
Happy Reading.
Alana tersenyum lebar saat tahu siapa yang datang ke ruangan rapat itu. Sepertinya Zidane menepati janjinya untuk datang ke perusahaannya dan membantunya untuk bisa mendapatkan jabatan nya kembali sebagai CEO di perusahaan tersebut.
Semua orang di ruangan itupun berdiri menyambut kedatangan dua orang yang sangat berpengaruh di kota tersebut yaitu Zidane bersama asistennya Samuel.
Victor yang melihat orang yang sangat berpengaruh itu tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya bisa menelan ludahnya kasar karena pasti tahu kalau riwayatnya akan segera tamat.
'Gawat!! Aku pasti akan di usir, bagaimana ini!! Gara-gara Sonya aku jadi berurusan dengan pria seperti itu!' batin Victor gelisah.
Victor tidak pernah tahu kalau Sonya adalah tunangan dari Zidane Alvares, dan kali ini dia harus berurusan dengan Zidane gara-gara Sonya yang telah menipu nya.
Beberapa orang terlihat menyapa Zidane dan menganggukkan kepala memberi hormat.
Meskipun masih sangat muda, tapi Zidane sudah sangat disegani dan di takuti di kalangan para pebisnis.
Semua orang duduk kembali setelah Zidane duduk di samping Alana
"Selamat siang, tuan!"
"Selama siang Tuan Zidane!"
"Selamat siang Tuan Alvares, silahkan duduk," sapa Alana ramah.
Zidane bisa melihat bahwa penampilan Alana benar-benar sangat anggun. Sepertinya Alana memang sudah harus kembali kepada jati dirinya yang memang sebenarnya dilahirkan sebagai orang kaya dan berpengaruh.
__ADS_1
"Terima kasih, Nona Alana," jawab Zidane tersenyum.
Terlihat wajah Victor yang pucat pasi, dia duduk dengan gelisah.
"Baiklah, karena sekarang adalah rapat direksi para pemilik saham di perusahaan ini, dan berhubungan Tuan Zidane Alvares ikut hadir sebagai pemilik saham terbesar kedua jadi Tuan Zidane juga memiliki kesempatan untuk menjadi CEO di perusahaan Ar Mcknight," ucap salah satu orang yang ada di dalam rapat tersebut.
Alana meremas roknya kuat, sudah lama sekali dia tidak berada di tempat ini, sebenarnya dia benar-benar gugup tapi Alana tidak boleh memperlihatkan kegugupan nya itu, yang di butuhkan hanyalah tetap percaya terhadap Zidane bahwa pria itu pasti akan membantunya.
"Saya di sini tidak mencalonkan diri sebagai CEO Ar Mcknight, tapi saya di sini hanya berpartisipasi dan memberikan dukungan kuat sebagai pemegang saham kedua perusahaan ini dan dengan surat kuasa yang sah di mata hukum, bahwa Nona Alana Arsavin adalah pemilik perusahaan sekaligus pemilik saham terbesar di perusahaan Ar. Mcknight, maka dengan dukungan saya, keputusan mutlak CEO Ar Mcknight adalah Nona Alana Arsavin!" ujar Zidane tegas dan mantap.
Victor tiba-tiba berdiri, dia menatap Alana dan menyentuh tangannya. "Karena sebentar lagi Alana akan menjadi istri saya kembali dan juga dikarenakan mantan istri saya ini tidak berpengalaman, jadi untuk sementara semua tanggung jawab bisa saya ambil alih terlebih dahulu, betul kan, sayang?" tanya Victor tersenyum manis menatap Alana.
Berharap wanita itu akan tunduk seperti dulu, dan dengan mudah Victor kembali mendapat jabatan tersebut.
'Aku yakin kamu akan menyerahkan kembali seperti dulu, aku tahu kalau kamu masih mencintai ku, Alana,' batin Victor girang.
Alana menarik tangannya dari genggaman Victor dengan sedikit keras, membuat pria itu terkejut dengan sikap Alana.
Zidane yang melihat hal itu langsung menarik kedua sudut bibirnya tipis, hampir tidak kelihatan, setelah sebelumnya tadi pria itu menahan rasa cemburu ketika Victor yang memegang tangan Alana.
'Dia milikku! jangan berharap bisa menyentuhnya lagi setelah ini!' batin Zidane.
"Maaf Tuan Victor, saya tidak pernah berhenti untuk kembali kepada anda, jadi anda tidak perlu bertanggung jawab terhadap perusahaan ini," ujar Alana tenang dan percaya diri, membuat Zidane dan beberapa orang yang ada di ruangan tersebut nampak senang dengan apa yang mereka lihat.
Jujur saja, kepemimpinan Victor terbilang sangat buruk, mungkin sebenarnya mereka lebih memilih Alana sebagai pemimpinnya.
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan, Alana? Bukankah kamu bilang kalau kamu masih mencintai ku dan bersedia kembali bersamaku?" tanya Victor dengan wajah yang begitu panik.
Tentu saja dia sangat terkejut dengan ungkapan Alana.
'Tidak! ini semua tidak benar, Alana tidak boleh mempermainkan ku!'
"Alana! Sayang, aku masih sangat mencintaimu, dan kamu juga bilang masih mencintai ku, bukan?"
Cih! Zidane benar-benar muak melihat adegan drama di depannya ini. Tapi sepertinya tidak untuk orang-orang yang berada dalam ruangan tersebut, hal ini tentu saja menjadi tontonan yang unik mengingat bagaimana kabar perceraian kedua orang tersebut beberapa bulan yang lalu sedikit menghebohkan.
Banyak yang mengatakan dan gosip beredar bahwa Victor berselingkuh dan lebih memilih selingkuhan nya di banding dengan Alana.
"Maaf Tuan Victor, apakah anda sedang bermimpi? Saya tidak pernah mengatakan akan kembali menikah dengan anda, apakah saya terlalu bodoh untuk kembali kepada seorang yang telah berselingkuh di belakang saya?" seluruh ruangan itu langsung bergemuruh. Banyak di antara mereka terkejut karena Alana benar-benar seberani itu terhadap Victor.
Victor mengeraskan rahangnya, dia benar-benar telah di permainkan oleh mantan istrinya. Tidak! Dia tidak boleh marah, semua mata sedang menatapnya, bisa-bisa kalau sampai dia marah akan membuat citranya sangat buruk.
"Alana!! kenapa kamu setega ini?? Padahal aku sudah meminta maaf dan menyesali semua perbuatan ku! Ku mohon maafkan aku, aku ingin kita kembali seperti dulu," Victor masih terus berusaha.
Di dalam lubuk hatinya sebenarnya dia benar-benar mencintai mantan istrinya itu, berharap bisa kembali bersama.
Zidane yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara. "Alana tidak akan menikah dengan mu, karena sebentar lagi kami akan bertunangan!"
Alana melotot sempurna mendengar ucapan Zidane, bahkan semua orang langsung diam dan mengarahkan pandangannya ke arah Zidane.
'Tuan, ini tidak ada dalam skenario!'
__ADS_1
Bersambung.
Apabila ada kesalahan nama tolong tag ya 🙏🤭