Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 22


__ADS_3

Happy Reading.


Zidane mengerutkan keningnya ketika tiba-tiba Samuel meletakkan Map berwarna merah di atas meja kerjanya.


"Ini adalah hasil dari penyelidikan anak buah ku beberapa hari yang lalu mengenai keluarga Valeria, di data itu memang mengatakan bahwa keluarga tersebut tidak ada yang hidup setelah kebakaran yang menimpa mereka, lalu seluruh aset keluarga jatuh ke tangan adik tiri dari Tuan Fernando Mcknight (Ayah Valeria) yang bernama Brian Mcknight, tetapi dengar-dengar setelah lima tahun perusahaan itu bangkrut dan di ambil oleh seorang janda kaya yang memiliki beberapa industri perkantoran, namanya Nyonya Sofia Regan Arsavin," jelas Samuel.


Zidane nampak berpikir, memutar kursinya ke kiri dan ke kanan. 


'Arsavin! Kenapa nama itu tidak asing!'


###


Alana masuk ke dalam sebuah ruangan yang dulu pernah menjadi ruangan miliknya.


Seorang pria tampan tapi terlihat menyebalkan di mata Alana menyambutnya dengan lekukan mesra.


"Apa yang kamu lakukan di sini, sayang?" tanya Victor.


Alana melepaskan pelukannya, sebenarnya dia sudah lelah jika harus berpura-pura seperti ini. Tapi dia harus bertahan, mungkin ini akan menjadi akting terakhir nya.

__ADS_1


"Aku ke sini ingin mengikuti rapat dewan direksi," jawab Alana.


Victor mengerutkan keningnya, melihat Alana yang mengeluarkan aura ketegangan.


"Kenapa sekarang kamu ingin mengikuti rapat dewan direksi? Saham yang kamu miliki di perusahaan ini masih 60% jadi bisa di pastikan kalau periode besok jabatan CEO masih bisa aku pegang karena kita akan kembali bersama," ujar Victor mengelus pipi Alana.


'Cih, kamu percaya diri sekali, Victor! Apa kamu mengira bahwa aku benar-benar wanita bodoh yang telah di perdaya oleh cinta!'


Alana melepaskan tangan Victor dan langsung duduk di kursi kebesarannya. "Aku ingin mengambil alih jabatan CEO yang selama ini kamu pegang, sudah seharusnya aku mulai bekerja," ucap Alana tersenyum.


Victor sedikit terkejut dengan apa yang diucapkan oleh wanita itu. "Alana, ke-kenapa kamu tiba-tiba ingin bekerja? Sebaiknya kamu di rumah saja seperti dulu, nanti kamu capek kalau harus bekerja seharian dengan dokumen-dokumen yang menumpuk seperti ini," ucap Victor gugup.


"Tenang Victor, aku hanya ingin kembali bekerja, aku merasa sangat bosan di rumah terus, jadi persiapkan diri, sebentar lagi kita akan ke ruang rapat.


Victor menelan Saliva nya dengan kasar, entah kenapa tiba-tiba perasaannya mendadak jadi tidak enak. Tapi pria itu segera menggelengkan kepalanya, mengenyahkan setiap kekhawatiran yang mulai bersarang.


'Alana tidak mungkin seberani itu, nanti aku akan merayunya agar dia mau mempercayakan jabatan CEO lagi padaku!' batin Victor menyeringai.


###

__ADS_1


Alana memandang beberapa orang yang juga tengah memandang nya dengan tatapan remeh. 


"Jadi,,, apa kita akan mencari kandidat CEO selain Alana?" tanya seorang pria bertubuh besar yang duduk di samping kiri Alana.


"Keputusan ini sudah mutlak, karena pengalihan aset perusahaan ini yang tadinya di pegang oleh Victor, mantan suami saya, sekarang akan di gantikan langsung oleh saya sendiri, Alana Arsavin!"


Tatapan mata semua orang tampak meremehkan, menilai Alana yang sudah cukup lama tidak berkecimpung di perusahaan membuat mereka semua merasa bahwa Alana hanya membuat lelucon.


"Aku tidak setuju, kamu tidak berpengalaman dalam menjalankan perusahaan, bagaimana kamu bisa memimpin perusahaan ini!" seru suara wanita yang berdiri sambil menunjuk Alana.


Alana ingat, wanita itu memiliki saham 15% di perusahaan ini. Pasti dia akan sangat memperhitungkan kalau seandainya Alana tidak bisa menjalankan perusahaan dan membuatnya Vailid, tentu saja semuanya akan bilang tak bersisa.


"Ehmm,, Alana, semuanya tidak setuju kalau kamu yang menjadi pemimpin, aku akan bertanggung jawab terhadap perusahaan dan kita akan kembali bersama, bagaimana?" ucap Victor lirih.


Tentu saja dia tidak ingin posisinya sebagai pemimpin di gantikan oleh mantan istrinya. Dia sudah bersusah payah merebut posisi itu.


"Kalian tidak perlu khawatir, dulu aku juga pernah menjadi pemimpin sebelum menikah, aku yakin kalau sekarang aku masih sanggup menjalankan semua ini, kalian bisa menarik saham kalian di perusahaan ini kalau tidak percaya padaku!"


Bersamaan dengan itu masuklah dua orang penting pemilik saham terbesar kedua di perusahaan tersebut. Semua mata mengarah padanya, Victor nampak terkejut dengan kehadiran orang tersebut, sementara Alana sudah tersenyum lebar melihat siapa yang datang ke perusahaannya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2