
Happy Reading.
Alana dan Zidane menikmati masa cuti libur pernikahan dengan berlibur ke Negara Tropis. Ya, setelah kemarin mereka telah resmi menjadi suami istri, kedua pasangan pengantin itu memutuskan untuk langsung berbulan madu ke Raja Ampat, sebuah tempat destinasi wisata yang berada di Asia, tepatnya di Negara Indonesia yang memang memiliki iklim tropis.
Meskipun saat ini di Negara kepulauan itu di kabarkan sedang musim penghujan tapi Alana dan Zidane tidak ingin menunda bulan madu mereka ke tempat tersebut. Sebenarnya pilihan Raja Ampat sendiri terpilih ketika sehari sebelum pernikahan Alana melihat di layar PC-nya kepulauan yang sangat indah, hingga akhirnya Alana mem-browsing nama tempat tersebut.
Alana begitu takjub melihat betapa indahnya tempat yang berada di bagian timur Negara Indonesia itu, dan tercetuslah ide untuk bulan madu ke Raja Ampat, Papua.
"Tidurlah sayang, perjalanan kita masih panjang, kamu harus beristirahat penuh karena kalau sudah sampai di tempat nanti kamu pasti gak bakalan bisa istirahat lagi," ujar Zidane menutup tubuh Alana dengan selimut.
Alana mengerucutkan bibirnya, tahu apa pikiran suaminya yang selalu mesum, pasti di sana Alana tidak akan bisa jalan-jalan ataupun naik perahu untuk menyusuri di sana. Bahkan Alana sudah berencana untuk diving di sana, banyak spot bagus untuk menyelam di Raja Ampat bahkan tempat itu di sebut sebagai surganya menyelam.
Raja Ampat menyimpan keindahan bawah laut yang memikat. Setidaknya terdapat sekitar 1500 spesies ikan, 500an spesies koral, dan lebih dari 600 hewan tak bertulang belakang di bawah laut di seluruh wilayah Raja Ampat. Hal ini terbilang wajar mengingat 75% spesies ikan di dunia dapat ditemukan di Raja Ampat.
"Tapi nanti aku mau menyelam di sana, jangan cuma liburan tapi cuma di atas ranjang, pokoknya besok di sana aku mau diving," jawab Alana menatap Zidane dengan manik mata yang di buat seimut mungkin.
Membuat pria tampan itu mendesah pelan. "Baiklah sayang, nanti kamu boleh menyelam kalau sudah berolahraga ranjang, melayani suamimu dan membuatmu lemas," jawab Zidane begitu fulgar dan terang-terangan.
Tuh, kan!
"Kalau kamu bikin aku lemas dan capek, gimana aku bisa jalan-jalan sama renang?" protes Alana.
"Masih banyak waktu, sayang, kita cuti bulan madu ini kan seminggu, jadi harus maksimal untuk membuat Baby, mulai sekarang sudah kubuang semua pengaman, aku ingin segera memiliki Baby dengan mu," ujar Zidane mencium bibir istrinya lembut.
"Euhmm, ya kalau bikin Baby di mana aja bisa, kan? di rumah juga bisa, aku kan liburan ini maunya tuh bersenang-senang, jalan-jalan keliling pantai, berenang di pantai yang bagus, terus menyelam di tempat yang banyak di tumbuhi terumbu karang, dan ..!"
"Ssstttt! iya-iya nanti kita jalan-jalan dan berenang, tapi bikin Baby juga harus ada jadwalnya, donk! kalau kita bikin pas bulan madu itu, nanti anak kita akan jadi anak yang cerdas, tampan, cantik dan yang pasti selalu bahagia," ujar Zidane.
__ADS_1
"Hah?"
"Gimana, sayang?"
"Terserah!"
Alana langsung membalikkan tubuhnya memunggungi sang suami yang tersenyum penuh arti. Mereka saat ini sedang berada di dalam pesawat pribadi milik keluarga Alvares. Menuju ke Indonesia untuk bulan madu.
Perjalanan masih sangat jauh, dua puluh jam di udara dan saat ini Alana dan Zidane memilih untuk merebahkan tubuh mereka di sebuah kamar yang sudah tersedia di dalam pesawat.
Zidane mencium tengkuk Alana dan memberikan kecupan basah di pundak sang istri.
"Sayang,, ih, minggir sana! geli tau!" Alana menggeliat merasakan darahnya berdesir saat Zidane semakin intens menciumi nya.
"Apa kamu tidak ingin merasakan bagaimana nikmatnya bercinta di atas awan, sayang?" bisik Zidane di telinga Alana yang membuatnya semakin merasa berhasrat.
Zidane naik di atas tubuh sang istri, mencium bibir mungilnya yang setiap hari selalu menggoda. "Pasti sensainya sangat beda," lagi Zidane sudah mulai membuka kancing baju Alana satu persatu, hingga semuanya terlepas dan memperlihatkan dua benda padat dan kenyal kesukaannya.
Zidane langsung menyerang Alana dengan pemanasan yang membuat istrinya melayang, dan kedua pasangan pengantin baru itu pun bercinta di atas awan dan merupakan pengalaman pertama untuk mereka.
Di sisi lain.
Ave masih betah bergelung selimut saat jam sudah memasuki 11 siang, maklum cuaca yang dingin dan hujan salju yang turun sejak tadi membuatnya tidak ingin beranjak.
Ponselnya sejak tadi berdering tapi Ave mengabaikan nya, dia tidak ingin membalas pesan atau mengangkat telepon siapapun. Ave tidak menonaktifkan ponselnya, dia hanya men-silent agar siapapun yang menghubungi nya langsung masuk tapi dia abaikan.
Wanita itu memilih menutup rapat tubuhnya dengan selimut tebal itu dan juga menutup mata, berharap dia bisa langsung tidur lagi, seharian ini Ave hanya ingin bermalas-malasan di apartemen miliknya.
__ADS_1
Ya, Ave memutuskan tidak pergi ke kampus karena beredarnya berita yang di unggah oleh sebuah situs yang ia duga orang suruhan Austin. Wanita itu langsung melajukan mobilnya ke apartemen miliknya sendiri yang dulu ia tempati sebelum menikah dengan Austin.
Kabar berita yang membuat seluruh dunia maya dan real heboh seketika. Ave hanya bisa tersenyum masam, ternyata Austin benar-benar melakukan hal itu padanya. Suaminya itu tega membongkar aib istrinya sendiri. Tapi untung saja dia tahu semua itu dan sempat mengganti file tersebut.
'Tenang saja Austin, nikmati dulu berita yang kau buat bersama sekretaris jalangmu itu, setelah itu giliran ku yang akan membuat perhitungan dengan mu!' gumam Ave dalam hati.
Sementara di kantor Austin.
Banyak wartawan dari berbagai media masa mendatangi kantor suami dari Ave itu, masa yang membludak membuat tim keamanan tidak bisa menghalau mereka. Banyak karyawan yang kecewa terhadap atasan dan sekretaris nya mengenai skandal yang terjadi.
Bukan hanya di luar kantor, di dalamnya juga ada beberapa puluh karyawan wanita juga mengadakan protes kepada CEO mereka dengan membawa tulisan-tulisan yang menyudutkan Lily.
'PELAKOR TIDAK TAHU DIRI!'
'SEKRETARIS JAL4NG, USIR DIA!'
'STOP PELAKOR YANG BERKEDOK SEKRETARIS!'
'USIR DAN TELANJANGIN PELAKOR ITU!'
Sedangkan Austin dan Lily hanya bisa bersembunyi di dalam ruangan CEO itu dengan penjagaan yang ketat, setengah jam yang lalu polisi telah datang dengan mengantongi laporan dari organisasi para istri dan wanita karena berita skandal tersebut.
"Austin!! bagiamana ini! kita berada dalam masalah besar! banyak klien yang membatalkan kerja sama dengan kita, bahkan hampir semuanya, bisa dipastikan kita bakalan bangkrut!"
"DIAMLAH! AARRGGKK!! AKU TIDAK BISA MENGHUBUNGI ISTRIKU!! DIA PASTI SUDAH LIHAT BERITA ITU!! BRENGSEK!! KENAPA BISA JADI SEPERTI INI!" Austin berteriak dan membanting ponselnya.
Sedangkan Lily langsung terpaku, disaat seperti ini Austin malah memikirkan istrinya??
__ADS_1
Bersambung.