
Happy Reading.
Alana memperhatikan dua orang di hadapannya dengan tatapan datar. Menyandarkan punggungnya dan bersedekap dada, membuat aura di sekitar berubah menjadi sedikit panas dan gerah. Tatapan intimidasi di tunjukkan oleh dua orang yang mengibarkan bendera perang dengan Alana.
'Benar-benar memuakkan!'
Dia sudah berhasil membuat Victor menjadi gelandangan dan tidak berani lagi untuk mengusiknya.
Tapi sekarang Alana di hadapan kan oleh seorang wanita ular yang berbisa, menatap remeh ke arahnya yang kini sedang duduk di kursi kebesarannya tidak terlihat gentar sama sekali.
"Cih! Aku tidak menyangka kalau selama ini kamu dalang di balik hancurnya hubungan ku dengan Victor dan juga dengan Zidane. Apa kau pikir begitu hebat?" ucap Sonya sinis.
"Ya, aku memang hebat, kau kira bisa menghancurkan ku dan merebut semua milikku dengan mudah? Oh, tidak Sonya! Kau bahkan berusaha merebut Victor dan merencanakan merebut semua hartaku, kan? Tapi semuanya sia-sia karena sekarang semuanya sudah kembali padaku!" Sonya sedikit terkejut mendengar ucapan Alana tentang rencananya yang juga ingin merebut harta mantan istrinya Victor.
Wanita itu hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dengan geram. Rasa bencinya terhadap Alana semakin bertambah.
"Kau memang tidak sepantasnya mendapatkan semua harta ini, brengsek!! Seharusnya semuanya jatuh di tanganku!! Kau tidak berhak!! Tapi lihat saja, aku akan mencari bukti nyata bahwa akulah pewaris sebenarnya.
Sonya dan seorang pria yang di duga asisten pribadinya keluar dari ruangan tersebut, dia harus segera mencari cara agar dirinya mendapatkan semua bukti bahwa dia juga mewarisi darah dari keturunan Arsavin
###
Zidane menghubungi Alana karena beberapa hari ini dia tidak bisa menghubungi wanita itu. Bukannya Zidane tidak mau menghubungi Alana, tetapi dia memberikan waktu untuk wanita itu berpikir tentang hubungan mereka yang menggantung.
__ADS_1
Alana menolaknya karena merasa bahwa selama ini Zidane hanya menjadikannya pemuas nafsu, tidak ada perasaan yang dia rasakan untuk wanita itu, tapi sepertinya Alana memang salah mengartikan perhatian Zidane selama ini.
"Halo? Alana?"
Zidane menempelkan benda pipih itu ditelinga nya setelah Alana mengangkat panggilan nya.
"Halo," terdengar suara merdu yang beberapa hari ini sangat dia rindukan.
Di sebrang sana.
Alana benar-benar tidak bisa menyembunyikan kegugupan nya ketika pria yang beberapa hari ini selalu ia pikirkan tiba-tiba menghubungi nya.
Wanita cantik itu meraba dadanya yang bertalu kencang. Entah kenapa dia bisa seperti ini, apakah ada yang salah dengan jantung nya.
Alana gugup setengah mati, perasaannya kali ini terasa bagai sebuah bunga kering yang di siram air segar. Ah, Alana masih belum bisa mengartikan nya, yang jelas dia gugup sekaligus bahagia ketika mendapatkan telepon dari Zidane, mantan majikannya dan juga mantan kekasih gelapnya.
Ya Tuhan, kenapa sekarang ada rasa yang benar-benar tidak tenang ketika Alana mengingat tentang kata-kata 'Kekasih Gelap'
"Apa kabar, Alana? Sudah hampir seminggu kita tidak ketemu."
"Eh, iya, lama tidak bertemu, tuan!"
"Kenapa kamu masih memanggilku 'Tuan' aku kan bukan majikan mu lagi," ujar Zidane terkekeh.
__ADS_1
"Ehm,, maaf. Aku terbiasa seperti itu." Alana menggaruk telinganya salah tingkah.
"Tidak apa-apa, tapi sebaiknya panggil aku Zidane saja."
"Oh, baiklah .... Zidane!"
Alana berganti menggaruk ujung hidung nya, bingung harus berucap apa, kenapa sekarang dia menjadi pemalu sekali. Alana benar-benar tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Salah tingkah seperti anak gadis yang baru saja di telepon gebetannya.
"Apa kamu sibuk?" tanya Zidane di seberang.
Alana menggeleng cepat. Seakan ingin memberitahu Zidane bahwa dia benar-benar tidak ada kerjaan lagi, padahal Zidane tidak bisa melihat ekspresi nya saat ini bukan.
"Tidak-tidak, aku sekarang tidak sibuk, ini sudah hampir jam pulang kantor," jawab Alana.
"Oh, baiklah, kalau begitu cepat pulang, jangan ngebut dan hati-hati di jalan, aku masih di kantor karena harus lembur."
"Oh!" Alana nampak kecewa dengan jawaban Zidane.
'Apa yang kamu pikirkan, Alana? Apa kamu berharap bahwa Zidane mengajakmu bertemu? Bukankah kamu sudah menolaknya?'
Bersambung.
Minal aidzin wal Faidzin untuk semuanya 🥰
__ADS_1