
Happy Reading.
Sonya melemparkan tasnya ke atas ranjang, kemudian ia duduk di samping ranjang dengan menarik rambutnya kasar.
"Aarrggkk!! Kenapa semua ini tidak adik untuk ku!! Aku juga memiliki hak atas warisan itu, tapi wanita tua itu mengusirku dan melemparkan ku keluar gerbang seperti barang tidak berguna! Aku tidak terima dengan semua ini!!" Sonya masih menarik rambutnya.
Sepertinya kepalanya begitu sakit karena semua masalah yang menimpa dirinya.
Semua berawal dari kecerobohan sang Papa yang pernah keceplosan mengatakan bahwa dia bukanlah anaknya. Jhony di vonis tidak bisa memiliki anak karena dia mandul dan karena itulah Jhony menerima Bertha dan Sonya yang waktu itu masih berusia satu tahun karena memang pria itu mencintai Bertha sepenuh hati.
Selama ini yang di ketahui oleh Sonya bahwa Jhony Martines adalah Ayahnya, Ayah kandungnya.
Tapi ternyata karena sebuah kenyataan itu membuat Sonya ingin mencari tahu sebenarnya anak siapa dirinya ini. Akhirnya Mamanya mengatakan bahwa dia adalah anak dari Brian Mcknight, putra dari salah satu keluarga kaya di kota itu.
Tapi sebuah kenyataan lagi yang menghancurkan harga dirinya ketika masuk ke kediaman Arsavin, ternyata Sonya mengetahui fakta lagi kalau Brian bukanlah putra kedua di keluarga tersebut. Ayah kandung Sonya itu hanyalah anak angkat.
Tapi Sonya masih terus berusaha mencari cara agar dia bisa mendapatkan warisan dari keluarga konglomerat itu.
"Aku pastikan bahwa Alana akan hancur dan mati di tanganku!!"
####
__ADS_1
Zidane merengkuh tubuh Alana erat, rasa rindunya yang tertahan benar-benar membuat pria itu hampir gila. Ternyata dari dulu sampai sekarang perasaan nya sama sekali tidak berubah.
Hanya wanita ini yang bisa membuatnya jatuh cinta, hanya Valeria alias Alana, wanita di masa lalu yang mampu membuatnya tergila-gila, bahkan dengan identitas nya yang sudah berubah karena kehilanganmu memory ingatannya, Zidane tetap hanya bisa takluk oleh pesona seorang Valeria.
Mungkin Zidane akan membantu Alana mengingat memorinya dulu, setelah itu dia akan menikahi wanita itu. Tapi apakah dia bisa menahan diri untuk tidak tidur dengan memeluk Alana seperti ini?
"Apa kamu belum tidur, Zidane?" tangan Zidane berhenti mengelus rambut Alana dan menatap wajah wanita yang tadi tengah terlelap diperlukan.
"Kenapa bangun, hem?"
Alana menggerakkan tubuhnya agar sedikit berjarak dari tubuh Zidane. "Aku haus, lagian kamu mengelus kepalaku terus, apa kamu sedang ada masalah hingga tidak bisa tidur?" tanya Alana yang kini bisa leluasa memandang wajah tampan mantan majikannya itu.
Zidane tersenyum dan menggeleng. "Aku hanya merasa sangat bahagia bisa mendekap mu lagi seperti ini?"
"Aku juga bahagia," jawab Alana spontan.
"Benarkah kamu bahagia bersamaku, Alana?" tanya Zidane yang kali ini mengelus lengan Alana lembut.
Pria itu sangat ingin mengetahui bagaimana perasaan Alana terhadapnya. Apakah selama ini cintanya benar-benar bertepuk sebelah tangan?
"Aku bahagia, Zidane. Jujur setelah berpisah dengan mu, hatiku merasa sangat hampa, ada sebuah perasaan yang sesak di sudut hatiku saat mengingat mu, rindu, kangen dan selalu ingin melihat mu bercampur jadi satu, entahlah apa namanya," jawab Alana jujur.
__ADS_1
Dia benar-benar merasa gelisah, galau, merana. Apakah Alana sudah merasa ketergantungan dengan adanya Zidane?
Zidane mengubah posisinya berada di atas tubuh Alana, entah kenapa dia merasa sangat bahagia mendengar pengakuan dari wanita yang berada di bawahnya saat ini.
"Alana, apa kamu percaya kalau aku mencintaimu, bahkan sebelum kita bertemu?"
Alana berusaha menahan tawanya saat mendengar ucapan Zidane.
"Hei! Aku serius! Kenapa kamu malah tertawa?"
"Mana ada kamu bisa cinta sama aku jauh sebelum bertemu dengan ku, hahaha, aku tidak menyangka kamu mempunyai selera humor juga, tuan!" Kali ini Alana sudah tidak bisa menahan tawanya lagi.
Zidane paham kenapa Alana menertawakan nya karena menurut wanita ini mereka bertemu pertama kali saat Alana di bawa oleh sang Mama ke rumah untuk di berikan pekerjaan.
Berterimakasih lah Zidane terhadap Mamanya karena sudah membawa Valeria kembali ke pelukannya.
Alana masih tertawa, menurutnya Zidane terlalu lucu untuk membuat lelucon yang bahkan tidak lucu sama sekali.
"Aku akan membuatmu mengingat ku, sayang!" Zidane meraup bibir pink Alana dan menghisap nya sedikit kasar.
Alana membuka mulutnya untuk memberikan akses lidah Zidane bereksplorasi di dalam mulutnya. Sungguh rasanya Zidane tidak pernah puas kalai hanya menyecapi rasa manis bibir wanita ini.
__ADS_1
"I want you, Alana!"
Bersambung.