Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 30


__ADS_3

Happy Reading.


"I want you, Alana!" Zidane menangkup pipi Alana. Mengelus pipi yang terlihat sedikit chubby itu dengan gemas.


Kedua insan saling memandang dengan tatapan penuh binar cinta.


"I'm yours," jawab Alana membuat hati Zidane bagai di siram air surga.


"Apa-apa? bisa kamu ulangi lagi?" pinta Zidane saling bahagianya mendengar jawaban dari wanita di hadapannya ini.


"I'm yours, Zidane," jawab Alana tersenyum lebar.


"You are mine!"


"Tentu, aku milikmu!"


Sebuah jawaban yang berasal dari lubuk hati terdalam penuh ketulusan dan kejujuran. Tetapi Zidane melihat ada sebuah sudut yang kosong di mata wanita itu. Entah kenapa seperti ada sesuatu yang seakan di renggut dari cahaya mata itu.


"Aku akan membuatmu bahagia, Alana, aki sungguh ingin menjagamu dari siapapun yang berusaha untuk menyakiti mu," Zidane langsung mencium bibir Alana dengan lembut.

__ADS_1


Memberikan sentuhan dengan sensasi beda dari biasanya. Alana merasa begitu di puja, dengan sentuhan dari Zidane yang membuatnya melayang. Benar-benar membuat wanita itu benar-benar merasa di hargai dan di lindungi.


####


Zidane menarik selimut hingga menutupi tubuh Alana yang saat ini sedang polos itu. Mengelus rambut wanita yang sangat di cintanya tersebut dengan penuh kasih sayang.


Cup!


Pria itu mengecup kening Alana sedikit lama, menyalurkan rasa cintanya untuk wanita yang tengah berbaring kelelahan karena kegiatan mereka barusan. Ada sedikit rasa yang tidak bisa ia jabarkan saat ini ketika melihat Alana yang tidur dengan begitu lelap.


Zidane mengambil celana bokser yang tergeletak di atas lantai dan memakainya. Kemudian Zidane berjalan ke arah balkon, tidak lupa membawa ponselnya yang tadi dia letakkan di atas nakas.


'Tidak, aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi, Alana!'


Dia tentu tidak akan membiarkan Alana menghilang dari kehidupannya kembali, Zidane tidak akan membiarkan hal itu terjadi, rasa cinta yang masih tersimpan kini semakin bertambah besar ketika mengetahui fakta Alana adalah Valeria.


Tapi bagaimana dia bisa membuat Alana mengingat tentang dirinya? Pria itu menarik rambutnya ke belakang. Berusaha memikirkan cara bagaimana agar Valeria kembali seperti dulu.


Zidane mendial nomer seseorang dan kemudian menempelkan ponsel itu ke telinganya.

__ADS_1


"Halo Samuel, tolong atur pertemuan ku dengan Nyonya Sofia, sepertinya aku tidak akan menundanya lagi,"


"Baik tuan, jadi apakah tuan akan mempercepat semuanya? Lalu bagaimana dengan ingatan Nona Alana?"


"Itu bisa di pikir belakangan, sepertinya aku harus meyakinkan Nyonya Sofia dan membuat Alana mencintaiku, aku yakin dengan berjalan seiring waktu ingatan Alana akan kembali,"


"Tapi tuan, bagaimana kalau ada campur tangan orang dalam yang memang berusaha agar ingatan Nona Alana tidak bisa kembali? Waktu 7 tahun bukanlah sebentar, tuan. Kalau memang Nona Alana di rawat dan di nyatakan sembuh, seharusnya dia bisa mengingat semuanya sedikit demi sedikit," Zidane menajamkan pendengarannya.


"Apa maksudmu? Apakah ada sabotase? Apakah hilang ingatan ini memang di sengaja?"


"Ehm saya baru menyelidiki nya, tuan, nanti kalau ada perkembangan saya pasti akan langsung mengabari anda," jawab Samuel di seberang dengan amat serius.


###


Zidane membuat janji dengan Nyonya Sofia ( nenek Alana ) dan saat ini pria tampan itu sedang berada di ruang tamu kediaman keluarga Arsavin.


"Selamat siang tuan, ada keperluan apa anda datang kemari?" tanya nyonya Sofia langsung.


Wanita paruh baya itu sebenarnya tahu kalau pria muda di hadapan nya saat ini adalah seorang pria yang baik. Pria yang membantu Alana saat cucunya itu tengah masa terpuruknya.

__ADS_1


"Sebaiknya saya langsung saja, Nyonya. Nama daya Zidane Alvares, niat saya ke sini untuk meminta izin pada anda untuk menjadikannya Alana pendamping hidup saya."


__ADS_2