Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 47


__ADS_3

HAPPY READING.


Siang itu gadis cantik yang memiliki mata biru terang dan rambut coklat kehitaman sampai memasuki area kampus dengan mengemudi kan mobilnya.


Caroline Alvares menarik napas dalam-dalam sebelum menghembuskan perlahan.


Gadis itu keluar dari dalam mobilnya dan alangkah terkejutnya dia saat melihat seorang pria yang berdiri di hadapannya saat ini. Senyum menawan terbit di bibir pria itu, jantung Caroline berdetak semakin kencang saat di sadari siapa pria itu.


"Pagi Caroline," mata Carol membulat sempurna saat pria itu mengetahui namanya.


"Pagi Mr. Zack!" jawab Caroline dengan bibir sedikit bergetar. Sumpah demi apapun setelah kejadian kemarin saat dia melihat dosen muda tampan itu sedang berduaan dengan dosen cantik dan idola di kampusnya membuat Caroline hampir tidak bisa tidur.


'Ya Tuhan, Mr. Zack kenapa bisa tahu namaku? Apa dia tahu kalau aku kemarin yang sedang memergokinya saat sedang bersama dengan selingkuhannya, Mrs. Ave?' batin Caroline.


"A-ada apa Mr? Kenapa anda mendatangi saya?" tanya Caroline hati-hati, karena Zack hanya diam saja dan sepertinya sedang mengamati wajah gadis di hadapannya saat ini.


'Cantik,' itulah isi kata yang ada di hati Zack.


"Eghem, tidak, aku kebetulan baru memarkirkan mobilku di sini, dan tidak sengaja pas kamu buka pintu aku sedang berdiri disini," jawab Zack mengusap lehernya.


Caroline memicingkan matanya melihat tingkah Zack yang begitu aneh. Padahal tadi dia mengira Zack sedang mendatangi nya karena masalah kemarin, tapi melihat jawaban ambigu dari pria itu malah semakin membuat Caroline curiga.


"Kamu mahasiswi ku, kan? Wajahmu tidak asing," ucap Zack sambil berjalan bersisihan dengan Carrol.

__ADS_1


"Iya Mr. Saya mahasiswa jurusan Bisnis Management," jawab Caroline berusaha melangkah kan kakinya sedikit lebih cepat.


Dia ingin menghindari Zack agar pria itu tidak bisa mengingat siapa dirinya, atau mungkin memang sebenarnya Zack sudah tahu dan berusaha untuk mendekatinya, sungguh Caroline sama sekali tidak ingin berurusan dengan dosen idola itu lagi.


Carol bahkan tidak berniat untuk membocorkan rahasia mereka ke siapapun sekarang.


"Caroline, tunggu!" seru Zack mengejar langkah gadis itu.


'Aaggh.. aku gak mau berurusan dengannya, dasar pria tukang selingkuh!'


Bukannya berhenti, tetapi Caroline semakin berlari kencang karena dia tidak ingin terlihat jalan bersama Zack yang pasti akan membuat heboh semua orang, terlebih kalau selingkuhan nya melihat mereka jalan bersisihan pasti akan jadi masalah tersendiri untuk Caroline.


"Kenapa dia lari, sih? Baru kali ini ada seorang wanita berlari saat ku kejar, huh! Biasanya mereka yang suka ngejar aku! Apa dia takut karena kejadian kemarin dan mengira aku akan mengancamnya? Hah!" Zack terkekeh sendiri setelah menggerutu.


"Aku harus mencari tahu siapa gadis itu sebenarnya!"


❤️❤️❤️


Alana selesai menyimak presentasi dari sekretaris perusahaan JB grup yang baru saja meluncurkan produk terbarunya untuk bisa mendapatkan kerja sama dengan perusahaannya. Setelah di rasa semuanya cukup tepat untuk mengadakan kerja sama itu, Alana juga langsung membubuhkan tanda tangan untuk melanjutkan kerja samanya.


Setelah seharian ini Alana benar-benar di sibukkan dengan urusan kantor, setelah ini dia ingin pergi ke salon bersama calon adik iparnya yang semalam sudah memberikan kabar bahwa nanti sore mereka akan memanjakan diri di salon langganan Caroline.


"Nyonya Alana, Tuan Zidane sudah menunggu anda di dalam ruangan sejak setengah jam yang lalu," ucap asisten pribadi Alana.

__ADS_1


Wanita itu sudah tidak terkejut lagi dengan kehadiran Zidane yang setiap hari selalu mengganggunya.


"Kenapa wajahmu begitu masam?" ujar Alana saat memasuki ruangannya dan melihat calon suaminya itu berwajah cemberut.


"Kenapa kau mengabaikan telepon ku?"


"Maaf, aku tadi sibuk, baru ketemu sama klien penting, apa kamu tidak ada kerjaan sehingga belum waktunya untuk pulang tapi kamu sudah bisa ada disini?" tanya Alana mendekat ke arah sang kekasih.


Zidane yang sedang duduk sofa langsung menarik tangan Alana, membuat wanita itu terjatuh di pangkuannya.


"Apakah aku kelihatan seperti seseorang yang tidak punya pekerjaan? Hem?" Alana berusaha berontak untuk bisa dapat duduk sendiri tapi Zidane semakin mengeratkan pelukannya di pinggang wanita itu.


"Zidane, lepaskan dulu, nanti ada yang melihat!"


"Tidak ada, aku sudah menyuruh Samuel untuk berjaga di luar, bukankah ini sudah jam karyawan untuk pulang?" Alana berhenti memberontak dan menghela napas.


"Kenapa bawa-bawa Samuel? Memangnya kamu mau ngapain?" Zidane menarik kedua sudut bibirnya membentuk seringai lebar.


"Aku akan menghukum mu, sayang!"


Zidane langsung mencium bibir Alana penuh hasrat. Tangannya naik ke tengkuk wanita itu untuk memperdalam ciuman nya. Sepertinya setelah resmi menjadi calon suami dari Alana, pria itu semakin tidak bisa mengendalikan dirinya hanya karena rindu yang setiap saat selalu datang.


"Bagaimana kalau pernikahan kita di majukan besok saja, aku sudah tidak sabar ingin setiap hari selalu bersamamu, sayang," ujar Zidane menatap Alana dengan pandangan yang berkabut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2