Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 24


__ADS_3

Happy Reading.


Alana menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Zidane. Kenapa semuanya malah jadi semakin rumit? Bukankah Alana hanya meminta tolong pada Zidane untuk memberikan dukungannya sebagai pemilik saham terbesar kedua di perusahaannya?


Ingin rasanya Alana menarik Zidane keluar dari ruangan tersebut, sesuatu yang keluar dari mulut pria paling berpengaruh di kota itu pasti akan menimbulkan kehebohan di masyarakat luas.


'Tuan, kenapa anda mengaku sebagai calon suamiku? Ini semua tidak ada dalam skenario kita? Pasti akan terjadi berita trending topik minggu ini di sosial media!' batin Alana menjerit.


Semua orang yang berada di dalam ruangan itu hampir tidak percaya dengan ungkapan Zidane. Bukankah pria itu di kabarkan sudah memiliki tunangan.


"Aku sudah memutuskan hubungan ku dengan Sonya karena dia berselingkuh, dan sekarang aku telah menemukan cinta pertama ku yang telah kembali, Alana Arsavin," ungkap Zidane menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berseliweran di kepala semua orang.


Menatap Victor dengan tatapan yang seakan dapat menghunus ulu hatinya.


"Jadi sudah di putuskan bahwa CEO Ar Mcknight saat ini sudah resmi di gantikan oleh Alana Arsavin!"


Tepuk tangan meriah menyambut di angkatnya kembali Alana sebagai CEO di perusahaan tersebut.


Zidane menggenggam tangan Alana dan keluar dari dalam ruang rapat itu dengan wajah yang sumringah. Sangat berbanding terbalik dengan wajah Alana.


Terlihat wajah Alana yang di tekuk sejak tadi, Zidane bisa merasakan bahwa wanita di sampingnya ini berubah moodnya.


"Kenapa? Apakah pencapaian mu ini membuatmu kurang puas?" tanya Zidane memegang bahu Alana dan sedikit menarik tubuh wanita itu lebih dekat.


"Ehmmm ... !" Alana bingung bagaimana cara menjelaskan pada Zidane.


"Tuan, kenapa anda membohongi publik?" Akhirnya Alana menanyakan apa yang ada di dalam dipikirkan nya.

__ADS_1


Zidane menghentikan langkahnya dan menatap wanita cantik tersebut.


"Aku tidak membohongi publik, Alana! Aku memang ingin membuat hubungan kita bukan hanya sekedar sebagai kekasih gelap, tapi aku benar-benar ingin memberikan kepastian pada hubungan kita, aku merasa nyaman bersamamu, selama ini hanya kamu yang bisa membuatku merasakan perasaan ini lagi," ujar Zidane memegang bahu Alana.


"A-aku tidak mengerti, tuan, sekarang yang terpenting adalah rencana akhir kita, jadi tolong kerja samanya," Alana tidak bermaksud mengalihkan pembicaraan, tapi dia memang harus segera melaksanakan rencana akhirnya agar bisa hidup kembali seperti dulu.


"Baiklah, kalau begitu ayo!" ucap Zidane kemudian menggenggam tangan Alana dan berjalan keluar dari perusahaan itu.


###


Victor tidak percaya bahwa sekarang dia sudah menjadi gelandangan, setelah kehilangan jabatan nya dan juga kehilangan Alana, pria itu di usir dengan kasar oleh dua satpam yang biasanya selama ini begitu menghormati nya.


Dia di pecat secara tidak terhormat karena di sinyalir memakai dana perusahaan untuk dirinya sendiri.


"Alana!! Aku harus membuat perhitungan!!"


Brukk!!


Alana membuang semua barang-barang Victor dari rumahnya, koper besar berisi pakaian pria itu, barang-barang berharga lainnya yang Victor beli setelah bercerai dengan Alana


Semua jejak milik Victor di rumah itu di buang oleh Alana di luar rumahnya, rumah yang dulu pernah di ambil alih oleh Victor dan sekarang berhasil di rebut kembali oleh wanita itu.


"Alana!!! Apa yang kamu lakukan!!" seru Victor berlari masuk ke dalam rumah tersebut.


Pria itu begitu shock ketika melihat barang-barang nya sudah berceceran di halaman rumah megah tersebut.


Alana menatap Victor dengan tatapan tajam tanpa ada rasa takut apalagi memuja, akting yang selama ini dia lakukan sekarang sudah tidak ia lakukan lagi karena sudah cukup bagi Alana saatnya mendepak pria tidak tahu diri seperti Victor.

__ADS_1


"Alana!! Jangan macam-macam! Apa yang kamu lakukan terhadap semua barang-barang ku ini!!" Alana hanya tersenyum sinis.


Victor bisa melihat tatapan Alana yang menyiratkan kebencian mendalam di matanya.


"Sudah saatnya kamu keluar dari rumahku!!" seru Alana tajam.


Victor membelalakkan matanya tidak percaya. "Ap-apa yang kamu katakan?? Alana please! Kenapa kamu mengusirku? Aku tidak bisa hidup tanpamu, sayang?" Victor bersimpuh di kaki Alana dan berusaha memegang kaki wanita itu.


Zidane yang sedari tadi masih berada di dalam rumah langsung berjalan keluar dan melihat drama yang di hadapannya saat ini.


"Pergilah Victor!! Keluar dari rumahku sekarang juga sebelum aku menendang mu!" seru Alana.


"Tidak, kenapa kamu melakukan ini, sayang? Kita kan saling mencintai!"


"Brengsek!! Jangan sentuh calon istriku!" suara Zidane benar-benar terlihat menyeramkan.


Membuat Victor langsung menciut, Alana juga baru melihat sosok Zidane yang seperti ini.


Hancur sudah harga diri seorang Victor Valdes, dia pun di usir dari rumah Alana tanpa membawa uang sepeserpun dan semua barang-barang nya hanya di ambil seberapa.


Alana tersenyum sinis, inilah pembalasan pada Victor atas tindakan nya yang dulu sama seperti yang di lakukan terhadap Alana.


"Sudah persis seperti gelandangan! Rencana mu berhasil sayang," bisik Zidane memeluk Alana dari belakang.


"Iya, tuan. Semua berkat bantuan anda."


Zidane mencium ceruk leher Alana yang beraroma buah strawberry. Wangi yang selalu membuat pria itu selalu candu ingin menghirup dan mencicipi nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2