
Happy Reading.
Ave menatap Austin dengan tatapan yang tajam, apa maksudnya dia berkata tidak akan ada perceraian? Apakah pria ini benar-benar sudah tidak waras dengan masih menganggap semuanya baik-baik saja setelah semuanya yang terjadi?
Tidak! Ave tidak akan pernah memaafkan kesalahan suaminya tersebut. Ah, lebih tepatnya calon mantan suami.
Pria seperti Austin adalah pria yang mengerikan dan menjijikkan, Ave ingin segera terbebas darinya dan perlahan akan menyembuhkan rasa sakit hatinya yang sudah terkoyak dalam.
"Aku tetap pada keputusan ku untuk bercerai dengan pria seperti mu, Austin! Aku tidak akan pernar bisa melupakan semuanya, dan oh, aku baru ingat kenapa kamu selalu mengabaikan ku dan mengatakan bahwa setiap hari kau sibuk bekerja, keluar kota bahkan selalu pulang malam!! Ternyata jawabannya adalah semua berita itu, kamu bersenang-senang dengan sekretaris mu dan mengabaikan istrimu di rumah!!"
Deg!
Tubuh Austin menegang saat mendengar teriakan kesakitan dari sang istri, memang selama ini dirinya yang salah, bermain api dan mengabaikan Ave sehingga membuat istrinya itu juga mencari sandaran lain.
Tapi bukankah kalau sudah seperti ini mereka inpas? Austin tidak ingin berpisah dari Ave, dia masih menginginkan istrinya itu. Apalagi saat seperti ini.
"Ave ... Maaf! Aku tau aku salah, aku menyesal!"
"Pergi dari sini Austin, dan aku akan segera melayangkan gugatan cerai untuk mu!!" usir Ave.
"Tidak, aku tidak akan pergi, aku ingin kamu memaafkan ku dan kita mulai semuanya dari awal! Sayang, aku masih mencintaimu!"
Cuihh!!
Ave meludah di depan Austin, pria yang dulu selalu dia puja, seluruh cinta dan perhatian tertuju padanya, tapi lihatlah apa balasan yang di berikan Austin? Hanya kehancuran hati dan kesetiaan.
Austin terkejut saat melihat apa yang di lakukan Ave padanya, tapi dia tidak akan tersulut emosi, Austin akan tetap lembut agar hati Ave tergerak kembali.
"Sayang, aku tahu kamu masih marah dan shok, aku juga paham dengan sikapmu yang seperti ini karena sakit hati, aku memang bodoh, Ave! Tapi aku tetap tidak ingin kita berpisah!"
"Hahahaha, jangan gila Austin! Apa kamu berpikir bahwa aku masih mau menajdi istri mu di saat semua kelakuan busukmu sudah terungkap? Aku bukan wanita bodoh yang akan masuk ke dalam jurang yang sama!!" Ave masih tertawa.
Menertawakan ucapan Austin dan nasibnya. Sungguh dia kesal setengah mati dengan pria di depannya ini! Kenapa dia sangat tidak tahu malu.
__ADS_1
"Aku memang bisa gila kalau kamu tidak mau kembali padaku, sayang!" Austin bergerak cepat menangkap tubuh Ave. Pria itu mendorong istrinya ke atas sofa, berusaha mencium bibir Ave dengan membabi buta.
"Eemmm .... Lepas!!" Ave berontak, mengelak sekuat tenaga agar Austin bisa melepaskan ciumannya.
Austin masih berusaha membuka mulut istrinya dan segera memasukkan lidahnya menari-nari di dalam mulut Ave berusaha memancing sang istri agar membalas ciuman nya.
Ave semakin murka melihat Austin yang melecehkannya seperti ini, setelah merasa pasokan oksigen di rongga mulutnya habis, Austin akhirnya melepaskan ciuman brutalnya.
Cuih, cuih!! "Brengsek kau Austin!!"
Austin tertawa mengejek ketika Ave meludahi wajahnya dua kali, bukannya jijik dan marah, Austin malah suka dengan sikap Ave yang seperti ini, semakin membangkitkan gairah nya.
"Wah, aku jadi makin tertantang melihatmu seperti ini sayang, ayo kita lanjutkan!" Austin merobek pakaian Ave dengan sekali tarikan, membuat pakaian atas Ave berantakan dan dengan mudahnya Austin membuang kain yang menutupi tubuh atas Ave.
"Lepaskan aku!! Austin kamu benar-benar brengsek!! AAAARRHHH!!" Ave berteriak kencang.
Tapi tentu saja tidak akan ada yang mendengar dan menyelamatkan nya. Austin tahu itu, dia semakin menggila dengan sikap penolakan Ave.
Kini Austin sudah melucuti bagian bawah Ave sambil menampar pipi Ave dua kali, membuat wanita itu semakin tidak berdaya. Tenaganya semakin habis untuk melawan dan memberontak, tapi tenaga Austin seakan makin bertambah saja.
Austin sendiri membuka kemejanya dan mulai melepaskan celana panjangnya. Ave sudah tidak sanggup untuk menjerit lagi, dia tahu semuanya akan sia-sia, apabila ia semakin memberontak bisa di pastikan Austin akan semakin senang dan berada di atas awan.
Ave hanya bisa pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh pria brengsek yang saat ini masih menjadi suaminya. Austin memang brengsek, tapi Ave tidak berdaya dan hanya akan diam saja kali ini.
"Sudah siap sayang? Aku akan mulai memasuki mu!" Ave hanya bisa memejamkan matanya kuat-kuat. Air matanya mengalir di sudut dan semakin deras saat Austin membuka kedua kakinya.
"Baumu selalu wangi sayang, aku suka!" Austin menyapukan lidahnya di area sensitif Ave untuk membuat istrinya semakin berhasrat.
Ave menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan suaranya, dia tidak ingin Austin mendengar suara laknat yang ia keluarkan karena pancingan dari suami brengsek nya itu.
"Benar-benar nikmat, aku akan mulai dan tidak usah di tahan, aku suka suara manjamu itu, Ave!"
Ave tidak peduli dengan suara Austin yang semakin membuat telinganya sakit, setelah ini dia akan benar-benar membawa Austin ke jalur hukum. Biarlah dia merasa kesakitan sekarang.
__ADS_1
Austin menghentak pinggulnya berkali-kali, membuat badan Ave bergoyang mengikuti gerakan Austin, bahkan Austin melakukan itu tidak ada kelembutan sama sekali, dia semakin bersemangat menggagahi istrinya yang keadaan nya semakin lemar.
BRAKK!!
"AVE!!"
"Mrs. Ave!!"
Austin dan Ave terkejut mendengar teriakan itu.
"Brengsek!"
Bugh! Bugh! Bugh!
Zack langsung memukul Austin yang masih berada di atas Ave, sedangkan Caroline berlari ke arah Ave dan membuka jaketnya, menutup tubuh polos Ave dengan jaket tebal itu.
"Mrs. Ave, tenang! Ada aku dan Zack! Aku juga sudah melapor pada polisi, mereka sebentar lagi tiba," ucap Caroline.
"Carol, terima kasih," Ave langsung tidak sadarkan diri di pelukan Caroline.
"Mrs. Ave bertahan lah!" Caroline berusaha membuat Ave tersadar, tapi sepertinya akan sangat sulit.
Zack masih memukul Austin membabi buta, Austin tersungkur dengan keadaan telan jang bulat dengan luka di bibir dan pelipisnya.
"Mister! Tolong panggil ambulans! Mrs. Ave pendarahan!!"
Zack langsung berhenti ketika mendengar teriakan Caroline. Tidak lama setelah itu beberapa orang berseragam masuk ke dalam apartemen tersebut.
"Ayo kita bawa Ave ke rumah sakit, Pak, tolong papah nona ini," Zack meminta salah satu petugas polisi untuk menggendong Ave.
Bukannya Zack tidak mau menggendong mantan kekasih nya itu, meskipun Ave sudah memakai jaket Caroline, tapi Zack hanya berusaha menjaga perasaan Caroline selain di tempat itu juga sudah ada banyak orang.
Akhirnya Austin pun di ringkus dan langsung di bawa ke kantor polisi.
__ADS_1
Bersambung
Nah, nah, tegang gak ðŸ¤