
Happy Reading.
"Aaaggrrhhhh! Alana, aku udah gak tahan!" seru Zidane saat sudah hampir mencapai puncak.
Alana hanya memejamkan matanya sambil tangannya terus meremas sprei ketika senjata Zidane menghujam dengan keras dan cepat. Di bawah sana milik Alana semakin terasa penuh, Zidane juga merasakan milik Alana yang semakin menjepit kuat dan membuatnya tidak tahan untuk mengeluarkan gelora kenikmatan yang tiada tara.
"Aaarrgghhkk!!" keduanya pun langsung berteriak ketika cairan hangat dan kental milik Zidane bercampur lebur dengan milik Alana di dalam sana.
"I love you, i love you so much, Alana!" untuk yang ke sekian kali Zidane mengucapkan kata cinta untuk wanita yang masih berada di bawahnya itu.
"I love you, too Zee!" Zidane tersenyum ketika Alana menyebutkan nama panggilan sayang di masa lalu mereka.
"Terima kasih Vee, ternyata kamu masih ingat panggilan itu." Pria itu merebahkan tubuhnya di samping Alana dan memeluknya dari samping.
"Tentu saja aku ingat, sekarang kan aku sudah sembuh dan ingat semuanya, ehmm.. tapi aku lebih suka di panggil Alana," jawab Alana menghadapkan wajahnya ke arah Zidane.
"Kenapa? Hmm?" Zidane menyelipkan rambut Alana ke belakang telinga.
"Karena sekarang aku ini adalah Alana, dan Valeria sudah mati lama. Yah, meskipun Alana dan Valeria adalah orang yang sama, tapi kehidupan ku yang ku lalui saat ini sebagai Alana, jadi ya,,, aku adalah Alana," jawab Alana.
Zidane mengerutkan keningnya, merasa jika jawaban dari wanitanya ini sedikit membingungkan. "Intinya jangan panggil aku Valeria lagi, karena sekarang aku adalah Alana, kok gitu aja bingung, sih!" Alana mengerucutkan bibirnya karena melihat kebingungan di wajah Zidane.
Maklum Zidane merasa Alana sedikit aneh, karena setahu dia ketika Alana sudah bisa mengingat masa lalunya kembali, dia juga akan kembali menjadi Valeria, tapi ternyata dugaannya salah.
"Oke-oke, aku paham sekarang, sayang, ya udah kamu tidur aja, pasti capek, kan? Gak usah mandi dulu, nanti mandinya kalau udah bangun," Zidane mengelus punggung Alana ketika melihat wanita itu sudah memejamkan matanya.
__ADS_1
Mungkin karena memang Alana mengantuk dan kelelahan.
❤️❤️❤️
Di sisi lain, di kampus Caroline sedang terjadi kehebohan yang luar biasa. Banyak mahasiswi yang sedang berteriak mengumandangkan kekaguman pada sosok dosen muda tampan yang menjadi idola seluruh mahasiswi di kampus tersebut.
Carol juga menyadari bahwa dosen muda itu memang sangat tampan. Dia juga terkenal ramah dan baik, tapi sedikit kejam pada mahasiswa nya yang bandel. Yah, intinya pria yang bernama lengkap Zack Lee Smith pria keturunan Amerika - Korea itu adalah sosok pria sempurna untuk para gadis remaja saat ini.
"Tau gak sih, kalau ada kabar yang sedang heboh saat ini mengenai Mr. Zack?" Carol hanya mengedikkan bahunya ketika Seira salah satu sahabatnya bertanya.
Hal itu membuat Helen si biang gosip jadi ikutan mendekat, menyimak berita apa yang akan di sampaikan Siera mengenai pria yang sudah sejak dulu ia idam-idamkan.
"Cek, cepetan kasih tahu berita apa emangnya? Jangan bilang kalau Mr. Z mau punya kekasih!!" ujar Helen.
"Sepertinya Mr. Zack udah lama gak terdengar dekat dengan wanita, iya kan, Carol? Gak tau sebenarnya wanita seperti apa yang di sukai sama Mr. Zack, tapi berita ini mungkin bisa buat kamu deketin Mr. Z-mu itu, Helen!" Helen langsung membuka mulutnya lebar-lebar dan tersenyum senang.
"Malam minggu nanti di pesta ulang tahun Ben kita semua di undang kan satu fakultas, nah kabarnya nanti Mr. Zack juga di undang dan bersedia datang, makanya di mana lagi kamu bisa makin deket dan ngajakin ngobrol Mr. Zack kalau gak pas acara itu," ucap Seira.
Caroline masih diam menyimak obrolan kedua sahabatnya itu dengan ogah-ogahan karena dia sama sekali tidak berminat dengan yang namanya Zack Lee Smith tersebut.
Menurut pandangan Carol, pria seperti Zack yang dulu terkenal berganti-ganti pasangan membuatnya sama sekali tidak tertarik.
Akhirnya diapun mengabaikan Helen dan Seira yang masih asyik bergosip dengan membuka ponselnya berselancar di dunia maya.
Melihat akun IG nya yang memiliki banyak follower, Carol memang aktif di dunia maya, sering upload foto ataupun video kesehariannya.
__ADS_1
Banyak pria yang ingin menjadi kekasih wanita cantik ini, tapi tentu saja mereka banyak yang tidak berani mendekati Carol karena tahu siapa gadis itu.
Putri dari seseorang yang tidak bisa di anggap remeh dan juga adik seorang Zidane Alvares.
❤️❤️❤️
Zidane mengecup kening Alana begitu lama, menyalurkan segala rasa yang ada di hatinya untuk wanita yang tengah terlelap di pelukannya saat ini. Setelah bercinta hanya satu ronde di siang hari karena kondisi Alana yang baru saja keluar dari rumah sakit, meskipun begitu Alana sudah jauh lebih baik.
Alana langsung tertidur pulas karena kelelahan, Zidane langsung bangkit untuk menyelimuti wanitanya itu.
"Aku akan keluar sebentar, nanti kalau sudah selesai aku kembali lagi," gumam Zidane mengecup bibir Alana sekilas.
Kemudian dia segera keluar dari dalam kamar tamu dan langsung pergi ke kamarnya sendiri untuk membersihkan diri.
"Anne, nanti kalau Alana sudah bangun dan saya belum kembali, suruh Carol menemani nya makan siang, kamu sudah kenal dengan Alana, bukan?" tanya Zidane pada salah satu pelayan wanita nya yang usianya seumuran dengan Alana.
"Iya, tuan, nanti akan saya sampaikan," jawab wanita berambut pendek tersebut.
Setelah itu Zidane melenggang pergi ke kantor untuk mengurus beberapa pekerjaan penting.
"Anne, siapa wanita yang di bawa oleh tuan Zidane itu?" tanya salah satu pelayan baru di kediaman Alvares tersebut.
"Bukankah dia Alana, wanita yang dulu pernah bekerja di sini sebagai pelayan pribadi tuan Zidane?" ucap seorang pelayan berkulit gelap yang tiba-tiba datang dari arah dapur.
"Kalian berdua sebaiknya tidak usah sok ingin tahu siapa tamu tuan muda, kalau ada apa-apa aku tidak mau di salahkan!" jelas Anne kemudian langsung berlalu dari hadapan mereka.
__ADS_1
Bersambung.