Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 74


__ADS_3

Selamat Hari Raya Idul Adha akak2 reader,, Semoga Allah Melimpahkan Berkah, Rejeki, dan Kesehatan untuk kita semuanya 🥰🤲🤲 Aamiin.


Happy Reading.


Caroline menghela nafasnya, kakaknya benar-benar menjengkelkan, menyuruhnya mengantarkan Zack ke apartemennya bersama Samuel sebagai sopir. Karena Carol sudah tahu di mana apartemen Zack.


"Kak Sam, bantu mister Zack, dia benar-benar berat!" seru Caroline yang masih berusaha menyangga lengan kiri Zack.


"Baik, Nona Carol." Samuel yang memang tidak begitu mabuk karena hanya minum sedikit langsung memapah Zack dan membawanya masuk kedalam.


Setelah beberapa saat mereka sampai di lantai di mana unit apartemen Zack berada.


"Mister, berapa nomer pinnya!" Zack hanya bergumam tidak jelas.


"Haduh, kenapa dia sangat merepotkan!! biar aku siram saja pake air, nanti pasti bisa langsung sadar!"


Zack yang sebenarnya mendengar gerutuan Caroline langsung menggeleng.


"Heh, mister! bangun! sebenarnya kamu masih kuat, kan? bisa berjalan sendiri? tapi pura-pura sudah tidak kuat!"


Zack menatap Caroline dan tersenyum. "Aku tidak mabuk kalau sudah lihat kamu, hehe!"


Carol hanya memutar bola matanya malas. "Ya, sudah, kalau begitu cepatlah buka pintunya!"


Zack menatap ke arah pintu kemudian menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa, nomernya jadi bertambah banyak, ehm, Carol, coba buka pintunya, nomer pin tanggal lahir kamu," Caroline mengurutkan keningnya.


"Kok nomernya tanggal lahirku?" tanya Caroline. Tapi Zack tidak menjawabnya, pria itu hanya tersenyum sambil menatap Carol penuh binar cinta.


'Apa dosen ini benar-benar mencintai ku? kenapa bisa secepat ini dia melupakan perasaannya pada Mrs. Ave?'


"Nona, sebaiknya cepat anda pencet tombol itu, badan dia benar-benar berat," ucap Samuel yang sejak tadi hanya diam saja

__ADS_1


"Hem, baiklah!" Caroline menekan tombol angka itu dengan tanggal lahirnya.


Pintunya terbuka, Caroline benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Ternyata Zack benar-benar memakai tanggal lahirnya untuk password pintu apartemennya.


Samuel sudah masuk membawa Zack ke dalam kamarnya, sedangkan Caroline masih memikirkan kejadian masalah pin itu.


'Apakah dulu juga tanggal lahir Ave untuk membuka password nya?' batin Caroline bertanya.


❤️❤️❤️❤️


Hari H (Wedding Day)


Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Alana dan Zidane. Setelah di pisahkan sekian tahun, dan akhirnya di pertemukan kembali dengan keadaan yang sudah jauh berbeda, Alana yang sudah menjanda dan Zidane yang sudah bertunangan.


Tapi meskipun keadaan mereka seperti itu, semuanya bisa dipersatukan kembali ketika Tuhan sudah mentakdirkan. Alana hari ini memakai gaun putih cantik, tidak glamor namun sangat elegan.


Berhiaskan mutiara dan batu berlian di bagian dada. Siang itu Alana tampil sangat cantik, meskipun sangat gugup, tapi wanita itu berusaha menguasai diri agar tidak terjadi kesalahan. Ini memang bukan pernikahan pertama untuk Alana, tapi entah kenapa rasa gugupnya melebihi pernikahannya saat bersama Victor.


Janji suci pernikahan telah mereka ucapkan, semua orang nampak terharu, terpancar dari raut wajah kedua mempelai yang berbinar penuh dengan cinta. Tatapan mata yang saling mengunci, menyelami cinta sedalam tatapan mereka, sangat bahagia, itulah yang Zidane rasakan untuk saat ini.


Tidak ada kebahagiaan selain bersatu dengan orang yang kita cintai. Bagaimana pun kita hidup dalam kesuksesan, kekayaan yang melimpah, kedudukan yang tinggi, apabila tidak bisa bersama dengan cinta kita, pasti hidup terasa kosong.


Papa Morgan, Mama Felicia, nenek Sofia serta keluarga besar dan sahabat-sahabat dekat Alana dan Zidane turut menyaksikan kebahagiaan itu. Ini bukanlah akhir dari kisah cinta mereka, namun ini adalah awal dari lembaran hidup baru yang akan kedua mempelai jalani.


"Selamat,, semoga kalian bahagia selalu, jalani kehidupan pernikahan kalian dengan saling setia, jujur dan saling percaya, kalau kalian bisa menerapkan semua itu, bisa di pastikan rumah tangga kalian akan aman dari segala macam cobaan," nasihat Mama Felicia kepada putra dan menantu nya.


"Iya Ma, kita berdua sudah melewati suka maupun duka, berpisah sekian tahun, bahkan Alana sempat mengalami amnesia, tentu saja setelah Alana sembuh, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini hanya untuk menyakiti nya, aku pastikan akan selalu membahagiakan istriku," jawab Zidane.


"Cie, yang udah punya istri, happy wedding kak Zidane dan kak Alana, pesanku hanya satu untuk kalian, cepat kasih aku keponakan, jangan di tunda-tunda lagi!" ucap Caroline.


Zidane mengusap rambut sang adik penuh kasih sayang, "tentu saja,, kami juga tidak ingin menunda, aku ingin punya anak yang banyak, bukan cuma dua seperti Papa dan Mama, tidak asyik, masa adiknya cuma Carol, kalau punya banyak saudara pasti akan menjadi ramai, aku ingin rumahku nanti di penuhi oleh canda tawa dari buah hati kami, iya kan, sayang?" ujar Zidane menatap sang istri yang sejak tadi tidak berhenti tersenyum.

__ADS_1


"Eh ... Ayolah sayang,, aku bukan mesin yang bisa mencetak anak banyak,, tapi aku juga ingin punya banyak anak, tapi ya nanti deh, semoga doa kita semua di kabulkan oleh tuhan!" ucap Alana.


Semuanya nampak setuju dengan jawaban dari Alana.


"Semoga kalian langgeng sampai tua," Papa Morgan memberikan pelukan pada sang putra yang kini resmi menyandang sebagai seorang suami.


"Terima kasih, Pa," Morgan memeluk sang putra dan memberikan tepukan tiga kali di punggungnya. Sedikit terharu karena putranya yang baru saja tumbuh besar sudah melepas masa lajangnya.


Setelah pihak keluarga mengucapkan selamat, nenek Sofia mendekati sang cucu dan cucu menantunya, "Apa yang ku katakan waktu itu benar, bukan sayang, Untung saja kamu nurut sama nenek, lihatlah hasilnya?" Nenek Sofia menaik-turunkan alisnya menatap sang cucu yang malam ini terlihat sangat cantik. Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum malu.


Zidane sendiri hanya bisa diam namun penasaran, memangnya apa yang di maksud nenek.


"Memangnya apa yang di katakan nenek padamu, sayang?" bisik Zidane penasaran.


"Ehm,, rahasia!" jawab Alana.


"Masa sama suami sendiri pakai rahasia-rahasia segala," ucap Zidane menarik pinggang Alana dan mendaratkan sebuah kecupan di bibir sang istri. Alana hanya bisa diam mematung saat merasakan bibir Zidane menyapu permukaan bibirnya di depan semua orang.


****


Akhirnya acara berlanjut ke acara resepsi. Hari sudah mulai sore dan para tamu sudah bergantian dari yang tadi pagi. Kali ini tamu-tamu yang datang adalah para kolega, klien-klien yang akrab dengan Alana dan Zidane.


Austin datang bersama dengan istrinya, Ave. Mungkin karena semuanya sudah tahu kalau istrinya adalah Ave, pria itu langsung mengajak sang istri.


Ave menatap ke sana kemari, melihat dekorasi elegan di mansion itu.


Deg! tiba-tiba matanya melihat seseorang yang pernah ada di dalam hidupnya.


"Zack bersama Caroline? kenapa mereka terlihat sangat dekat?'


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2