
Happy Reading.
Alana terlihat murung setelah membuat sarapan untuk Zidane. Tadi malam dia tidur di kamar Zidane, saling berpelukan dan berbagi selimut, seperti sepasang suami istri yang sedang kedinginan karena memang cuaca sudah memasuki musim dingin di Amerika.
Alana mendesah panjang, lama-lama dia merasa ada yang kurang dari dalam hatinya, rasanya gelisah dan selalu resah, apalagi setelah mendengar Zidane semalam mengigau memanggil nama seorang wanita, hati Alana terasa sedikit mencelos dan sesak.
Entah kenapa tiba-tiba dia merasa seperti itu, Alana tidak tahu, hanya karena mendengar Zidane memanggil sebuah nama yang Alana ingat adalah 'Valeria' bahkan Zidane mengigau sampai dua kali, membuat Alana merasa tidak semangat sama sekali.
'Ya Tuhan, kenapa aku jadi begini? tidak Alana! kamu tidak boleh memiliki perasaan itu pada majikan mu sendiri, ingat kalau kamu itu hanya pembantu!' batin Alana mengingatkan.
Meskipun dia sebelumnya berasal dari kalangan bukan orang biasa dan terpaksa menjadi pembantu, tapi rasanya Alana sangat tidak pantas untuk memiliki perasaan lebih pada Zidane.
Apalagi seperti pria itu mungkin memiliki rasa yang berlebih juga terhadapnya, bukankah dari awal memang mereka saling saling simbiosis mutualisme?
"Apa sabun nya habis? bukankah tadi malam udah belanja?" Alana sedikit tersentak ketika mendengar pertanyaan Zidane yang tiba-tiba. Apalagi saat menanyakan itu wajah Zidane amatlah dekat dengannya.
Gugup, oh tidak! kenapa sekarang Alana jadi seperti ini, merasa gugup ketika tubuh Zidane persis berada di belakangnya.
"Eh, ti-tdak tuan, sabun nya masih banyak kok," jawab Alana mematikan keran dan mengambil kain lap yang ada di rak piring.
"Kalau masih banyak kenapa gak selesai-selesai cuci piring nya, aku kan mau berangkat ke kantor tapi kamu masih sibuk di depan wastafel," ujar Zidane memeluk Alana dari belakang.
__ADS_1
Tubuh wanita itu sedikit menegang, tapi dia langsung bisa merilekskan diri, jangan sampai Zidane sadar kalau dirinya benar-benar gugup.
'Jangan baper, Alana!! ingat kalau kamu itu hanya mainannya tuan Zidane!'
Entah kenapa ada perasaan sedih ketika dia membatin hal semacam itu, sejujurnya Zidane sama sekali tidak menganggap Alana sebagai mainannya, tuan mudanya itu memperlakukannya dengan tulus dan sayang.
Bahkan terkadang sampai Alana tidak menyadari bahwa dia hanyalah kekasih gelapnya.
"Tuan mau berangkat sekarang?" Alana bisa merasakan kepala Zidane mengangguk karena saat ini dagu Zidane di letakkan di bahu Alana.
"Aku senang kita bisa tinggal di apartemen, jadi gak perlu sembunyi-sembunyi untuk bisa bermesraan seperti ini," bisik Zidane.
"Ehmm, tuan katanya ingin berangkat ke kantor, aku bawakan tas anda ke lantai bawah," ucap Alana.
"Sebentar, aku ingin mencium mu terlebih dahulu," ucap Zidane yang langsung menarik dagu Alana dari belakang.
Kemudian dia memajukan wajahnya dan langsung mencium bibir Alana dengan lembut, ciuman itu tidak berlangsung lama, tapi saat ini posisinya sangat intim. "Sial!! aku harus menahannya, Alana!" umpat Zidane ketika dia menginginkan hal yang lebih.
Alana terkekeh, kemudian dia membalikkan tubuhnya dan mengecup pipi Zidane sekilas, meskipun sedikit berani tapi Zidane sangat senang dengan sikap Alana yang seperti ini.
"Nanti persiapan dirimu, aku akan mulai mengatur semuanya agar kamu bisa secepatnya mengusir Victor dari perusahaan," ucap Zidane membelai rambut Alana.
__ADS_1
"Nanti, tuan?"
"Iya, nanti siang, secepatnya lebih bagus, kan?" jawab Zidane.
'Apakah kalau semuanya selesai itu artinya hubungan kita juga selesai?' batin Alana.
####
Zidane menatap pria di depannya itu dengan alis yang mengkerut, Samuel, sahabat sekaligus sekretaris nya itu nampak mengulum senyum tertahan.
"Kenapa kau tertawa seperti itu? kau mengejekku?" seru Zidane dingin.
"Bukan bos, saya tidak bermaksud mengejek anda, ehmm hanya saja saya merasa kalau sebenarnya anda ini sedang jatuh cinta," jawab Samuel.
"Tapi aku tidak yakin apakah Alana akan menerima ku atau tidak, selama ini dia tidak pernah meminta hal-hal di luar kesepakatan kami, dia juga tidak terlihat baper!"
Kali ini Samuel benar-benar tertawa, bos yang dia kenal selama ini anti wanita dan tidak bisa terbawa perasaan, sekarang dia curhat masalah hati dengan pembantu nya.
"Sam!! aku akan potong gajimu dua bulan kalau kau tertawa lagi!!"
Bersambung.
__ADS_1
Maaf ya akak othor, selama bulan puasa ini agak macet dan telat upnya 🙏🙏🤧🤧