Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 60


__ADS_3

HAPPY READING


Ave melihat ponselnya dan tidak ada notifikasi pesan dari siapapun. Zack maupun Austin sama sekali tidak mengirimkan pesan padanya. Ave merasa benar-benar sendirian saat ini, dia sangat kesepian, entah Zack sedang melakukan apa, dia sudah tidak bisa mendekati pria itu, karena Zack selalu membangun pertahanan tembok tinggi di antara mereka.


Tadi saat Ave mencoba berbicara padanya di kampus, Zack hanya mengatakan bahwa dia harus kembali pada Austin dan mengembalikan rumah tangga mereka seperti sedia kala.


Sedangkan Ave tidak tahu Austin ada di mana saat ini, hubungan antara dirinya dan suaminya itu benar-benar terasa hambar sekarang. Tidak ada lagi kemesraan di atas ranjang, entah sudah berapa lama Ave tidak pernah di sentuh oleh Austin, mungkin lebih dari sebulan. Austin hanya mengatakan sedang sangat sibuk dan Ave selalu bisa mengerti.


Mungkin terkadang Austin memang masih peduli terhadapnya, tapi itu hanya satu dua hari, setelah itu pria itu akan di sibukkan dengan urusan pekerjaan yang tidak ada habis-habisnya.


Ave tahu bahwa Austin mendapatkan jabatan nya menjadi CEO dengan menggantikan Papanya sangatlah tidak mudah. Sang Papa yang sakit-sakitan memberikan perusahaan itu pada Austin dan hampir saja bangkrut kalau pria itu tidak turun tangan dan dengan segala usahanya mencari beberapa investor yang mau menyumbangkan modal mereka.


Ave paham dan mengerti karena dia juga telah lama mengenal Austin sejak masa kuliah, sebelum akhirnya mereka menjalin hubungan. Waktu sebelum mereka memiliki hubungan, Austin di kabarkan sudah memiliki kekasih dan kabarnya mereka akan menikah. Tapi tidak lama setelah itu di kabarkan bahwa tunangan Austin meninggal karena jatuh dari lantai 3 rumahnya. Setelah itu seminggu kemudian Ibunya juga di temukan meninggal di rumah sakit saat menjalani perawatan karena penyakit yang di deritanya.


Ave tidak begitu tahu bagaimana kisah masa lalu Austin itu, dia bisa dekat dengan Austin setelah kesedihan pria itu menghilang di gantikan dengan semangat tinggi untuk bisa sukses dan menjadikan perusahaan yang ditinggalkan oleh Ayahnya bisa menjadi perusahaan maju bersaing dengan beberapa perusahaan besar di Florida.


Ceklek!


Pintu kamar terbuka, dan Ave tahu pasti itu suaminya telah pulang, entah kenapa rasanya malas untuk menyambut suaminya saat ini. Dia lelah dengan hubungan pernikahan nya yang hitam kelam tanpa ada warna di dalamnya.


Hambar dan sangat melelahkan, mungkin cintanya pada Austin juga semakin terkikis karena suaminya sekarang sudah tidak lagi bergairah dan sama seperti dulu.


Ave lebih memilih memejamkan matanya dan berpura-pura sudah tertidur. Dia menghindari interaksi dengan Austin saat ini karena sejujurnya pikiran dan hatinya juga ingin beristirahat.


Austin melihat Ave yang meringkuk di bawah selimut seperti seekor kucing yang sedang menikmati kehangatan. Pria itu melepaskan dasinya dan membuka kancing kemejanya.


Pria itu menatap Ave dalam diam, tubuh kecil yang berbalut selimut itu terlihat rapuh. Sudah hampir seminggu ini dia tidak pulang ke rumah, entah merasa sakit hati atau karena sudah bosan dengan istrinya yang berselingkuh dengan Zack, membuat Austin ingin bisa secepatnya lepas dari wanita tersebut.


Tapi malam ini setelah mengetahui bahwa Zack memiliki wanita lain dalam hidupnya, Austin merasa hubungan Ave dan Zack sedang dalam masalah, mengingat hal tersebut Austin langsung berjalan ke arah ranjang dan menatap tubuh istrinya yang meringkuk di atas ranjang king size mereka.

__ADS_1


Pria itu mendesah kasar, entah kenapa tiba-tiba hasratnya naik saat melihat tubuh Ave yang berada di bawah selimut itu.


"Ave, apakah kamu sudah tidur?" Austin menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jelas saja Ave sudah tidur, kenapa dia masih menanyakan hal itu pada orang yang sudah terlelap.


Ave sendiri sebenarnya tidak bisa tidur dan hanya berpura-pura saja, sebenarnya dia merasa sedikit gerah dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya saat ini dan hanya menyisakan bahu dan kepalanya saja.


Ave sedikit terkejut ketika merasakan ranjang sebelah nya bergoyang, menandakan bahwa Austin ikut naik ke ranjang itu. Jantung Ave berdetak kencang ketika dia merasakan tangan Austin yang meraba perut nya setelah menyingkirkan selimut yang sejak tadi membungkus tubuhnya.


"Ave, aku menginginkan mu," deru napas Austin menggelitik di telinga Ave dan hal itu membuat wanita itu geli dan merinding.


"Euhmmm!" Ave menggeliat saat Austin menjilat telinganya dan mencium bagian tengkuk, area paling sensitif untuknya.


"Ehmmm, Austin! Apa yang kamu lakukan?"


"Aku menginginkan mu, Ave, ayo kita bercinta malam ini," bisik Austin membuat Ave semakin menggeliat.


"Ta-tapi aku sudah mengantuk, Austin!"


Deg!


Ave sangat terkejut dengan ucapan Austin, kenapa kata-kata itu seakan menyindirnya, Ave memberanikan diri melihat wajah Austin yang kini tampak tersenyum meremehkan.


"Apa maksudmu? Aku kan hanya mengantuk, kenapa kamu mengatakan hal aneh seperti itu?" ucap Ave masih berusaha menatap mata Austin.


Dia tidak sedang mabuk ataupun sehabis minum alkohol, Austin saat ini benar-benar sadar dan dia mengatakan sesuatu yang menyudutkan Ave.


"Hahaha, hal aneh apa Ave, ingat! kamu adalah istriku dan tugas kamu melayani ku sebagai suami, dan sekarang aku menginginkan mu!" Austin mencium bibir Ave dengan sedikit kasar.


Entah kenapa membayangkan bibir itu berciuman dengan pria lain tiba-tiba membuatnya merasa emosi. Hampir saja dia lepas kendali dengan membongkar perselingkuhan istrinya dengan Zack, tapi untung saja Austin langsung bisa mengendalikan dirinya.

__ADS_1


Ave pun hanya bisa pasrah saat suaminya itu menjamahnya malam ini, awalnya sedikit kasar, tapi lama-lama Austin melakukan nya dengan penuh kelembutan.


Rasa sang istri yang sudah lama tidak ia jamah ternyata lebih nikmat dan menantang. Merekapun melakukan nya semalaman karena Austin tidak bisa berhenti menikmati tubuh sang istri.


Ave mengambil baju tidurnya yang berserakan di lantai dan langsung memakainya, dia melihat jam di atas nakas sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Austin benar-benar seperti singa kelaparan malam ini. Ave merasakan setiap sentuhan Austin syarat akan kasih sayang.


'Apakah aku harus memperjuangkan kembali perasaan ku terhadap suamiku? Apakah memang seharusnya kita bicara baik-baik dan kembali membangun rumah tangga ini agar saling berkomunikasi?' batin Ave menatap punggung telanjang Austin yang saat ini tengah memunggunginya.


Drrtt!


Mata Ave beralih menatap ponsel Austin yang masih berada di kantong celananya menyala. Austin hanya meletakkan celananya di lantai tanpa mengambil ponsel.


"Siapa yang menghubungi Austin tengah malam seperti ini?" gumam wanita itu penasaran.


Ave menggerakan kakinya perlahan dan mengambil ponsel suaminya tersebut.


"Lily?" bukankah itu nama sekretarisnya Austin.


Apakah di jam seperti ini masih sangat wajar kalau membicarakan masalah pekerjaan?


Ave melihat Austin yang masih terlelap di belakangnya, apakah dia salah kalau harus membuka ponsel suaminya sendiri?


Bersambung.


Hai akak reader semuanya 🥰 aku mau promoin cerita sahabat ku yang gak kalah keren.


judul : PENDAMPING HIDUP MOMMY SHASI


author : Putri Nilam Sari.

__ADS_1



__ADS_2