Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 72


__ADS_3

Happy Reading


Zidane memeluk Alana dan membawanya lebih dekat, saat ini mereka sudah berada di atas kasur dan tidur saling berpelukan. Setelah makan malam sederhana tadi, akhirnya Alana menceritakan semua tentang awal pertemuan nya dengan Ave.


Alana bahkan sama sekali tidak menyangka bahwa Ave adalah istri dari Austin. Pria yang beberapa hari lalu menjadi koleganya. "Ya, ini seperti sebuah takdir, kamu bertemu dengan istri dari Austin, padahal beberapa hari yang lalu Carol meminta bantuan ku untuk membantu dosennya agar tidak terjadi perpisahan, Carol sangat mengenal Austin dan Ave, adikku itu tidak ingin keduanya berpisah, apalagi hanya masalah salah paham antar para orang tua, tapi setelah mengetahui kabar yang baru saja kamu ceritakan, mungkin memang keputusan yang kamu ambil sangat tepat, sayang!" ucap Zidane menatap Alana.


Posisi mereka berdua saling menghadap, lengan kanan Zidane di buat bantal oleh Alana, sedangkan lengan kirinya memeluk pinggang sang calon istri.


"Heemm, aku hanya berharap ada solusi yang terbaik untuk masalah mereka," ucap Alana.


"Baiklah, sepertinya cukup sudah kita mengurusi orang lain, pernikahan kita tinggal dua hari lagi, semuanya sudah siap seratus persen, kita juga harus mempersiapkan mental dan tubuh, dan sepertinya udara sedingin ini enaknya berpanas-panasan, seperti olah raga ranjang, mungkin!" ucap Zidane tersenyum menyeringai.


"Oh, tidak Zidane, aku sudah merasa cukup hangat hanya dengan pelukan mu seperti ini, jadi sebaiknya kita segera tidur, istirahat, jangan sampai kelelahan! aku tahu bagaimana gayamu kalau sedang h*rny pasti akan membuatku encok!" Alana berbalik memunggungi badan Zidane dan semakin mengeratkan selimut yang dia pakai berdua.


Terus saja Alana tidak mau menuruti hawa napsu Zidane yang sudah sangat dia hapal, pria itu bisa berolah raga ranjang semalaman dan terkadang sampai membuat Alana benar-benar lelah. Tapi tidak dengan Zidane yang masih nampak bugar keesokan harinya.


"Iya, iya, aku pasti tahan kok, aku juga tidak akan memaksa kalau kamu gak mau, dan benar katamu sayang, nanti kalau kamu encok apalagi ini sudah mendekati acara pernikahan kita, pasti aku akan di gantung Mommy," Zidane memegang lehernya seakan-akan tangan Mommy Felicia sedang mencekiknya.


"Hahaha, kamu itu lucu banget, udah tau takut sama Mommy, tapi masih nekat kesini, apalagi kalau Daddy Morgan tahu, bisa-bisa dia mengganti mempelai prianya."


"Eh, tidak boleh! awas aja kalau sampai terjadi seperti itu, aku tidak akan mengampuni mu, ya! hanya aku yang boleh nikah sama kamu, gak ada laki-laki lain!" Zidane menggelitik perut Alana membuat wanita itu menjerit geli.


"Zidane, sudah cukup! hahaha, aku lelah! udah!" Zidane menghentikan kegiatan ketika melihat Alana yang sampai mengeluarkan air mata karena menahan rasa geli.


"Sini, sekarang kita tidur," Zidane menarik tubuh Alana tapi wanita itu menahan dada Zidane dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Gak mau!"


"Aku gak akan menggelitik lagi, aku juga capek, sayang! sini, deketan donk!" Akhirnya Alana menyerah dan masuk ke dalam pelukan Zidane. Malam itu salju turun kembali dan kedua calon pengantin baru itu pun terlelap di bawah selimut yang sama tanpa melakukan apapun selain berpelukan.


****


Di sisi lain.


Saat ini Ave masih berada di ruang kerja suaminya. Dia mencari semua file dan membuka folder milik Austin satu persatu, siapa tahu masih ada yang diselipkan di folder lain, Ave harus lebih teliti, jangan sampai ada yang terlewat kan. Mumpung Austin malam ini tidak pulang dan bisa di pastikan bahwa suaminya itu bersenang-senang dengan sekretarisnya, saling bertukar keringat di atas ranjang dengan berbagai macam gaya dan suara erangan yang menggelora.


Huft! Ave jijik jika membayangkan hal itu, dia tidak tahu kalau selama ini Austin berani melakukan hal itu dengan wanita lain. Tiba-tiba dada Ave terasa sesak kembali, rasanya nyeri bak ditikam pisau tajam. Air matanya meleleh kembali tapi langsung ia tepis begitu saja, sudah cukup dia menangisi suami brengsek seperti Austin.


Pria itu tidak pantas untuk di tangisi, sungguh hati Ave merasa sangat sakit sampai dia tidak bisa merasakannya lagi. Austin yang dulu terkenal romantis, sayang dan pengertian, ternyata berani berbuat hal yang tidak pernah Ave sangka.


Sebenarnya apa kesalahannya? Sampai Austin tega menjadikannya umpan untuk balas dendam? Apakah selama ini pria itu tidak pernah mencintai nya?


Ave sudah melihat semua folder, sepertinya tidak ada lagi video-video tentang dirinya dan Zack. Ave juga mencari di laci-laci meja dan mencari disk yang siapa tahu untuk menyimpan beberapa bukti.


"Sudah hilang semuanya, good job!"


Masih ada satu hal yang harus ia kerjakan setelah menghapus semua bukti-bukti itu. Ave mengambil ponsel dan membuka folder galeri, dia tersenyum saat melihat video-video itu.


"Lihatlah apa yang akan aku lakukan pada kalian," gumam Ave.


Tangan wanita itu sudah menari indah diatas keyboard, menyambungkan ponselnya ke PC dan mengedit seperlunya. Tidak membutuhkan lama untuk Ave, sekitar sepuluh menit dia sudah berhasil mengubah semuanya dan menggantinya dengan sesuatu yang patinya tidak kalah menggemparkan.

__ADS_1


Terdengar suara mesin mobil di luar rumah, Ave tentu mengenali suara mobil itu.


"Bukankah itu Austin? kenapa dia pulang? bukankah seharusnya dia menginap di tempat wanita jal*ng itu?" Ave mengintip di balik gorden jendela ruangan itu. Ave melihat sang suami sudah keluar dari dalam mobilnya.


"Oh. tidak! aku harus segera keluar dari tempat ini!" Ave segera mematikan layar komputer Austin, merapikan tempat tersebut, mengambil senter dan segera keluar dari tempat itu.


Ave berlari ke arah pintu, memutar handle dan perlahan mengintip di luar, sepertinya Austin belum naik, wanita itu langsung keluar dan mematikan senter yang dia bawa dan menyembunyikannya di balik piyama.


"Astaga! ponselku!!" Ave melupakan ponselnya yang masih berada di ruang kerja Austin. Kalau dia kembali ke sana pasti tidak sempat karena Austin saat ini pasti sudah berjalan ke lantai atas.


'Bagaimana ini?'


Terdengar derap langkah sepatu yang sedang menaiki tangga, Ave tidak bisa berkutik saat ini, hanya bisa menahan kegugupan dan detak jantung yang bertalu kencang.


"Sayang, ku kira kamu sudah tidur," sapa Austin saat pria itu melihat Ave yang berdiri mematung di depan pintu kamarnya.


Bersambung.


Gimana nasib ponselnya Ave, ya? apakah akan ketahuan Austin? dan pria itu tahu kelakuan istrinya?


❤️❤️❤️


Hari ini mau promosi lagi, karya yang gak kalah keren. Judulnya: Atmosphere


Author : Hilmiath

__ADS_1



__ADS_2