Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 57


__ADS_3

Happy Reading


Ternyata benar apa yang di ceritakan Carol, Austin dan sekretaris nya ada hubungan gelap, melihat gerak gerik mereka memang tidak mencurigakan tapi tatapan mata tidak bisa di bohongi. Zidane membatin.


Melihat kedua orang di depannya ini membuat kebanyakan orang pasti tidak curiga kalau mereka adalah pasangan selingkuh.


Terlihat sangat profesional dan bisa menyembunyikan setiap gerak gerik mereka. Tapi terkadang mata mereka berbicara lain, jika di lihat lebih teliti lagi, mereka tidak sedekat atasan dan sekretaris tapi sebagai pasangan yang saling mencintai.


Zidane dan Alana menatap Austin dan Lily yang saat ini tengah menikmati makan malam mereka. Dengan berbagai menu khas Eropa yang ada di atas meja.


"Selamat menikmati semua makanan yang aku rekomendasikan ini, sebenarnya restoran ini milik Lily tapi yang mengelola adalah adiknya, jadi bisa untuk sekalian promosi," ucap Austin menatap Lily dengan tatapan yang hanya di sadari oleh orang-orang tertentu.


"Wah, Nona Lily hebat sekali," puji Alana.


"Terima kasih Nona Alana, saya hanya ingin mewujudkan impian saya yang ingin membangun sebuah restoran, dan berkat Tuan Austin, saya bisa merealisasikan nya tahun ini," jawab Lily tersenyum sopan.


"Aku hanya membantu promosi, selebihnya kamu sendiri yang menanganinya, Lily," ucap Austin menatap sang sekretaris sambil tersenyum.


Alana melirik ke arah Zidane, sepertinya hanya mereka berdua yang merasa sedikit aneh dan canggung dengan keadaan ini. Zidane memang belum menceritakan tentang hubungan gelap Austin dan sekretarisnya ini, tapi Alana langsung bisa menyimpulkan sendiri dan sepertinya Zidane sudah tahu semuanya.


"Aku tidak menyangka bisa makan malam bersama kamu, Zidane, kapan kita terakhir ketemu, ya? sepertinya setahun yang lalu, itu pun di acara perusahaan," ujar Austin terkekeh.


"Ya, benar, kita sama-sama sibuk, lalu bagaimana kabar Ave? Kalian masih bersama, kan?" tanya Zidane langsung tanpa basa basi, menatap Austin sesaat kemudian beralih pada Lily.


Lily terlihat sedikit gelagapan saat mendapat tatapan dari Zidane, entah kenapa dia merasa tatapan Zidane begitu mengintimidasinya.


Sedangkan Austin langsung berdehem demi mengalihkan perhatian Zidane dan Alana yang membuat Lily gugup.

__ADS_1


Apakah kedua orang besar ini curiga dengan gelagat Austin dan Lily yang sejak tadi memang terlihat sangat romantis meskipun dalam tanda kutip masih bisa di bilang biasa saja. Austin takut kalau Zidane dan Alana menyadari hubungan antara mereka.


"Aku dan Ave masih bersama, kami baik-baik saja, bahkan kita sedang program kehamilan," jawab Austin berusaha baik-baik saja. Padahal hatinya masih sedikit khawatir.


"Wah, aku doakan mudah-mudahan Tuan Austin dan istri segera di beri momongan, ya?" ucap Alana.


"Terima kasih, Nona Alana, itulah yang sudah kami nantikan selama ini, ya kita akan berusaha keras, maka dari itu Ave tidak bisa ikut makan malam karena aku suruh istirahat dan tidak banyak keluar rumah di malam hari, dan akhirnya aku hanya bisa mengajak sekretaris ku kemana-mana," ujar Austin tertawa kecil. Berusaha meredam sedikit pikiran yang tidak-tidak.


Berbeda dengan Lily, di mana wanita itu sudah mengepalkan sebelah tangannya dibawah meja. Rasanya dia tidak suka jika Austin membicarakan Ave seperti itu, dan menganggap dirinya bukan siapa-siapa. Padahal setiap hari Lily selalu memberikan kebutuhan biologis pria itu.


Tapi Lily sadar diri bahwa dia hanyalah kekasih gelap atau lebih tepatnya simpanan dari Austin Bredley.


'Sabar Lily, sebentar lagi kamu akan menjadi Nyonya Bredley!'


Di sisi lain.


"Kau tahu siapa orang-orang yang berada di meja sebelah itu?" bisik Zack.


Caroline mengangguk. "Dia kakakku dan calon istrinya, di depannya adalah kak Austin, kamu pasti sudah sangat kenal, kan?" Zack hanya mengangguk.


"Dan yang di sebelah nya itu adalah sekretaris kak Austin, kekasih gelapnya," lanjut Carol.


"Apa!"


"Ssssttt! Mister harus bisa menepati janji, katanya ingin lepas dari Ave, makanya ikuti permainan saya." Zack hanya bisa mengangguk patuh, walaupun dia sangat penasaran sekarang.


"Jadi sebenarnya, kak Austin itu udah lama berselingkuh dengan sekretarisnya sebelum kamu dan Ave menjalin hubungan, dan yang lebih parahnya lagi, kak Austi sudah mengetahui hubungan kalian!" bisik Carol.

__ADS_1


"Ap...pa emmm!!" Caroline membungkam mulut Zack dengan telapak tangannya karena baru saja pria itu akan berteriak.


"Mister bisa diam gak, sih? Kalau Mister gak mau di ajak kerja sama, lebih baik kita pulang sekarang dan Mister tidak akan pernah tahu bahwa sebenarnya Austin dan sekretarisnya berencana balas dendam kepada Mister dan Mama!"


Deg!


Apa yang baru saja Carol katakan? Balas dendam? Austin?


Zack ingin bertanya pada Caroline, tapi ia urungkan karena pasti Caroline akan mengajaknya pulang dan dia tidak jadi tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Nah, kalau Mister penasaran, makanya diam saja dan ikutilah permainan ku!" Zack hanya mengangguk patuh meskipun di dalam hatinya benar-benar penasaran setengah mati.


Zidane memberikan kode pada Caroline lewat pesan yang diam-diam ia kirim.


'Lanjut rencana selanjutnya!'


Caroline mendongak melihat Zidane yang saat ini juga tengah menatapnya. Gadis itu mengangguk seakan mengerti dengan perintah Zidane.


"Ayo, Mister, kita samperin mereka, nanti mister berpura-pura jadi kekasih ku!"


Austin membelalakkan matanya tidak percaya. Bukankah selama ini dia yang menginginkan Carol untuk menjadi kekasih pura-pura nya, tapi kenapa sekarang menjadi kebalikannya.


Bersambung.


Hai akak reader semuanya 🥰


Akak reader tersayang 🥰

__ADS_1


Mohon dukungannya ya 😁


__ADS_2