Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 66


__ADS_3

Happy Reading


Caroline menutup mulutnya tidak percaya mendengar ucapan Zack, si dosen tampan yang menjadi idola di kampusnya. Pria yang berani memiliki hubungan dengan wanita yang sudah beristri.


"Hahaha, mister jangan bercanda, gak lucu tau! Tapi saya tetap tertawa meskipun tidak lucu!" masih berusaha menahan diri agar tidak kelepasan.


Sedangkan Zack sendiri sudah berwajah masam, padahal dia berbicara serius, tapi kenapa Caroline hanya menganggap nya candaan yang garing.


Saat Zack akan menjawab, tiba-tiba ada segerombolan mahasiswa datang dan hal itu langsung membuat Zack mengurung kan niatnya.


"Setelah selesai kuliah, ikut saya ke suatu tempat!" bisik Zack ke telinga Carol.


Gadis itu hanya bisa mematung dan kesulitan menelan saliva.


Selanjutnya Zack pergi dari kelas itu karena memang sebentar lagi jam masuk. Carol bisa bernapas lega, setidaknya saat ini dia tidak berhadapan dengan Zack.


"Carol, tadi aku lihat Mr. Zack kesini mendatangimu, memangnya ada apa?" tanya salah satu mahasiswi yang duduk di sebelah Caroline.


"Itu ... Ehm bukan apa-apa," jawab Carol sedikit gugup.


"Oh, aku kira Mr. Zack mencarimu karena kamu akan dijadikan gadis incarannya," ucap mahasiswi itu terkekeh.


Seketika Caroline menoleh. "Memangnya apa yang kamu tahu? Jangan asal menuduh, ya!" seru Caroline tidak terima.


Beberapa orang melihat ke arahnya dengan tatapan yang tajam. Sebaiknya Carol mengalah agar tidak membuat keributan.


Zack dulu memang terkenal playboy, alis suka gonta-ganti pasangan, tapi setahu Caroline, Zack tidak pernah berpacaran dengan mahasiswi nya. Tapi setelah setahun belakangan ini memang tidak lagi terdengar kabar Zack dekat dengan seorang wanita manapun, alih-alih menjomblo yang di kira, tapi ternyata Zack memiliki hubungan gelap dengan sesama dosen.


'Huft, aku tidak mau kalau sampai menjadi kekasih Zack yang berikutnya!' Caroline bergidik ngeri.


###


Di sisi lain.

__ADS_1


Ave tidak ke kampus karena jam mengajarnya siang hari, kali ini dia akan memastikan sendiri ada hubungan apa antara Suaminya dan sekretarisnya itu. Meskipun Ave pernah berselingkuh dengan Zack, tapi dia juga merasa tidak terima kalau seandainya suaminya berselingkuh dengan wanita lain.


Meskipun hubungan itu berantakan setahun ini, tapi entah kenapa sikap Austin akhir-akhir ini menjadi sedikit berbeda. Pria itu sedikit peduli terhadapnya, bahkan sekarang pulang nya tidak telat, yah, setidaknya untuk lima hari ini.


Tapi Ave tidak boleh lengah hanya karena hal itu, dia ingin tahu apakah ada yang di sembunyikan suaminya atau tidak, Ave merasa curiga bahwa Austin juga telah berselingkuh.


"Selamat siang, Nyonya," sapa resepsionis tersenyum ramah.


"Selamat siang," jawab Ave sambil terus berjalan ke arah lift. Dia memang sudah sangat hapal dengan setiap letak sisi di kantor suami nya itu. Bahkan seluruh karyawan Austin juga sudah mengenal Ave sebagai istri dari pemilik perusahaan Bredly.


Jangan heran kalau semua karyawan pasti menyapa dengan ramah.


"Oh ya, apakah Tuan Austin masih ada di kantor?" tanya Ave berbalik berjalan ke arah resepsionis yang tadi menyapanya.


"Sepertinya Tuan Austin belum keluar kantor sejak tadi pagi, Nyonya." Jawab resepsionis tersebut.


"Oke, terima kasih, aku akan ke atas dulu," resepsionis itu mengangguk. Ave langsung berjalan memasuki lift khusus untuk para atasan di kantor itu.


'Kenapa perasaan ku sangat tidak enak, ya? Ada firasat apa ini?' batin Ave.


Ting!


Denting suara di lift membuat fokus Ave terkumpul lagi setelah tadi berceceran entah kemana.


'Ya Tuhan, kenapa aku malah berpikir sejauh ini?'


Ave segera keluar dari lift tersebut dan langsung berjalan menuju ruangan suaminya yang ada di ujung. Mata Ave memicing saat melihat meja sekretaris yang kosong.


Wanita itu mendekat ke arah meja itu, Ave bersidekap dada, merasakan debaran jantung nya semakin kuat. Rasa curiga itu semakin terpatri di hatinya, "sabar Ave, jangan curiga dulu, kamu harus positif thinking, mungkin saat ini Austin sedang ada rapat, yah!"


"Tapi kemana perginya sekretaris kecentilan itu? Apakah dia ikut meeting juga?" gumam Ave mendekat ke meja Lily dan melihat komputer nya masih menyala.


Wanita itu menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan.

__ADS_1


"Kalau Lily ikut meeting, seharusnya dia mematikan komputernya terlebih dahulu," Ave sedikit terkejut ketika mendengar suara wanita yang menjerit dari dalam ruangan Austin yang berada di samping meja kerja Lily.


"Siapa yang ada di dalam ruangan suami ku? Apakah itu suaranya Lily? Oh tidak!! Apakah kecurigaan ku benar?" Ave langsung berjalan ke arah pintu yang tertutup itu. Tangannya mengepal erat. Rasanya seperti di hantam sebuah benda keras tak kasat mata.


Jangan sampai kecurigaan nya benar, meskipun itu sudah memungkinkan 90% benar tapi rasanya Ave tidak kuat apabila harus mengalami di duakan seperti ini.


Ave tidak berani langsung masuk, dia tidak ingin dadanya semakin sakit saat melihat pemandangan di dalam sana. Tapi rasa penasaran semakin menjadi. Akhirnya demi hatinya yang penasaran Ave harus benar-benar memeriksa nya sendiri.


Telinganya ia dekat kan ke pintu, tapi tidak terdengar apa-apa dari dalam, dengan tangan yang sedikit gemetar, Ave mencoba untuk memutar handle pintu.


Jantung nya berdebar kencang saat Ave melakukan hal itu, firasat nya tiba-tiba menjadi tidak enak. 'Eh, kenapa tidak bisa di buka? Apakah pintu ini di kunci dari dalam?' batin Ave masih tidak percaya.


Berusaha mendorong pintu perlahan dan terus memutar handle nya, tapi hasilnya tetap tidak bisa di buka. Ternyata memang benar kalau ruangan ini di kunci dari dalam.


Lalu apa yang di lakukan Lily dan suaminya di dalam sana? Kenapa tadi dia mendengar suara jeritan seorang wanita? Ya Tuhan, Ave tidak bisa membayangkan apa yang terjadi, mungkinkah mereka sedang bercinta?


"Austin brengsek!"


Ave hampir saja terjatuh kalau saja dia tidak berpegang kuat pada handle pintu itu. Kakinya terasa lemas tidak berdaya saat ini. Ingin berlari agar tidak ketahuan suaminya tapi Ave tidak bisa. Posisinya saat ini benar-benar sangat sulit dan sakit.


"Aku memang berselingkuh darimu Austin, tapi aku tidak pernah melakukan hubungan suami istri dengan Zack! Tapi lihatlah dirimu saat ini, berdua bersama sekretaris mu di dalam sana dan pintunya terkunci rapat! Sebenarnya apa yang sedang kalian lakukan?? Hiks!"


Ave berusaha untuk berdiri tegak, dia belum bisa melawan pelakor itu saat ini, Ave butuh mengistirahatkan tubuh, hati dan pikirannya terlebih dahulu.


Ceklek! Pintu kerja suaminya Ave tiba-tiba terbuka. Ave bisa melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini.


Bersambung.


Hai othor mau promosi lagi nih, novel dari sahabat othor yang gak kalah kece badai dan keren abis.


Judul : CAHAYA DALAM KEGELAPAN


Author : Selvi_19

__ADS_1



__ADS_2