Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 46


__ADS_3

Happy Reading.


Pagi ini Alana bangun dengan wajah yang berseri, senyum sumringah nampak terlihat dibibir mungilnya karena merasa keadaan nya sekarang benar-benar sangat baik. Alana melihat sekeliling kamar yang sangat luas, dibeberapa tembok terpasang foto-foto nya dan juga ada dua foto dengan kedua orang tuanya.


"Pagi Mom, pagi Dad, Alana berharap kalian bahagia di sana karena Alana sudah bahagia di sini sekarang, Dad, Alana sudah memaafkan mu, jaga Mommy baik-baik, ya?"


Alana berdoa dengan tulus untuk kedua orang tuanya yang sudah lama meninggal itu.


Ya, saat ini Alana sudah berada di mansion sang Nenek. Kemarin malam Alana meminta Zidane untuk mengantarkan ke tempat ini karena permintaan nenek yang menginginkan Alana pulang ke mansionnya selama sebelum menikah.


Nenek ingin lebih dekat dengan sang cucu yang selama beberapa Tahun ini sedikit renggang hubungan nya, di mulai saat Alana menjalin hubungan dengan Victor. Nenek Sofia sejak awal tidak suka dengan Victor karena berhubungan dengan Alana dan karena hal itu membuat Alana pergi dari mansion.


Kamar ini dulunya juga kamar Alana yang sempat di pakai nya sebelum pindah ke rumahnya sendiri. Barang-barang di saja juga masih sama tidak ada yang berubah sama sekali.


Tata letak rak buka, meja belajar, ranjang, sofa dan mejanya, masiy berada di tempat yang sama. Alana tidak banyak mengoleksi boneka atau semacamnya, dia dulu lebih sering menghabiskan waktunya dengan belajar dan belajar sebelum dia kuliah di luar kota dan kembali ke tempat ini setelah lulus dan bekerja di perusahaan nya sendiri.


Alana menyibak selimut nya dan berjalan menuju balkon. Aroma citrus dan lemon merebak di kamar ini, aroma ini dulu menjadi kesukaannya karena benar-benar menenangkan. Cuaca saat ini cukup cerah dan mulai memasuki musim panas. Matahari yang baru muncul bersinar hangat menyinari wajah cantik Alana yang masih bermuka bantal.


Alana memperlihatkan bawah dan melihat beberapa tukang kebun sedang membersihkan taman yang ada di mansion itu. Sebentar lagi dia akan berusia Dua puluh lima tahun, baru saja bercerai sepuluh bulan yang lalu dan dia akan menikah kembali dengan cintanya.


Mengingat hal itu Alana benar-benar tidak pernah menyangka bahwa misteri hidupnya sungguh tidak pernah bisa di bayangkan.

__ADS_1


"Apakah aku akan menikah lagi? ini adalah pernikahan keduaku tapi kali ini dengan orang yang tepat," gumam Alana memejamkan matanya sambil merasakan sinar mentari yang menghangatkan tubuhnya.


Drrttt...!


Terdengar bunyi ponsel Alana yang tergeletak di atas nakas. Wanita itu langsung masuk dan mengambil ponsel tersebut.


Alana tersenyum ketika melihat nama yang akhir-akhir ini selalu membuat dadanya berdebar kencang.


"Halo?"


"Kok lama sekali, sih angkatnya sayang?"


"Kamu gak suka kalau aku telepon pagi-pagi? Aku kan kangen!"


Alana terkikik mendengar jawaban ketus dari Zidane, dia memang sengaja membuat pria itu kesal karena baru bangun tapi sudah di suguhkan oleh sikap posesif nya


Tiba-tiba panggilan beralih ke Video, Alana langsung menggeser tanda hijau di layar.


"Astaga! Zidane kenapa gak pakai baju!!" Alana langsung menjauh kan ponselnya terkejut ketika melihat Zidane hanya hanya memakai boxer ketat dan menampilkan tonjolan di bagian intimnya.


Sungguh kelakuan pria itu sekarang semakin membuat Alana merasa pusing dengan tingkat kemesuman berlipat ganda.

__ADS_1


"Hei, sayang, kok gambarmu gak keliatan? Alu baru nge-gym dan tubuhku berkeringat, tuh liat keringat ku!"


"Ya tapi gak perlu sampai naked gitu kan kalau pas Video call!"


Zidane terkekeh di seberang sana, niatnya memang pagi ini dia ingin menggoda Alana dengan memperlihatkan tubuhnya yang seksi dengan roti sobeknya itu.


"Udah sana mandi dulu, aku juga mau mandi terus langsung ke kantor, kamu gak usah jemput karena pasti akan lama."


Ujar Alana yang langsung mematikan panggilan video call nya. Dia harus melihat perkembangan di perusahaannya setelah lebih dari dua Minggu dia tidak masuk bekerja.


Asisten pribadi dan orang kepercayaan dari nenek yang menghandle-nya selama ini dan terkadang di bantu oleh Zidane.


Alana kemudian segera masuk ke kamar mandi mengabaikan panggilan dari Zidane yang sepertinya belum ingin mengakhiri video call nya dengan Alana.


"Alana! Kamu sekarang berani mengabaikan ku, awas saja, akan ku hukum nanti!" gumam Zidane.


Kemudian dia mengambil handuk dan menyeka keringan di badannya yang sudah terlihat kering. Setelah Alana pindah ke mansion Neneknya, Zidane merasa rindu setiap saat. Biasanya kalau malam setelah pulang kerja bisa tidur dengan memeluk Alana tapi malam ini dia harus rela memeluk guling dengan ikhlas.


"Sabar Zidane! Kurang tiga Minggu lagi" gumam pria itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2