
Happy Reading.
'Tapi aku kangen sama kamu, sudah seminggu kamu gak menyentuh tubuhku, Austin! Apa kamu melampiaskan hasrat mu pada istri mu?'
Mata Ave memanas mendengar suara rekaman tersebut. Meskipun dia sudah menyiapkan hatinya karena Ave juga sudah menduga bahwa suaminya benar-benar selingkuh dengan sekretarisnya, tapi mendengar sendiri seperti ini membuatnya berasa di tikam belati besi, menghancurkan segala saraf di hatinya.
'Hei, apa urusanmu kalau aku bercinta dengan istriku? Lily, ingat, kamu hanya selingkuhan ku jadi jangan melampaui batas!'
'Austin, tapi aku benar-benar mencintai mu, aku tidak hanya ingin menjadi pemuas kebutuhan mu saja, aku ingin bisa menjadi istri mu!'
Ave menutup mulutnya tidak percaya, sungguh di luar dugaannya bahwa ternyata Lily adalah wanita sampah yang berhasil merusak rumah tangganya.
Alana juga merasa terkejut dengan ucapan yang ada pada rekaman itu. Nama-nama itu sepertinya sangat tidak asing di telinga nya. Dia dengan jelas bisa mendengar suara kedua orang yang pernah mengajaknya makan malam bersama. Ya, tidak salah lagi, itu adalah Austin dan Lily.
'Hahaha, apa yang baru saja ku dengar? Cinta? Lily, dengar, aku menganggap mu hanya sebagai wanita yang bisa memuaskan hasrat lelakiku, dan aku tidak akan pernah menceraikan Ave, ingat itu!'
'Austin, kamu egois! Bagaimana kamu masih mau dengan istrimu yang sudah berani berselingkuh dengan sahabatmu sendiri!'
Ave langsung melepaskan headset yang dia pakai, mematikan layar laptopnya karena belum siap mendengarkan semua percakapan itu.
Alana menoleh menatap Ave yang saat ini sudah berurai air mata, bukan masalah perselingkuhan mereka saja yang membuatnya sangat terkejut tapi juga karena ternyata selama ini Austin telah mengetahui hubungan gelapnya bersama dengan Zack, lalu kenapa Austin diam saja dan bahkan menganggap seolah-olah tidak ada apa-apa.
"Hiks, hiks, kenapa dia tega padaku, Alana?"
Alana merengkuh bahu Ave dan menyandarkannya ke bahu, "apakah suamimu bernama Austin Bredly?" tanya Alana hati-hati.
Ave hanya bisa mengangguk karena saat ini tenggorokannya terasa tercekat, dadanya berasa di hantam oleh bongkahan batu besar. Sangat menyakitkan ternyata mendapat kan karma perselingkuhan itu.
__ADS_1
Alana hanya bisa mengelus bahu Ave, menenangkan wanita yang baru dia kenal beberapa hari itu. Entah kenapa melihat Ave yang rapuh seperti ini mengingatkan dirinya saat dulu pernah di tindas oleh mantan suaminya.
"Ave, tenangkan dirimu," ujar Alana.
"Iya, Alana terima kasih!"
"Jadi sekretaris suami mu bernama Lily, bukan?" kali ini Ave langsung mengangkat kepalanya, memandang Alana dengan tatapan seolah bertanya 'bagaimana kau tau?'
"Karena aku pernah bertemu dengan mereka dan juga Austin itu adalah kolegaku," Ave langsung membulat kan matanya tidak percaya.
"Jadi kamu sudah kenal dengan Austin?" Alana mengangguk. Ave hanya bisa menarik rambut pirang nya, berusaha menghilangkan rasa sakit di kepalanya yang sejak tadi menyerang.
"Aku tahu kalau Tuan Austin sudah memiliki istri, tapi waktu makan malam itu dia tidak mengajakmu tapi malah mengajak Lily, sekretarisnya," ucap Alana pelan-pelan.
Ave merosotkan bahunya, sungguh dia benar-benar merasa malu sekarang, rumah tangganya memang sudah hancur saat ini, dia pun sudah bercerita kepada Alana sebagian besar masalah urusan rumah tangganya.
"Ave, aku sama sekali tidak pernah menganggap masalah mu ini sebagai aib yang mencoreng wajah seorang istri, aku benar-benar paham akan permasalahan mu, jadi kamu tidak perlu malu ataupun bersikap tidak biasa, karena masalah ku dulu lebih besar dari masalahmu," ucap Alana.
Ave menghapus air matanya yang sejak tadi mengalir tiada henti. Hatinya benar-benar hancur saat ini. Sebenarnya siapa yang lebih dulu berselingkuh? Dirinya atau sang suami brengsek nya?
Alana memberikan minuman pada Ave agar sedikit menghilangkan serak di lehernya yang sejak tadi menangis tersedu.
"Terima kasih, Alana, maaf aku jadi banyak merepotkan mu," Alana tersenyum. "Kamu tidak merepotkan ku, dan aku juga sama sekali tidak merasa di repotkan."
"Saat ini yang ku pikirkan adalah kenapa Austin seakan tidak peduli dengan perselingkuhan yang ku lakukan di belakangnya? Apakah dia melakukan itu hanya karena tidak ingin hubungan gelapnya dengan sekretarisnya itu terbongkar?" ujar Ave menahan isaknya.
Alana merasa sangat iba dengan kondisi Ave saat ini, sebenarnya dia tahu kenapa Austin melakukan hal itu, menyembunyikan perselingkuhan sang istri yang sudah diketahuinya sejak dulu.
__ADS_1
"Ave, sebenarnya aku sudah tahu semuanya, tentang masalah Tuan Austin, kamu, Lily dan juga Zack," ucap Alana.
Ave membulatkan matanya kembali saat Alana menyebut nama Zack. Apakah aibnya sudah terdengar kemana-mana, sampai orang asing yang baru saja ia kenal tahu tentang masalah nya. "Jangan kaget begitu Ave, nanti bola matamu bisa keluar, loh! Aku tahu Zack dari Zidane, calon suami ku, dan saat itu Caroline tidak sengaja mengetahui semuanya saat Austin dan Lily membeberkan rahasia mereka."
"Alana, tolong ceritakan semua yang kamu ketahui, bantu aku menyelidiki semuanya, aku ingin tahu sebenarnya rahasia apa yang di sembunyikan oleh Austin, ku mohon, bantu aku!"
Alana yang merasa tidak tega akhirnya menceritakan semuanya yang dia tahu, mengenai dendam Austin pada Zack yang menjadikan perselingkuhannya dengan Ave sebagai alat balas dendam untuk menghancurkan nama baik Zack dan Desy, Mama kandung Zack dan juga sebenarnya Zack adalah saudara se-Ayah dengan Austin.
Ave tidak pernah menyangka jika banyak sekali rahasia yang tidak ia ketahui tentang Austin. Tapi kenapa disini Ave lah yang harus menjadi korban?
"Alana, tolong bantu aku, aku ingin mencari disk ataupun bukti yang di miliki Austin tentang hubungan ku dengan Zack, aku hanya ingin melenyapkannya sebelum dia membongkar semuanya di depan umum," pinta Ave memohon.
Sebenarnya Alana tiga hari ini harus lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi pernikahan nya. Sudah seharusnya dia tidak mengurus masalah-masalah yang nanti akan menimbulkan masalah untuknya.
"Ave, bukannya aku tidak mau menolong mu, tapi kamu tahu kan kalau aku harus mempersiapkan diri menjelang pernikahan ku yang akan terjadi tiga hari dari sekarang," Alana menjeda kalimat nya. Menghirup udara dalam-dalam. "Sepertinya kamu bisa mengatasi masalah mu sendiri, feelingku mengatakan bahwa bukti-bukti yang Austin miliki ia simpan di ruang kerjanya di rumah, jadi sebaiknya coba kamu cari cara agar bisa menemukan bukti itu sebelum Austin menyebarkannya," Ave tampak mengerut kan keningnya.
"Jadi menurut mu semua bukti Austin ada di sana?"
"Ya, itu hanya feeling ku, bisa di dalam laptop nya, ataupun di simpan di disk yang ia taruh di laci ataupun tempat yang mungkin tidak bisa kamu curigai," jawab Alana.
Bersambung.
Kali ini ada lagi promosi lagi ya, karya keren dari author kece yang berjudul : SUAMIKU KEKASIH MAMIKU
Author : nophie
__ADS_1