Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 80


__ADS_3

Happy Reading.


Terdengar suara sirine mobil polisi yang keluar dari pelataran gedung apartemen yang di tempati Ave. Austin sendiri langsung di bawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan atas tuduhan pemerkosaan dan penganiayaan terhadap istrinya sendiri.


Dan juga tentang kasus perselingkuhannya yang di laporkan oleh salah satu lembaga perempuan sehingga membuat pria mendapatkan hukuman berat.


Austin hanya diam dengan tatapan kosong, menatap depan dengan tangan di borgol, entah apa yang dia rasakan saat ini, perasaannya benar-benar hancur berantakan, dia telah menyakiti istrinya berkali-kali, Austin menyesal, sangat menyesal. Kenapa dia baru sadar bahwa apa yang ia lakukan karena dendam akan membuatnya terpisah dari Ave?


Seharusnya dia tidak melibatkan istrinya itu, kan? Austin hanya ingin balas dendam terhadap Zack, tapi setelah melihat Ave yang memiliki hubungan dengan sahabat sekaligus saudara se-Ayah nya itu, membuat Austin kalap dan ingin membuat hubungan perselingkuhan mereka terbongkar.


Austin memang sudah tidak memiliki akal sehat, apalagi hubungan nya dengan Lily karena rayuan gila wanita itu yang menawarkan kenikmatan dan kehangatan berbeda, membuat pria itu khilaf dan akhirnya jatuh ke dalam drama perselingkuhan.


Austin begitu kalap, dia bahkan membuat rencana balas dendam kepada Zack dengan memanfaatkan istrinya sendiri. Kali ini hanya penyesalan yang datang menghampiri. Bahkan seharusnya dia meminta maaf pada sang istri dengan tulus, tapi nyatanya dia malah memperkosa istrinya. Austin begitu frustrasi.


Apalagi saat dia mendengar bahwa Ave mengalami pendarahan, apa yang sebenarnya terjadi pada Ave? Apakah dia terlalu keras melakukan itu sampai istrinya mengeluarkan darah? Ataukah ada hal lain hingga membuat Ave harus mengalami pendarahan.


"Aarrgh!! Ave!! Maafkan aku!!" Austin menjambak rambutnya frustrasi. Dia ingin bertemu dengan sang istri, tapi entah kenapa ada rasa takut di hatinya, takut Ave akan mengusir nya kembali, Ave pasti akan sangat membencinya.


Sedangkan di sisi lain.


Caroline masih betah berada di pelukan Zack, pria itu memeluk gadisnya mereka saat ini berada di rumah sakit dan di depan ruang ICU, menunggu Ave yang sedang berada di dalam dan di tangani oleh ahli medis.


"Mister, aku takut!" Caroline semakin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


Sebenarnya dia merasa shock ketika melihat pemandangan yang di suguhkan beberapa jam lalu di apartemen Ave, kalau bukan karena kasian melihat Ave, bisa di pastikan Caroline sudah lari dan bersembunyi. Melihat adegan dewasa yang sama sekali belum pernah ia lihat secara langsung.


Adegan pemerkosaan yang tersuguh di depan matanya, meskipun kalau di mata orang lain melihat bahwa itu seperti adegan percintaan biasa, tetapi karena Caroline dan Zack sudah tahu permasalahan kedua orang ini, tentu saja semua itu ada unsur pemaksaan.


"Ssstt, tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa dengan Ave, dia pasti baik-baik saja, kamu jangan takut, kamu tidak bersalah, Carol, jadi jangan merasa takut, semuanya sudah lewat," jawab Zack mengelus punggung gadis itu.


Memberikan kecupan, kecupan manis penyemangat agar Caroline tidak trauma. Zack paham kalau Caroline adalah gadis polos dan jauh dari dunia malam, melihat adegan seperti itu secara live pasti memberikan dampak tersendiri untuk Caroline.


"Apakah Mrs. Ave baik-baik saja?" Zack melonggarkan pelukannya, mengelus pipi basah Caroline dengan lembut. Menghapus air mata ketakutan gadis yang ia cintai itu.


"Ave tidak apa-apa, untung tadi kita datang tepat waktu, terima kasih karena telah meyakinkan ku tadi, kalau kamu tidak memaksaku melihat keadaan Ave, bisa di pastikan dia dalam bahaya, karena sepertinya Austin tidak akan melepaskan Ave begitu saja," jawab Zack.


"Aku hanya merasa kalau keadaan Mrs. Ave pasti tidak baik-baik saja setelah apa yang terjadi, karena aku juga tahu masalah ini, jadi sepertinya aku akan tampak seperti seorang yang jahat membiarkan Mrs. Ave terpuruk," ucap Caroline.


Yah, akhirnya Caroline berhasil menarik Zack untuk melihat keadaan Ave, dan entah insting atau apa, Carol menyuruh Zack langsung pergi ke apartemen Ave. Zack memang sudah hapal dengan sandi pintu apartemen itu karena dia dulu juga sering mampir ke sana.


"Pasien mengalami shock dan pendarahan, sepertinya karena stres dan tertekan, apalagi pasien juga mendapatkan paksaan atau kekerasan seksual, karena di usia kandungannya yang masih trimester pertama sangat renta," jelas sang dokter.


"Jadi, pasien sedang hamil, dok?" sang dokter mengangguk membenarkan. "Memasuki kehamilan 10 minggu, tapi untung saja langsung di bawa kesini, saat ini kandungan nya baik-baik saja, jangan sampai pasien mengalami stres berlebihan karena akan sangat mempengaruhi janin di dalam kandungan," ucap dokter.


"Iya, sekarang apakah kami boleh menemui pasien?" tanya Caroline.


"Setelah di pindah ke ruang perawatan kalian boleh melihat keadaannya, saya permisi dulu," pamit dokter itu.

__ADS_1


"Iya dokter, terima kasih."


Dokter itupun segera pergi dari hadapan Zack dan Caroline. "Jadi Mrs. Ave hamil? siapa ayah bayinya?" gumam Caroline pelan.


Tapi Zack masih bisa mendengar nya. "Tentu saja Ayahnya Austin, siapa lagi?" Carol menatap Zack sambil menaikkan sebelah alisnya. "Hemm, tapi mister kan selingkuhan nya," ucap Carol membuat Zack langsung membulat kan matanya.


"Tapi aku tidak pernah menyentuhnya! astaga Caroline! apakah kamu masih berpikir kalau aku adalah Ayah dari bayi yang di kandung Ave? bukankah sudah ku katakan kalau kami ...!"


"Stop!! iya mister, aku tahu, aku cuma menggoda mister tadi, ayo kita lihat kondisi Mrs. Ave," sela Carolina.


Zack hanya bisa mengelus dadanya, berusaha bersabar dengan tingkah Caroline yang terkadang membuat nya melayang tinggi tapi tiba-tiba langsung di hempasan begitu saja karena gadis itu seakan mempermainkan nya.


****


Ave membuka matanya perlahan, pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah seorang gadis yang ia ketahui sebagai kekasih Zack. "Mrs. Ave, anda sudah sadar?" seru Caroline saat melihat Ave yang sudah menatapnya dengan tatapan kosong.


"Aku panggilkan dokter," ucap Zack yang duduk di sofa.


"Tidak perlu, aku ingin bicara dengan kalian berdua, jadi jangan panggil dokter," ucap Ave menatap Zack. Pikirannya saat ini benar-benar kacau, apalagi kabar tentang kehamilannya yang tiba-tiba, Ave semakin di dera rasa sesak dan menyayat di hatinya.


Bersambung.


Mana nih dukungan nya untuk othor 🤧

__ADS_1


Jangan lupa kasih bunga yang buanyak ya akak reader semuanya 🥰


terima kasih 🙏


__ADS_2