
Happy Reading.
Ceklek!
Pintu ruangan itu pun terbuka perlahan, membuat Ave seketika menghentikan nafas, sedikit tercekat dan yang bisa Ave lakukan adalah membelalakkan matanya melihat pemandangan di hadapannya saat ini.
Orang yang berada di depannya juga tersentak ketika mendapati seseorang yang berdiri persis di depannya. Bagai dua orang yang terkena sihir mantra dan hanya bisa mematung dengan jantung keduanya yang berdegup dengan kencang. Namun semua itu hanya terjadi beberapa detik setelah orang yang berada di hadapan Ave mulai bicara.
"Ave! Ehm maksud saya, Nyonya Ave?" seru Lily yang reflek terkejut dan masih berusaha menetralkan degupan jantungnya yang terasa ingin lompat dari tempatnya.
Ave berusaha menguasai dirinya, menarik napas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Wanita itu hanya bisa mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat untuk meredam segala emosi yang siap keluar saat ini.
Tentu saja Ave tidak akan sembarangan menjambak ataupun menampar Lily, yang hanya Ave lakukan adalah bersedekap dada dan meneliti penampilan sekretaris suaminya itu dari atas hingga ke bawah.
Sangat seksi dan sedikit berani, belahan dada kelihatan dan juga rok ketat yang mengundang hasrat. Ave juga melihat bibir Lily sudah tidak merah merona, sepertinya telah terhapus oleh ciuman panas yang baru saja mereka kerjakan di dalam.
Huh, ternyata benar apa yang dia pikirkan dan juga dengan perasaannya yang tidak enak sejak kemarin, ada sesuatu antara suami dan sekretarisnya.
Sedangkan Lily sendiri tentu saja merasa risih di tatap begitu intens oleh wanita yang notabene masih menjadi istri sah dari atasan sekaligus selingkuhan nya.
"Maaf Nyonya, apakah anda ada urusan dengan Tuan Austin?" tanya Lily memecah keheningan yang terjadi selama beberapa detik itu. Ingin rasanya saat ini Lily menghancurkan wanita di depannya ini karena masih belum juga di ceraikan oleh Austin, padahal dirinya jauh lebih baik dari Ave.
"Ya, aku ingin bertemu dengan suamiku," jawab Ave menekan kata suami.
"Loh, sayang? Kamu ada di sini? Sejak kapan? Ayo masuklah ... Lily, kenapa istriku tidak di suruh masuk?" ujar Austin yang ikut melihat dan berjalan ke arah pintu karena tadi mendengar Lily menyebut nama istrinya dan berbincang dengan seseorang di depan ruangan nya yang masih belum tertutup.
Kedua tangan Ave semakin terkepal kuat, sangat kuat hingga kuku-kukunya menancap di telapak tangan guna menekan segala macam emosi jiwa yang mendera saat ini.
__ADS_1
Sebuah senyuman ia terbitkan untuk sang suami, dia pun melangkah masuk ke dalam dengan sedikit menyenggol bahu Lily, seakan memperjelas kedudukannya siapa wanita yang paling tinggi kedudukannya di sini. Dan tentu saja Lily tidak bisa berteriak ataupun menarik rambut Ave begitu saja.
"Lily, buatkan dua kopi susu sekarang," ujar Austin datar pada sekretaris plus-plus nya itu.
Lily memberenggut kesal, ingin menolak tapi tatapan tajam Austin membuatnya mau tidak mau harus menuruti nya.
"Baik, tuan!" ketus Lily dan langsung berbalik pergi untuk membuatkan kopi susu untuk Austin dan istrinya.
Ave memperhatikan sekeliling, ruangan suaminya nampak baik-baik saja, tidak seperti ruangan yang baru saja di pakai untuk bercinta. Bahkan kertas-kertas berkas di atas meja Austin nampak rapi. Huft, apakah dia hanya salah mengira kalau kedua pasangan itu baru saja bercinta? Atau mungkin memang mereka hanya membicarakan masalah pekerjaan?
Tapi kenapa harus di kunci segala pintunya? Bukankah itu sangat mencurigakan?
Austin segera menutup pintu ruangan nya dan berbalik menatap Ave yang hanya dia berdiri mematung. "Kenapa kamu hanya berdiri? Ayo duduklah," ucap Austin.
Ave sedikit tersentak, tapi kemudian dia berjalan ke arah sofa yang ada di ruangan itu. "Apakah ada sesuatu hingga membuatmu datang ke sini?" Ave hanya menatap Austin dan tidak langsung menjawab.
"Aku hanya ingin mengunjungi suamiku, sepertinya sudah sangat lama aku tidak datang ke sini, semenjak kamu berubah, Austin!" jawab Ave dengan nada yang datar namun syarat akan kecewa.
Pria itu memutuskan kontak mata dan mengalihkan pandangannya. "Berubah bagaimana? Bukankah aku masih Austin yang sama?" Ave tertawa kecil mendengar jawaban Austin.
"Aku tahu kalau memang akhir-akhir ini banyak sekali pekerjaan yang menumpuk di kantor, jadi maaf karena selalu pulang terlambat atau bahkan terkadang aku harus tidur di kantor," jawab Austin menunduk, memperlihatkan raut wajah memelas agar Ave percaya padanya.
"Oh, ya? Aku kira kamu berselingkuh dariku, hingga membuatmu lupa arah jalan pulang!" sindir Ave telak.
Kini Austin berani menatap sang istri yang juga tengah menatap ke arahnya. Ave hanya bisa menahan diri tidak lepas kontrol dan menghajar pria itu. Sedangkan Austin terkesiap, apakah Ave sudah curiga padanya? Apakah dia mengetahui semuanya seperti dia juga yang mengetahui hubungan nya dengan Zack?
"Hahaha, maaf sayang, aku hanya bercanda, kenapa kamu setegang ini?" tiba-tiba raut wajah Ave berubah menjadi biasa saja. Belum saatnya dia menuduh Austin seperti itu, yang ada nanti Austin akan melenyapkan semua barang bukti.
__ADS_1
Bahu Austin langsung merosot, dia merasa sedikit lega karena Ave hanya bercanda, itu artinya dia tidak curiga sama sekali dengan hubungan gelapnya bersama Lily.
Ave berdiri dan berjalan ke arah kursi kebesaran sang suami. "Mungkin kita memang butuh liburan, besok weekend aku akan mengajak mu ke liburan ke Panama, di sana kita bisa bersenang-senang, bagaimana?"
Ave meletakkan sesuatu di bawah meja Austin, "Tapi sepertinya weekend ini aku tidak bisa keluar, sayang, ada anak-anak yang meminta bimbingan ku, jadi sebagai gantinya malam ini bisakah kamu makan malam di rumah?" ujar Ave.
"Yah, baiklah, kalau kamu memang sangat sibuk," Austin berjalan menuju meja dan duduk di atasnya menghadap Ave.
Lily mengetuk pintu dan langsung masuk bersama seorang office boy yang membawakan pesanan minuman untuk mereka. Wanita itu melirik ke arah Austin yang tengah tertawa bersama sang istri, ada rasa cemburu yang membara.
Ave menatap Lily dengan senyuman sinis, sepertinya dia harus berterima kasih pada seorang wanita yang beberapa kali di temuinya, dia memberikan sebuah alat kecil pada Ave, sebuah penyadap yang bisa membuat perselingkuhan suami dan sekretarisnya itu terbongkar.
'Alana, terima kasih, setelah ini akan aku bongkar semuanya!' batin Ave.
Bersambung.
Hai hai akak akak reader semuanya 🥰🥰🥰 gimana makin seru gak??
*****
Oh ya, aku mau promosi lagi nih, novel karya author keren.
Judul : BENTENG PENGHALANG KITA
Author: Nita.p
__ADS_1