
HAPPY READING
Setelah kejadian pemecatan kepada salah satu pelayan di kediaman keluarga Alvares, tidak ada satu pelayan yang berani berulah. Mereka harus sadar diri bahwa tidak sepatutnya mereka membicarakan tentang orang yang berkaitan dengan keluarga ini.
Kasak kusuk yang beredar sekarang adalah asal usul Alana di kalangan para pelayan yang baru saja mengetahui bahwa wanita yang pernah menjadi sahabat mereka itu adalah orang kaya dan menjabat sebagai CEO sebuah perusahaan besar.
Tentu saja hal itu di ungkapkan langsung oleh Felicia sebagai Nyonya besar di rumah itu agar para pelayan mereka tahu diri dan tidak sembarang berbuat ulah.
"Sebaiknya sekarang kita jangan sembarangan bicara, atau akan ada yang di pecat lagi setelah ini!" ucap kepala pelayan.
Semua orang hanya bisa mengangguk patuh, mereka tidak berani lagi mengatakan apa-apa lagi setelah ini.
Setelah sarapan pagi yang di warnai dengan sedikit ketegangan, akhirnya Zidane berangkat ke kantor setelah Samuel menghubungi nya. Zidane terlihat sedikit tergesa dan langsung meluncur begitu saja.
"Memangnya ada apa sih di perusahaan? sampai kak Zidane begitu terburu-buru," gumam Caroline sambil menyemprotkan parfum ke tubuhnya.
Berharap bahwa tidak ada hal yang serius. "Sempurna!" ucap Caroline menatap tampilan nya di depan cermin. Seulas senyum terpatri di bibirnya, entah kenapa sekarang dia ingin tampil menarik dan berdandan.
Tidak seperti biasanya yang hanya akan memakai pelembab wajah dan juga lipstik natural, kali ini Caroline memakai bedak dan juga blush on di pipi agar terlihat sedikit merona. Warna lipstick dia pakai yang sedikit terang, menatap wajahnya yang sudah cantik, akhirnya Caroline mengambil tas dan juga ponselnya di nakas.
Gadis itu berjalan menuju pintu keluar kamarnya, hari ini dia akan kembali ke kampus setelah 4 hari absen karena sakit. Setelah tadi bangun tidur dia berhasil mendapatkan ponselnya kembali dan mengaktifkannya, rasanya sempat tidak percaya dengan melihat deretan pesan di ponselnya yang semuanya berasal dari Zack.
'Carol, kamu sedang apa?'
'Kenapa pesanku tidak di balas?'
'Hei, apakah kamu mengabaikan ku setelah menjadikan ku sebagai kekasih mu?'
'Kenapa nomermu tidak aktif, Carol! Please kalau udah aktif langsung hubungi aku, ya?'
__ADS_1
'Carol, sudah tiga hari kamu gak ke kampus, ada apa?'
'Caroline Alvares, aku rindu!'
Deg! Deg!
Kenapa Mr. Zack bicaranya jadi aneh seperti ini? Batin Caroline yang wajahnya langsung memerah ketika membaca pesan terakhir.
Jantung nya bertalu-talu kencang, perutnya terasa geli. Ah, Carol bisa sakit lagi kalau seperti ini. Pikirannya terus tertuju pada Zack yang mengatakan merindukan nya. Duh, kenapa pipinya jadi memanas ketika mengingat pesan itu.
Bahkan kedua sahabatnya sama sekali tidak ada yang mencarinya, hanya deretan pesan dari Zack yang mengatakan bahwa pria itu sangat khawatir.
Ah, tidak ada pesan apapun dari kedua sahabat gak ada akhlak, apakah mereka melupakan ku! batin Caroline melihat pesan lain yang masuk.
Alih-alih membalas pesan dari Zack karena jantung nya yang berdegup kencang saat melihat deretan pesan tersebut, dia pun memilih mengabaikan dan hanya mengirimkan pesan kepada kedua sahabatnya yang benar-benar bisa di sebut sahabat luck nut karena sama sekali tidak khawatir padanya.
Saat di kampus, Carol memilih langsung masuk kelas dan membuka beberapa buku catatan sambil menunggu dosennya. Dia tidak ingin bertemu dengan Zack karena perasaan aneh itu tiba-tiba hadir di hatinya lagi.
"Carol?" sebuah suara tidak asing tiba-tiba mengagetkan nya. Gadis itu mendongak dan menatap pria yang sejak kemarin benar-benar membuat pikiran nya kacau.
'Ya Tuhan, kenapa dia bisa kemari?'
Niat hati ingin menghindarinya dengan masuk kelas, tapi pria itu malah mendatangi nya di kelas ini. Apakah Zack tahu jadwal kuliah Caroline sehingga dia dengan mudah bisa mencari gadis itu?
Zack langsung mendatangi meja Carol yang terletak di bagian belakang dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan. Berjalan dengan sedikit tergesa dengan tatapan yang tak lepas dari mata coklat Caroline.
"Carol, kenapa tidak membalas pesan atau mengangkat telepon dariku? padahal aku kan sudah menyuruh mu membalasnya?" alih-alih bertanya kenapa Caroline tidak masuk kampus tapi Zack malah menanyakan hal lain.
"Ehmm, maaf mister, ponsel ku sejak empat hari yang lalu di bawa Mama karena aku sakit," jawab Caroline menunduk, tidak berani menatap mata Zack terlalu lama.
__ADS_1
"Ya Tuhan! jadi kamu sakit? kenapa tidak memberitahu ku, hah?" Caroline sedikit tersentak ketika Zack memegang kedua bahunya dengan ekspresi seperti orang yang sedang khawatir.
"Apa mister mengkhawatirkan ku?" tanya Carol hati-hati.
Zack melepaskan tangannya dan tertawa lirih. "Tentu saja aku khawatir, setelah makan malam itu kami tiba-tiba tidak bisa di hubungi dan menghilang begitu saja, sampai aku pergi ke kantor Alana hanya demi kamu!"
Carol mengerutkan keningnya, "pergi ke kantor kak Alana hanya demi aku? memangnya kenapa harus ke kantor kak Alana, mister?" tanya Caroline penasaran.
Zack menyugar rambutnya ke belakang masih tersenyum lirih. "Entahlah, aku merasa benar-benar sudah tidak waras, aku merasa sangat mengkhawatirkan mu karena kamu tiba-tiba tidak ada kabar aliah hilang kabar, aku tanya kedua teman mu, mereka juga menjawab tidak tahu, lalu aku teringat Alan yang tidak lain adalah calon kakak ipar mu, tanpa pikir panjang setelah mengajar aku langsung pergi ke kantornya untuk bertanya tentang kabarmu, tapi ternyata Alana harus ada rapat, jadi aku pulang dengan tangan kosong tanpa mendapatkan kabar darimu," jawab Zack panjang lebar membuat Caroline merasa terharu.
"Benarkah mister melakukan semua itu karena hanya ingin tahu kabar ku?" tanya Caroline dengan mata yang masih menatap wajah Zack.
"Iya, aku benar-benar seperti orang gila karena tidak bisa menghubungi mu, Caroline!" jawab Zack menghela nafasnya. Seakan ada beban yang terlepas di punggungnya. Melihat Carol baik-baik saja saat ini itu sudah cukup membuat Zack lega.
"Memangnya kenapa mister khawatir berlebihan kepadaku?" Zack membeku ditempat ketika mendengar pertanyaan Carol.
"Ehmm, kenapa memang nya? apa aku tidak boleh mengkhawatirkan mu?" Zack malah balik bertanya.
Membuat Carol memalingkan wajahnya dan berdecih. "Mister aneh, kita tidak sedekat itu hingga membuat mister khawatir terhadap ku, jadi apakah mister sudah mulai tertarik padaku?" tanya Caroline blak-blakan.
Padahal sejak tadi gadis itu menyembunyikan debaran di jantung nya yang semakin kuat ketika Zack mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal itu.
"Ya, Caroline! aku memang tertarik padamu sejak awal!"
Bersambung.
Boleh promo lagi ya, karya othor satu ini gak kalah keren.
Judul : IDENTITAS RAHASIA SANG MAFIA
__ADS_1
Author : David Widia