Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 72


__ADS_3

Happy Reading.


H-2


Ave harus menguatkan dirinya kali ini, dia tidak boleh lemah ataupun menyerah untuk mencari bukti bahwa suaminya telah berselingkuh.


Malam ini pasti Austin tidak akan pulang, bukankah dia akan menginap dirumah selingkuh nya. Ah, hati Ave terasa sakit mengingat percakapan mereka tadi sore. Berarti selama ini jika Austin tidak pulang bisa di pastikan pria itu menginap di rumah sekretaris pelakor tersebut.


Ternyata hubungan mereka sudah sangat jauh, kenapa selama ini Ave sama sekali tidak tahu ataupun curiga dengan keadaan suaminya. Apakah karena dia juga tengah menikmati keindahan yang namanya perselingkuhan?


Ah, untuk saat ini dia tidak boleh menyesal terlebih dahulu. Alana mengatakan bahwa dia tidak perlu memikat tentang Zack lagi, karena pria itu sekarang sedang dekat dengan Caroline yang notabene adalah adik dari Zidane.


"Jadi Zack benar-benar berkata serius saat itu yang mengatakan bahwa dia sedang dekat dengan seorang gadis?"


Ah, sudah lah, Zack memang pernah masuk ke dalam hatinya, tapi Ave tahu bahwa dia bukan pilihan terakhir. Sekarang sudah saatnya dia memikirkan masalah sendiri yang ternyata sangat rumit.


Perlahan wanita itu berjalan menuju ruang kerja sang suami yang ada di ujung. Dia harus mendapatkan nya malam ini sebelum Austin menyebarkan bukti itu.


"Mudah-mudahan memang Austin meninggal kan buktinya di rumah!" gumam Ave memutar handle pintu dan membukanya.


Ave tidak langsung mencari saklar untuk menghidupkan lampunya, dia lebih memilih membawa alat penerangan karena nanti di takutkan bahwa Austin tiba-tiba pulang kerumah. Jangan sampai pria itu tahu kalau lampu di ruang kerjanya menyala. Maka dari itu Ave hanya bisa menggunakan senter untuk mencari barang bukti tersebut.


Bukan Ave namanya kau dia tidak segera mencari bukti yang di sembunyikan oleh Austin. "Sepertinya memang berada di ruang kerjanya Austin, tapi bukan di simpan di disk, melainkan di komputer sang suami.


Ave langsung menemukannya dengan mudah karena folder tanpa nama itu sangat mencurigakan. Ternyata di sana banyak sekali kumpulan video-video saat Ave dan Zack sedang berdua, bermesraan dan bahkan pada saat mereka berciuman.

__ADS_1


Oh, astaga! Bagaimana Austin bisa mendapatkan itu semua? Apakah dia sudah menjadi penguntit selama ini?


*****


Zidane memeluk calon istrinya dari belakang, menempelkan bibir dan hidungnya di rambut Alana, menghirup nya dalam-dalam aroma yang selalu membuat hasratnya naik. "Aku sangat suka wangi rambutmu, sayang," bisik Zidane di telinga sang pujaan hati.


Alana yang barus saja selesai membuat burger mini langsung membalikkan badan. "Kalau para orang tua tahu kalau kamu ke sini, bisa di pastikan mereka akan mengurung ku dua hari kedepan!" Zidane memeluk pinggang Alana erat.


"Para orang tua tidak akan ada yang tahu kalau aku ke sini, lagian kenapa menunggu hari H terasa lama sekali? Aku kan sudah kuat kalau harus menahan rindu," ucap Zidane dengan wajah dibuat-buat sedikit memelas.


"Kurang dua hari lagi, kenapa kamu tidak sabaran? Kan masih bisa telepon?" Alana mengalungkan tangannya ke leher Zidane.


Sungguh sebenarnya dia juga sangat merindukan pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu.


"Aku tidak akan bisa bersabar jika itu menyangkut dirimu, Alana, sejak dulu sampai sekarang perasaan ku ini tidak pernah berubah, tidak ada wanita manapun yang membuat ku tertarik, kecuali seorang pelayan baru yang mukanya kusam berjerawat datang ke kamarku, dari suaranya saja sangat familiar, hasrat ku langsung naik seketika, padahal sudah bertahun-tahun aku tidak pernah menginginkan seorang wanita selain Valeria," ujar Zidane mengingat kisah pertemuan nya dengan Alana.


"Aku dengar kamu baru saja memecat salah satu pelayan mu? Kenapa kamu sekejam itu, Zidane? Aku saja yang dia hina tidak akan tega memecatnya, kasian dia kan nyari kerja susah, bisa di terima bekerja di keluarga kalian itu adalah sebuah kebanggaan, tau!" ucap Alana.


"Dari mana kamu tahu, kalau aku baru saja memecat salah satu pelayan ku?"


"Ya tahulah, aku kan di sana punya mata-mata, jadi setiap kamu pulang membawa gadis lain aku juga tahu, tapi sayangnya kamu tidak akan pernah membawa gadis lain," Zidane langsung mengacak rambutnya gemas.


"Tau kan kalau aku tuh setia! Sini, aku kasih hadiah!" Zidane mengangkat Alana seperti koala. Menggendong nya di depan membuat wajah mereka menjadi saling berhadapan.


"Aaww! Zidane!" Alana reflek mengeratkan pelukannya di leher pria itu. Sedangkan Zidane langsung melangkah menuju ke lantai dua dengan santai masih menggendong Alana.

__ADS_1


"Memangnya kamu punya hadiah apa? Hem?" Zidane menyeringai kecil membuat Alana sedikit curiga.


"Pasti kamu tidak akan pernah lupa dengan hadiahku itu, sayang!"


Zidane membuka pintu kamar Alana dengan cara menendang pintu itu dengan kakinya yang panjang. "Zidane!! Turunkan aku, aku gak mau ya kamu nglakuin yang enggak-enggak," seru Alana masih berusaha memberontak.


Zidane mencium bibir calon istrinya itu, gemas sekali sampai ingin menggigit bibir mungilnya. Memagut dengan panas dan saling menerobos kan lidah, mencari sensasi nikmat di dalam sana.


Zidane merebahkan tubuh Alana di atas ranjang, membuka kancing bajunya dan membukanya satu persatu.


"Pokoknya aku gak mau kalau malam ini kita bercinta! Kamu sudah janji kalau akan melakukan itu lagi di saat kita udah nikah dan sah menjadi suami istri?"


Zidane tersenyum lebar, dia memang sudah sangat tidak sabar dan juga merindukan tubuh Alana, tapi Zidane memang sudah berjanji pada sang wanita tidak akan menyentuh nya lagi sebelum menikah.


"Aku hanya ingin tidur bersamamu malam ini, memelukmu erat pasti akan bisa membuatku langsung tertidur pulas, jujur sayang, malam-malam ku lewati tanpa bisa bertemu denganmu membuat tidur ku sama sekali tidak nyenyak," ujar Zidane mengelus pipi mulus sang wanita.


"Baiklah, kalau hanya untuk menginap dan menumpang tidur aku tidak masalah, sekarang sebaiknya kamu mandi dan kita makan burger yang tadi aku buat, kalau tetap seperti ini aku tidak akan tahu apa yang terjadi setelah ini!" ucap Alana bangun dari atas ranjang.


Akhirnya Zidane mengalah dari pada di usir dan segera membersihkan diri dan Alana kembali ke dapur untuk mempersiapkan makan malam mereka.


Kedua pasangan yang sedang jatuh cinta ini menikmati makan malam yang di buat oleh sang wanita, "kemarin aku bertemu dengan Ave, istri dari Austin," ujar Alana.


"Kami berbincang-bincang dan semakin akrab, di situ Ave mulai berani membagi beban yang menderanya, bercerita mengenai kasus suaminya yang di khawatir kan berselingkuh di kantor!" lanjutnya.


Zidane menghentikan suapan nya dan langsung menatap wajah cantik itu. "Lalu bagaimana kamu bisa kenal dia?"

__ADS_1


"Ceritanya panjang, nanti aku cerita," jawab Alana.


Bersambung.


__ADS_2