Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 69


__ADS_3

Happy Reading.


Di sisi lain di sebuah apartemen.


"Mister, berhenti!" seru Caroline membuat Zack menghentikan langkahnya dan berbalik menatap gadis di belakang nya itu.


"Kenapa? Apa kamu tidak suka kalau aku mengajakmu ke sini?" Caroline ingin protes tapi Zack sudah menyelanya lagi.


"Kalau kamu masih menganggapku main-main dan berbicara omong kosong, sebaiknya aku berteriak di depan semua orang di kampus dan mengatakan bahwa kita sedang berpacaran!" lanjutnya mengancam gadis yang sangat keras kepala itu.


Caroline mendengus kesal, meskipun tidak di pungkiri bahwa pipinya sedikit merona karena ucapan pria itu baru saja.


"Memangnya siapa yang mau jadi kekasih, Mister? Kalau saja aku tidak tahu seperti apa perangai Mister selama ini, pasti yang ada hanya ada kesempurnaan di mataku saat melihat seorang dosen muda tampan mengejarmu," cibir Caroline yang berganti membuat Zack kesal.


Bukannya kesal tapi Zack malah semakin ingin membuat Caroline mengerti akan perasaannya.


"Hahaha, kamu memang benar, Carol! Makanya aku tahu pasti itu akan sangat sulit untuk membuat mu percaya padaku, selepas seperti apa diriku ini, aku memang pria brengsek yang ingin di cintai oleh remaja labil seperti mu, hanya kamu Carol, mahasiswi yang membuatku lemah! Aah, tidak perlu di jawab sekarang!" bibir Caroline langsung mengatup saat Zack mencegah nya untuk menjawab.


"Huh, kenapa mister suka sekali membuat perasaan wanita di aduk-aduk," ungkap Caroline dengan jujur. "Kenapa pesona Mister ini benar-benar kuat, sampai membuat Mrs. Ave juga tergila-gila padamu."


Zack menatap tajam Caroline, tidak suka jika di saat dirinya sedang berdua dengan Caroline, tapi gadis itu menyebut nama wanita lain. "Jangan membicarakan namanya lagi, aku tidak ingin kamu merasa ilfeel padaku," ucap Zack menatap ke dalam mata Carol.


Wanita muda itu malah tertawa keras setelah mendengar kan ucapan pria yang lebih dewasa darinya itu.


"Hahaha, aku sudah ilfeel sejak pertama kali melihat Mister berciuman dan berpelukan dengan Mrs. Ave di samping toilet di kampus beberapa bulan yang lalu atau mungkin tepatnya satu atau dua bulan lalu, aku tidak ingat, tapi mulai dari situ aku menganggap dirimu ini sebagai pria yang suka berselingkuh dengan istri orang!" Carol menatap manik Zack yang tiba-tiba berubah menjadi kilatan kecewa dan penyesalan.


Sungguh dia juga tidak pernah menginginkan hal itu terjadi dalam hidupnya. Penyesalan memang selalu datang terlambat, tapi menurut Zack semua itu belum terlambat karena dia sudah memikirkan untuk mengakhiri hubungan gelapnya bersama Ave, bahkan jauh sebelum mengenal Caroline.

__ADS_1


Carolina melihat perubahan raut wajah Zack yang tiba-tiba berubah menjadi sendu, apakah ucapan nya tadi sedikit pedas hingga membuat pria itu menjadi muram seperti ini.


Tapi Caroline juga bukan orang yang bisa berbohong ataupun berpura-pura untuk mengungkapkan sebuah perasaan, meskipun dia akui sudah mulai ada ketertarikan sendiri pada pria yang usianya bahkan 7 tahun lebih tua darinya.


"Tapi sebenarnya aku juga salut dengan Mister," ucapan Caroline berhenti ketika sebuah daging kenyal nan hangat mendarat di atas bibirnya.


"Asalkan kamu tahu, meskipun aku dulu berselingkuh dengan Ave, jangan pernah berpikir bahwa hubungan kami berjalan dengan tidak sewajarnya, aku dan dia hanya berhubungan sehat, bahkan melakukan pelukan dan ciuman bisa di hitung dengan jari, well, selama berbulan-bulan kami sama-sama sibuk di kampus, di tempat di mana kami setiap hari bertemu, Ave sering curhat bagaimana hubungan pernikahan nya bersama Austin, aku yang merasa iba akhirnya memberikan pundakku untuk dia jadikan sandaran, kamu boleh percaya atau tidak, yang jelas aku berusaha jujur padamu tentang perasaan ku yang selama beberapa munggu ini benar-benar menyiksa, aku jatuh cinta padamu, Caroline, dari awal aku memilih mu bukan karena kamu mengetahui rahasiaku, tapi karena memang hati ini tertarik padamu," ungkap Zack panjang lebar tanpa bisa di cegah oleh Caroline yang masih mematung hingga saat ini.


Cup!


Satu kecupan kembali di ambil oleh Zack ketika melihat Caroline yang masih shock akan ungkapan cintanya.


"Ihh!! Mister gak sopan!! Kenapa mencuri ciuman ku terus!!" Caroline memukul dada Zack dengan kedua tangan nya, wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebuh. Degup jantung nya semakin kencang tidak bisa terkontrol.


Caroline malu sekaligus gugup di perlakukan seperti ini oleh pria yang baru saja mengutarakan cinta untuk nya.


Sedangkan Zack yang merasa pukulan Caroline yang lama-kelamaan menjadi sedikit sakit, akhirnya menangkap kedua tangan gadis itu dan menguncinya ke belakang.


"Jangan cemberut, nanti aku tambah gemas sama kamu, bawaannya kalau gemas tuh ingin sekali menggigit pipi dan bibir mungil kamu itu," bisik Zack di depan wajah Carol.


Wajah putih mulus itu berubah menjadi semakin merah hingga sampai ke telinga, guna menutupi kegugupannya Caroline langsung mengalihkan pandangannya ke samping dengan wajah yang masih ketus.


"Lepaskan tanganku, mister, aku mau pulang!"


Zack tidak menuruti keinginan gadis itu, " bukankah waktu itu kamu berjanji akan mempur ke apartemen ku, dan juga kamu akan menagih janjiku untuk membuatkan mu Capuccino hangat?"


Duh, kenapa pria ini ingat, sih! rutuk Carol dalam hati.

__ADS_1


"Terserah Mister, sekarang lepaskan aku karena aku ingin buang air kecil," seketika Zack melepaskan tangannya dari tubuh Caroline.


Gadis itu langsung menghirup napas dalam-dalam dan merasa sedikit lega setelah terbebas dari jeratan sang dosen.


Jangan sampai kisahnya menjadi judul sebuah novel yaitu 'Jerat Cinta Dosen Muda' bisik Carol dalam hati.


"Katanya mau ke kamar mandi?" lamunan tentang judul novel buyar seketika. Caroline celingukan mencari di mana kamar mandinya berada.


Zack yang mengerti hal itu pun langsung menunjuk ke arah belakang, tepatnya di sebelah dapur ada pintu yang Carol yakini adalah toilet.


"Aku akan ke sana," ucap gadis itu langsung berjalan tergesa ke arah pintu sebelah dapur itu.


"Eh, bukan itu kamar mandinya!! itu pintu gudang, Carol," gadis itu langsung berhenti seketika.


"Kamar mandinya hanya ada satu yaitu di dalam kamarku," ucap Zack kemudian.


Caroline benar-benar merasa sangat kesal, niat hati hanya ingin menghindari Zack dan bisa terlepas dari jeratan pria itu dengan beralasan ingin ke kamar mandi, tapi ternyata sekarang perutnya benar-benar merasa mulas.


Dengan menghentakkan kaki sedikit keras, Carol masuk ke kamar yang bisa di pastikan bahwa itu adalah kamar Zack, tempat paling pribadi pria itu.


Zack masih mengulum senyum. 'Akan ku kejar cintamu sampai kamu menyadari bahwa sesungguhnya kamu juga mencintai ku, Caroline.'


Bersambung.


Yukk mampir baca juga karya sahabat ku yang satu ini.


Judul : Ketulusan Hati Seorang Istri

__ADS_1


Author : Mphoon



__ADS_2