya Pa, Ma, kak Zidane dan kak Alana, ada tugas dari dosen," ujar Caroline lalu beranjak dari duduknya.


Zidane merasa ada sesuatu yang aneh dengan adiknya itu setelah pulang dari kafe yang dari informasi Samuel bersama dengan salah satu dosennya.


'Aku harus cari tahu, siapa dosen yang sedang dekat dengan Carol.'

__ADS_1


Mungkin bisa saja Caroline bersikap seperti ini karena dosennya tersebut.


"Apa Carol sedang patah hati?" bisik Alana.


"Entahlah sayang, nanti aku akan menyelidikinya," jawab Zidane yang juga tengah khawatir pada adik satu-satunya tersebut.


Di sisi lain.


Zack terkejut saat melihat Ave sudah berada di dalam kamarnya saat ini, dia baru saja selesai mandi dan hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya. Ave hanya bisa menelan saliva ketika melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.


"Ave!! kenapa kamu ada di sini!" seru Zack.


"Sayang, aku sangat merindukanmu, malam ini izinkan aku menginap di sini, Austin tidak akan pulang, dan aku sudah memesan makana dan minuman untuk makan malam kita," jawab Ave berjalan ke arah Zack dengan senyum menggoda.


Sungguh, Ave benar-benar ingin merasakan bagaimana rasanya bercinta dengan Zack. Pria itu selalu beralasan dan tidak mau kalau Ave mengajaknya bercinta. Padahal hubungan mereka juga sudah berbulan-bulan.

__ADS_1


"Tidak, Ave! sebaiknya kamu pulang karena malam ini aku harus lembur mengoreksi beberapa skripsi, jadi aku tidak bisa menemanimu makan malam!" jawab Zack tegas.


Kali ini Zack merasa Ave benar-benar keterlaluan. Ah, dia harus segera mengganti kode apartemen nya saat ini juga, agar tidak ada seorangpun yang bisa masuk ke dalam apartemennya sesuka hati.


Zack harus benar-benar terlepas dari Ave, karena dia tidak ingin semakin menambah masalah di hidupnya dengan memacari istri dari sahabatnya itu.


"Sayang, kenapa kamu ngusir aku? lihat aku bawa wine, aku akan menemanimu bekerja, aku hanya ingin berada di dekatmu." Ave menunjuk sebotol wine dan dua gelas kosong di atas meja. Kemudian gadis itu langsung mengalungkan tangannya ke leher Zack.


"Ave!! lepas!! sepertinya aku harus tegas sama kamu! aku tegasin bahwa sekarang kita udah putus! jangan sekali-kali mendatangi ku lagi! dan lebih baik kamu sekarang pulang!" Zack menunjuk pintu kamarnya.


Ave bersimpuh dan menangis di kaki Zack, wanita itu benar-benar mencintai pria yang berada di hadapannya saat ini.


"Kenapa Zack!! kenapa kamu berubah!! bukankah kamu bilang padaku akan membahagiakan ku? kemana Zack yang dulu, yang memujaku!!" Ave berteriak dan menangis tersedu. Dadanya terasa sesak dan sakit melihat Zack yang belakangan ini berubah drastis.


"Ave, jujur aku benar-benar menyesal telah mengatakan hal itu, aku tidak serius dengan ucapan ku! dan sekarang aku tidak bisa bersamamu lagi karena ada seorang gadis yang aku sukai!"

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2