
Happy Reading
Selama berlangsungnya acara resepsi pernikahan Alana dan Zidane, Zack sama sekali tidak pernah pergi dari sisi Caroline. Mengikuti gadis itu kemanapun dia pergi. Bahkan Papa Morgan dan Mama Felicia sudah merestui hubungan mereka.
Entah kenapa kedua orang tua Caroline begitu mudahnya menerima Zack, padahal mereka baru sekali bertemu. Apakah pesona dosen ini luar biasa?
"Mister, kenapa sih nempel mulu, sana deh jauhan, kayak lintah tau gak!" sungut Caroline kesal.
"Kamu cantik banget malam ini, jadi pengen nya lihatin wajah kamu terus," jawab Zack mengambil minuman dari seorang pelayan yang melintas.
Caroline melihat kedatangan Austin dan Ave yang saling bergandengan tangan, mereka terlihat seperti pasangan yang romantis dan sangat serasi. Tidak pernah terbayangkan jika rumah tangga mereka di warnai drama perselingkuhan dari masing-masing pasangan.
Begitupun dengan Caroline yang tentunya sangat terkejut mengetahui hal itu, kerumitan dalam hubungan kedua orang yang dia ketahui seluk beluknya tentu membuat perasaan dan hatinya tidak enak.
Mungkin akan berbeda cerita kalau Caroline tidak pernah mengetahui semuanya. Semua rahasia mereka, tentu hidupnya pasti tidak akan ikut terjerumus kedalam hubungan rumit ketiga orang itu.
"Mister, lihatlah mantan kekasihmu sedang berjalan ke arah kak Zidane dan kak Alana dengan suaminya, duh, mereka terlihat mesra sekali, ya? Tapi ternyata keduanya sama-sama tidak setia," bisik Caroline sengaja menyindir Zack.
Dosen itu sebenarnya sudah melihat kedua pasangan itu, tapi Zack sama sekali tidak ada niat menyapa ataupun mendatangi mereka, entah kenapa dia merasa ilfeel dengan keduanya.
Meskipun Zack belum tahu masalah Austin yang memiliki dendam kepada nya dan ibunya, tapi entah kenapa Zack memiliki firasat yang jelek.
"Gak penting!" jawab Zack kembali menatap Caroline yang masih mengamati Austin dan Ave dari jarak yang sidikit jauh.
__ADS_1
"Maksud mister apa? Memangnya apa yang gak penting?" Caroline sudah kembali menatap Austin yang hanya mengedikkah bahu atas jawaban gadis itu.
"Ih, mister kok gitu, sih?" tanya Caroline.
"Ya habisnya kamu kenapa malah menggodakuku? Memangnya aku senang gitu di goda-goda, aku sama Ave sudah berakhir," ujar Zack.
"Ya, siapa tahu masih cinta ... !"
"Carol, saat ini aku cuma cinta sama kamu, tidak ada wanita lain yang ada di dalam hati ini. Jadi sebaiknya kamu bersiap-siap karena sebentar lagi aku dan kedua orang tuaku akan datang melamar mu dan kita akan menikah kalau kamu sudah lulus nati!" Caroline mengedipkan matanya berulang kali, berusaha mencerna ucapan Zack.
Sedangkan di belakang mereka dua orang yang menunjukkan ekspresi terkejut.
Austin dan Ave mendengar semua ucapan Zack tersebut. Tangan Austin mengepal, sesungguhnya dia masih ingin membuat hubungan perselingkuhan Zack dan Ave bocor di publik sebelum mereka putus.
'Sial! Sepertinya aku harus bergerak cepat!' batin Austin.
Sedangkan Ave entah kenapa sekarang dia hanya biasa saja, apalagi mendengar pernyataan cinta Zack pada Caroline, meskipun sejujurnya dia sedikit terkejut, tapi hatinya tidak begitu sakit karena perbuatan suaminya jauh lebih menyakitkan.
Mungkin karena Ave tahu bahwa Austin menginginkan perselingkuhan mereka sebagai ajang balas dendam, membuat sisi lain wanita itu lebih banyak ikhlas dan terbuka.
Sedikit bersenang-senang dengan memberi kejutan pada Austin pasti akan sedikit membuatnya shock. Ave melebarkan sudut bibirnya dan berjalan ke arah Zack san Carol yang masih belum sadar akan kedatangan mereka.
"Hai, Carol ... Selamat sore Zack, wah, sepertinya akan ada yang menjadi sepasang kekasih ini," sapa Ave tertawa kecil.
__ADS_1
Austin yang melihat hal itu merasa sedikit terkejut, apalagi suara Ave yang sedikit meninggi membuat beberapa orang yang berada di dekat mereka langsung menoleh.
Bahkan banyak kamera yang langsung menyoroti mereka. Memang resepsi kali ini Zidane memperbolehkan beberapa wartawan meliput acara tersebut dan membiarkan dua perwakilan dari satu perusahaan untuk menghadiri acara resepsinya.
Zack berbalik dengan tampang yang datar, sedangkan Caroline sudah menutup mulutnya yang mengaga saking terkejutnya.
"Kak Austin dan Mrs. Ave?"
Ave tersenyum tulus pada Carol, gadis kecil yang sudah ia kenal beberapa tahun lalu karena adik dari Zidane sahabatnya, dan juga mahasiswi di kampusnya mengajar.
"Hai, sekarang kamu semakin tambah dewasa dan cantik, Carol," ujar Ave tulus, dia memang jarang bertemu dengan Caroline di kampus karena Ave tidak ada kelas untuk Carol.
Zack langsung memeluk pinggang Carol dan merapatkan tubuhnya. "Hai Austin, Ave, kalian sudah datang?" sapa Zack dengan memaksakan senyumannya.
"Hai Zack, Caroline, kita bertemu lagi dan sepertinya kalian semakin dekat?"
"Tentu saja, aku bahkan sudah mendapatkan restu dari Tuan Morgan dan Nyonya Felicia," jawab Zack percaya diri, sebuah smirk muncul menghias bibirnya.
"Selamat mister Zack, aku ikut bahagia," ucap Ave menyodorkan tangannya yang kemudian di jabat oleh Carol.
'Ya Tuhan!! kenapa semuanya jadi semakin rumit!!''
Bersambung...
__ADS_1
Maaf dua hari ini othor sedikit drop, jadi gak bisa double, tapi othor usahain bisa up tiap hari 🙏🙏