Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 48


__ADS_3

Maaf dari dua hari yang lalu othor sibuk banget 🙏 ngurus anak-anak pendaftaran sekolah, jadi belum bisa up secara rutin.


Jangan sampai lupa alurnya, ya?🥰


HAPPY READING


Zidane menyatukan keningnya dan kening Alana setelah adegan ciuman panjang yang mereka lakukan di dalam ruang kerja wanita itu. Sebelum semuanya kebablasan menuju ke arah yang lebih intim, Alana yang bisa berpikir lebih jernih ketimbang Zidane yang sangat sulit menahan hasratnya langsung menyudahi ciuman tersebut.


"Kenapa berhenti?" tanya Zidane tidak terima.


"Kenapa?" Alana balik bertanya, sedangkan Zidane langsung menaikkan sebelah alisnya. "Aku masih kangen kamu, sayang! Bibirmu adalah canduku!" Alana mengalihkan pandangannya saat Zidane terus menatapnya penuh dengan cinta.


"Tapi kita di kantor, Zidane! Jangan bertingkah macam-macam!" seru Alana ketika Zidane memeluk dan semakin merapatkan tubuhnya. Zidane tidak bergeming dengan bentakan wanitanya itu.


"Aku mencintaimu, sayang! sungguh aku tidak akan bisa tenang sebelum kita meresmikan hubungan ini, secepatnya," Alana mendorong dada Zidane saat pria itu akan menciumnya kembali.


"Sayang, please!" lirih Zidane.


"Ini di kantor tuan Zidane, anda harus bisa menahan diri," ujar Alana akhirnya melepaskan diri dari pelukan Zidane.


Zidane memang sangat suka menggoda Alana dan melihat pipinya yang bersemu merah, tapi dia juga akhir-akhir ini sangat sulit untuk mengendalikan hasratnya pada saat berada di samping sang calon istri.


Rasa rindu yang luar biasa sejak beberapa tahun ini sungguh ingin dia luapkan setiap harinya. Rasanya masih tidak percaya bahwa Zidane akhirnya bisa kembali menemukan cinta sejatinya yang ia kira sudah meninggal beberapa tahun lalu. Selama beberapa tahun ini, Alana alias Valeria ia kira sudah meninggal dan Zidane hampir merubah status nya dengan menyetujui pertunangan dengan Sonya waktu itu.

__ADS_1


Tapi ternyata tuhan masih sangat menyayanginya dengan membawa Valeria kembali padanya, meskipun sempat mengalami amnesia dan bahkan Zidane sempat berpikir bahwa Alana dan Valeria adalah dua orang yang berbeda.


"Ayolah, kita nikah besok, ya, ya??"


"Zidane, aku haus."


"Jangan mengalihkan perhatian, sayang! Aku benar-benar serius dengan ucapan ku, apakah kamu tidak ingin kita bisa terus bersama sepanjang waktu?" Zidane kembali menarik pinggang Alana ketika ucapan nya tidak di respon oleh wanitanya itu.


Pria itu memegang dagu Alana, mengarahkan kepadanya, kemudian menangkup kedua pipi mulus Alana agar tetap bisa menatap ke arahnya dan saling memandang satu sama lain.


Mata mereka saling menatap, mengunci tatapan keduanya yang berbinar penuh cinta. Alana menghela nafas pelan, sebelumnya dia harus menenangkan calon suaminya ini, mungkin Zidane terkena virus grogi dan gugup sebelum menjelang pernikahannya, sehingga membuat pria itu merasa sedikit tertekan, mungkin.


"Bukankah kita akan menikah sebentar lagi? Jadi kamu harus mempersiapkan diri untuk itu, aku juga sangat ingin kita secepatnya bisa bersama, sayang! Tapi kita harus menyiapkan semuanya secara matang," jawab Alana tersenyum manis.


Dan hal itu langsung menular pada Zidane yang juga langsung tersenyum lebar, memang dia bisa mendapatkan apa pun setiap keinginannya, tapi meminta Alana untuk menikah besok tentu saja itu adalah hal yang konyol meskipun memang bisa saja mereka lakukan.


"Oke-oke, aku akan menghargai keputusan mu, sayang, kalau begitu kita bisa bercinta sebentar di atas meja kerjamu ini?" ucap Zidane menyeringai membuat pipi Alana bersemu merah.


"Gimana sayang?" Alana mencubit lengan Zidane sedikit keras membuat pria itu mengaduh.


"Kenapa otakmu hanya ada adegan seperti itu terus, sih?"


"Otakku akan selalu mesum kalau dekat kamu, Alana," jawab Zidane.

__ADS_1


"Sore ini aku harus pergi ke salon bersama Carol, jadi jangan buat aku terlambat untuk pergi dengan adikmu yang cantik itu, nanti bisa-bisa dia tidak mau menganggap ku sebagai kakak ipar."


"Kalau Carol berani seperti itu, aku akan menyita mobil kesayangannya," jawab Zidane.


Alana terkekeh. "Lagian kalau kamu sita mobil Carol, pasti dia masih sanggup membelinya."


Di sisi lain.


Zack mengejar Caroline saat gadis itu baru saja keluar dari dalam kelasnya dan langsung menuju ke parkiran. "Caroline, tunggu sebentar!" Carol langsung menghentikan langkah ketika ada seseorang yang memanggil.


"Aku ingin bicara dengan mu," ucap Zack ketika sudah berada di depan gadis tersebut.


"Ada apa Mr. Zack?"


Zack tidak menjawab tetapi dia langsung membawa Caroline masuk ke dalam mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempat tersebut.


"Hei, apa yang Mister lakukan? Kenapa membawaku paksa seperti ini?" seru Caroline.


"Tenang saja, aku hanya ingin mengajakmu ke suatu tempat, akan ada yang ku bahas mengenai 'kita'!" Caroline langsung menoleh saat Zack menjalankan mobilnya.


"Eh, 'Kita' apa? Kenapa Kita? Aku rasa kita tidak pernah ada masalah yang harus di bicarakan!" tanya Caroline.


"Iya, Kita, karena aku tahu kalau kamu adalah mahasiswi yang melihat hubungan Gelapku dengan Ave, dan aku ingin menjelaskan semuanya padamu kenapa aku dan Ave bisa memiliki hubungan!"

__ADS_1


Bersambung.


Sebenarnya aku mau pisahin aja cerita Alana dan Carol... Menurut akak2 semuanya gimana??🤔🙏


__ADS_2