
Happy Reading
Zack memberikan coklat hangat pada Caroline yang saat ini masih terlihat shock setelah melihat berita yang beredar di kampus. Berita mengenai skandal Austin dan Lily yang notabene Austin adalah suami dari salah satu dosen di kampusnya.
Bahkan banyak dari sebagian siswa mengenal Austin, tentu saja berita itu menjadi sebuah pukulan tersendiri bagi para fans pasangan ini.
Sebenarnya Caroline hanya shok karena berita yang beredar bukannya berita tentang perselingkuhan Ave dan Zack, yang sudah ia ketahui duluan karena tidak sengaja mendengar percakapan antara Austin dan Lily, melainkan berita perselingkuhan mereka, bahkan beredar juga beberapa berita lain dari situs yang berbeda mengatakan jika sebenarnya hubungan mereka sudah berjalan satu tahun lebih.
Rentetan berita-berita yang mengatakan bahwa Austin menyogok salah satu agensi entertainment yang memergoki pasangan ini jalan berdua dan menyewa sebuah kamar di hotel juga beredar.
"Minumlah dulu, kenapa kamu malah yang shock seperti ini?" Caroline menatap gelas yang masih mengepul uapnya.
"Makasih, mister ... aku hanya tidak menyangka kalau beritanya jadi seperti ini, sebenarnya awalnya itu Kak Austin mau menyebarkan berita tentang perselingkuhan mu dan Mrs. Ave, tapi aku malah bersyukur jika sekarang yang terbongkar adalah berita mengenai perselingkuhannya dengan sekretarisnya yang sok cantik itu!" geram Caroline.
Zack duduk di samping Carol setelah gadis itu mengambil susu coklat yang dia buatkan tadi, di luar masih terasa sangat dingin, tapi hujan salju sudah tidak turun selebat tadi. Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore dan hari ini Carol sudah tidak ada kelas lagi.
"Sebenarnya aku sudah tahu kalau Austin memang memiliki dendam pada aku dan ibu, tapi ku kira semuanya sudah berakhir beberapa tahun lalu, bahkan kami sempat berteman baik, ternyata dia sudah merencanakan semua ini, aku juga tidak menyangka," ucap Zack.
"Apa mister tidak ingin menemui Mrs. Ave?" Zack menoleh ke arah gadis di sampingnya.
"Untuk apa?" tanya Zack spontan.
"Ya, untuk menghibur dia, bukankah masalah ini juga membuat hatinya hancur dan terpuruk? apa mister tidak kasihan dengan Mrs. Ave?" Zack menghela napas lalu merangkul bahu Caroline, merapatkan tubuh mereka hingga Caroline bisa mencium aroma dari parfum Zack yang wangi menawan.
"Meskipun kami dulu pernah dekat, tapi sekarang sudah tidak lagi, aku gak mau perhatian ku nanti membuat seorang gadis marah-marah," Caroline langsung mendongak menatap wajah Zack yang memang lebih tinggi darinya.
"Gadis siapa?" Carol memicingkan matanya.
__ADS_1
"Gadis yang saat ini tengah ku peluk dan sedang dalam mode shok," jawab Zack menggesekkan hidung mancung mereka.
"Ih, mister apa-apaan, sih! siapa juga yang akan marah-marah, tadi kan aku juga udah nyuruh mister buat kasih semangat sama Mrs. Ave, dia pasti terpuruk dengan adanya kasus suaminya, aku juga yakin kalau semua berita ini mengakibatkan perusahaan kak Austin terancam bangkrut!"
"Ya, itu sudah menjadi balasan untuk dia, kamu tahu Carol, meskipun aku dan Ave pernah menjalin hubungan di belakang Austin, tapi aku benar-benar jujur belum pernah menyentuhnya sama sekali,.aku tahu batasan, dia istri sahabat ku dan aku hanya nyaman saat dia membutuhkan ku, jadi jangan berpikir kalau sebenarnya aku mencintai nya, karena hanya kamu gadis yang ku cintai," ujar Zack lagi-lagi menyatakan perasaannya entah yang ke berapa ribu kali.
Caroline memutar bola matanya, "aku gak peduli, ya mister, mau kamu sudah bercinta berapa kali dengan wanita manapun, aku gak peduli! yang jelas aku masih perawan dan..!"
"Dan hanya aku yang akan mendapatkan nya, aku benar-benar pria beruntung!" sela Zack tersenyum.
"Ih, mister kok menyela, sih! aku kan belum selesai ngomong!" Carol memukul dada Zack berkali-kali.
Bukannya marah, tapi Zack semakin suka melihat Caroline yang merajuk seperti ini, sangat cantik dan menggemaskan. "Cantik banget kalau marah-marah," Caroline berhenti memukul dan langsung melepaskan diri dari rengkuhan pria itu
"Mister ini percaya diri sekali ya ingat mister aku belum menerimamu jadi jangan berlebihan!" Caroline berdiri dan siap untuk keluar dari ruangan dosennya itu.
"Mister! lepas!"
"Enggak akan, aku masih ingin berduaan sama kamu." Zack mendekat wajahnya pada Carol dan mencium bibir mungil milik gadis itu. Carol ingin sekali mendorong tubuh Zack tapi entah kenapa tubuhnya selalu menerima saja apa yang di lakukan oleh pria itu.
Pikiran dan hatinya seolah tidak sinkron, apakah Carol benar-benar telah luluh oleh pesona dosennya itu?
******
"Ave, please sayang, buka pintunya!" seru Austin yang saat ini sudah berada di depan pintu apartemen sang istri. Ya, Austin berhasil keluar dari kantor nya lewat pintu belakang di mana pintu itu hanya di lewati orang-orang dari gudang untuk keluar masuk membuang barang yang tidak penting.
Ave sendiri masih sudah bangun setelah mendengar gedoran di pintunya.
__ADS_1
"Ave!! tolong dengarkan aku! aku akan menjelaskan semuanya! itu semua fitnah sayang, itu adalah gosip yang di buat oleh rivalku untuk menjatuhkan ku dan perusahaan!!"
Ceklek!
Austin berbinar ketika melihat Ave membukakan pintu untuknya, pria itu langsung berhambur ke pelukan Ave tapi istrinya itu langsung mundur beberapa langkah membuat Austin hanya meraih kekosongan.
"Austin! sudahi sandiwara mu, aku sudah tahu semuanya, aku juga sudah tahu kalau kamu berencana membuatku hancur dengan membeberkan perselingkuhan ku dengan sahabat mu, bukan? aku tahu semua Austin!"
Deg!
Austin terkejut bukan main, tubuhnya menegang seketika, ternyata Ave sudah mengetahui semuanya, lalu apa gunanya dia menemui Ave untuk menjelaskan semuanya kalau ternyata istrinya lebih tahu tentang semua yanh dia rencanakan?
Tapi saat ini dirinya memang benar-benar membutuhkan Ave, entah kenapa ada rasa penyesalan saat melihat Ave marah seperti ini.
"Sebenarnya apa tujuanmu, Austin? kalau kamu memang membenci Zack, kenapa aku harus ikut menanggung dendam mu itu? apa salahku padamu? bahkan kamu sudah berhubungan dengan sekretaris mu jauh sebelum aku bersama Zack! aku lari ke arah Zack karena kamu yang berubah! kamu makin tidak pernah mempedulikan ku! kamu selalu bersama sekretaris jalangmu itu tiap hari, tiap malam bahkan mungkin pada saat di kantor kalian juga sering melakukan hubungan suami istri! cih! menjijikkan!!" Ave kini mengeluarkan uneg-unegnya, dia memang bersalah tapi itu semua Austin yang memulai.
"DIAM KAU, AVE!!"
"Kenapa aku harus diam? sebaiknya segera urus perceraian kita dan nikmatilah hidup mu bersama jalangmu itu, aku juga sudah muak denganmu, aku ingin segera bebas!" Austin mengepalkan kedua tangannya sampai urat nadinya terlihat.
Tentu saja Austin tidak akan melepaskan Ave begitu saja, jujur di dalam hatinya pria itu masih mencintainya istri yang selama setahun lebih ia sia-siakan dengan bersenang-senang bersama Lily.
"Tidak akan pernah ada perceraian!"
Bersambung.
Maaf kisah Alana dan Zidane jadi di selingi dulu sebelum end ya, karena mereka udah bahagia jadi konfliknya sekarang yang ini ππβΊοΈ
__ADS_1