
Happy Reading.
Cup!
Cup!
Alana terkejut saat Zidane tiba-tiba mencium pipinya di depan semua orang. Pipinya langsung merah merona dan hal itu membuat Zidane semakin gemas.
Cup!
Sekali lagi Zidane mencium pipi yang merona itu.
"Eghem!!"
Caroline memutar bola matanya malas melihat pemandangan di depannya, sungguh kakaknya ini tidak tahu tempat. Felicia sang Mama terkikik melihat sang putra yang sangat bucin terhadap Alana, sedangkan Morgan hanya berdehem keras dua kali melihat situasi seperti ini.
"Zidane!" suara Morgan mengintruksi agar putranya itu tidak semakin keterlaluan.
Bukannya malu atau canggung, Zidane seakan sengaja menggoda sang Papa yang terlihat datar dan masam itu.
"Seperti tidak pernah muda saja," gumam Zidane yang masih di dengan oleh semua orang yang berada di meja makan itu.
"Jaga kelakuan mu saat di meja makan, Zidane!" ujar Morgan datar.
Alana merasa tidak nyaman dengan tingkah Zidane yang memang sangat keterlaluan sampai membuat sang Papa sedikit kesal. Dengan tenaga yang sedikit keras, wanita itu menginjak kaki kiri Zidane untuk memberinya pelajaran. "Awwhhh!!" Zidane meringis dan langsung melotot kan matanya. "Kok di injak sih, sayang?"
"Aduh, maaf, aku tidak sengaja," jawab Alana memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Kak Zidane benar-benar gak asyik, membuatku langsung kenyang! Kalau gitu aku berangkat ke kampus dulu, ya!" Caroline menggeser mundur kursinya untuk berdiri dan memberikan ciuman pada kedua orang tuanya.
"Dasar jomblo! Makanya cari pacar biar gak iri!" seru Zidane pada sang adik satu-satunya.
Caroline mendengus dan menghampiri Alana. "Nanti siang gak jadi ke salon kak, aku ada jadwal kuliah sampai jam 2 siang. Lagian kak Alana mau pergi sama kak Zidane, kan?"
"Iya, gak apa-apa, kita bisa ke salon besok, Carol" jawab Alana.
"Oke deh, aku berangkat ke kampus dulu," ucap Caroline.
__ADS_1
"Kamu bawa mobil sendiri, sayang?"
"Iya, Pa. Soalnya nanti aku ada jam kuliah siang, rencananya nanti aku gak pulang, jadi mending pakai mobil sendiri aja," jawab Caroline.
"Baiklah, hati-hati di jalan ya sayang," ucap Felicia kepada sang putri.
Caroline mengangguk dan segera keluar rumah menuju kampus.
"Ehm ... Paman, bibi, Sebenarnya saya juga ingin mengunjungi nenek, nenek juga pengen ketemu sama Alana, setelah ini saya mau ke mansion nenek dulu," ujar Alana meminta Izin pada Morgan dan Felicia.
"Sayang, panggil Mama dan Papa donk," Zidane benar-benar membuat Alana ingin sekali meremas ginjalnya.
'Ya Tuhan, sabar Alana!'
"Baiklah Alana, kamu boleh pergi, biar sopir mengantarmu," Zidane yang mendengar jawaban Papanya langsung menyahut.
"Alana bareng sama Zidane, Pa!"
"Loh, kantor sama mansion neneknya Alana beda arah, apa nanti kamu ti ....!"
"Tidak apa-apa, aku ingin menjaga Alana sampai ke mansion nenek, ayo sayang, kita segera siap-siap," Alana berpamitan pada kedua calon mertuanya yang begitu baik itu.
"Sayang, apa kamu tidak ingat kalau Zidane sangat mirip denganmu," ucap Felicia pada sang suami.
"Hem,,, iya, semenjak aku kenal sama kamu dan jatuh cinta, rasanya dunia hanya milik berdua," jawab Morgan menatap sang istri penuh cinta.
"Jadi kalau begitu biarkan saja putramu seperti itu, jangan bersikap dingin seperti tadi, dia kan baru saja mendapatkan cintanya kembali setelah sekian tahun," ucap Felicia.
Morgan hanya tersenyum menanggapi dan kemudian dia mencium pipi sang istri dua kali membuat Felicia melotot sempurna.
❤️❤️❤️
Caroline baru saja tiba di kampusnya, wanita itu berjalan menghampiri kedua sahabatnya yang sudah datang terlebih dahulu. Helen dan Seira adalah sahabat Caroline sejak semester pertama di kampus. Ketiganya sama-sama jomblo dan belum ingin memiliki kekasih.
Bukan karena tidak laku, mereka bertiga sama-sama cantik dan smart, banyak yang jatuh cinta pada ketiga gadis cantik tersebut, tentu saja mereka akan berpacaran kalau memang sudah memiliki tambatan hati yang tepat dan bukan asal pilih laki-laki di kampus.
"Eh, lihat itu Mrs. Ave di anterin sama suaminya, duh mereka romantis banget, ya!" seru Helen menunjuk ke arah depan di mana salah satu dosen yang terkenal cantik dan seksi di kampus mereka baru saja keluar dari dalam mobil bersama seorang pria tampan yang tidak lain adalah suami nya.
__ADS_1
"Suami Mrs. Ave itu sahabat kakakku, dia juga bekerja di Alvares Corp," ujar Caroline yang juga ikut menyaksikan pemandangan tidak jauh dari matanya.
Di mana dosen cantik mereka dengan sang suami sedang berpelukan. Seakan dunia milik berdua dan tanpa menghiraukan situasi di sekelilingnya.
"Duh, kapan, ya bisa punya pendamping seperti tuan Austin, dia tuh tampah dan perhatian, pasti hidup Mrs. Ave bahagia banget!" kali ini giliran Seira yang berkomentar.
Mungkin hanya Caroline yang berpikir sedikit waras karena memang sudah cukup kenal dengan tuan Austin yang memang memiliki sifat lembut dan sangat perhatian.
"Udah yuk, kita ke kelas, dosen udah mau datang, nih!" Caroline menyeret dua sahabatnya itu untuk menuju gedung fakultas mereka.
###
Menunggu adalah hal yang paling membosankan bagi Caroline, dia sudah menunggu dosen ekonomi sejak setengah jam yang lalu, namun sepertinya dosennya itu belum ada tanda-tanda datang. Tidak ada konfirmasi juga dari sang dosen bahwa dia tidak bisa mengajar hari ini.
"Aku mau ke toilet dulu gusy," ujar Caroline.
Sebenarnya dia tidak ingin buang air, hanya saja sedikit jenuh di dalam kelas di mana Helen dan Seira lebih memilih tiduran sambil merebahkan kepalanya di atas meja.
"Tau begini kan tadi aku pergi ke salon, huh!" gerutu Caroline. Gadis itu berjalan di lorong menunjuk toilet yang jaraknya lumayan cukup jauh dan teramat sepi itu. Memang toilet di fakultas itu jarang di pakai karena jaraknya yang jauh di ujung lorong.
Pada saat hampir tiba di depan toilet, tiba-tiba Caroline mendengar suara seorang wanita sedang menangis.
"Ya Tuhan, apa aku tidak salah dengar, masa ada hantu di siang bolong seperti ini!" gumam Caroline.
Karena rasa takut, Carol mencoba untuk pergi dari tempat itu dan mengurung kan niatnya.
"Aku gak mau, pokoknya kita gak boleh putus! Aku butuh kamu Zack, aku cinta sama kamu!!"
Eh! Caroline memutar tubuhnya kembali ketika mendengar suara yang sedikit familiar dari samping toilet itu.
"Seperti suara Mrs. Ave? Kenapa dia menangis di toilet?"
"Tapi Ave, hubungan kita ini salah, kamu udah punya suami dan suamimu itu adalah sahabat baik ku, aku gak mau dia kecewa karena hubungan gelap ini!" Caroline membulatkan matanya ketika mendengar suara pria yang ternyata benar dugaannya.
"Mr. Zack, sama Mrs. Ave memiliki hubungan gelap? Mereka berselingkuh di belakang Kak Austin? Oh No!"
Si Mister Perfect punya kekasih gelap!!
__ADS_1
Bersambung