Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 68


__ADS_3

Happy Reading.


Flashback beberapa hari yang lalu.


Alana baru saja keluar dari sebuah restoran bintang lima setengah melakukan meeting selama hampir 3 jam lamanya, jam sudah menunjukkan pukul lima sore.


"Nona Alana, apakah kita akan kembali ke kantor?" tanya Lisa, sekretaris pribadi Alana.


"Tidak, ini sudah jam pulang kantor, sebaiknya kamu juga langsung pulang saja, apakah kamu membawa mobil tadi saat ke kantor?" Lisa menggeleng.


"Mobil saya sedang di bengkel, saya akan pulang naik taksi, Nona," jawab Lisa.


"Hem, baiklah, maaf tidak bisa mengantarkan mu, Lisa," gadis berusia dua puluh tujuh tahun itu langsung menggeleng. "Tidak apa-apa, Nona, anda tidak perlu meminta maaf," ujar Lisa sopan dan merasa tidak enak hati.


Sungguh atasannya ini sudah sangat baik terhadapnya, bahkan terkadang Lisa sendiri sampai merasa sungkan atas kebaikan yang di berikan oleh atasannya itu.


'Nona, anda benar-benar seperti bidadari penolong yang cantik dan baik, kerendahan hati anda membuat kami para bawahan menjadi terharu sendiri,' batin Lisa.


"Tidak Lisa, maksud saya tadi hanya merasa tidak enak karena tidak bisa mengantarkan mu pulang."


"Anda jangan berbicara seperti itu, Nona, saya jadi malah merasa tidak pantas," jawaban Lisa membuat Alana tergelak.


"Iya-iya, sudahlah, jangan telalu sungkan dan kaku seperti ini, aku ini juga manusia biasa, tanpa kamu aku juga bukan apa-apa, Lisa," ujar Alana.


Sudah sepatutnya Lisa mengagumi sosok wanita cantik yang menjadi atasannya tersebut.


Setelah beberapa saat Lisa pun mendapatkan taksinya, Alana sendiri sudah akan masuk ke dalam mobil tapi tiba-tiba di depan sana ada sebuah keributan.


"Ada apa, sih?" Alana yang memang tukang penasaran akhirnya mendekati keributan yang ada di depan restoran mewah itu. Dua orang satpam langsung berlari ke arah dua wanita yang sedang bersitegang untuk melerai adu mulut mereka.


"Aku kan sudah bilang akan mengganti laptopmu, dan aku juga sudah meminta maaf, lalu apa lagi yang kamu inginkan?" seorang wanita berpakaian rapi dengan blazer coklat muda dan juga celana kain senada berucap pada wanita di depannya.


"Hei Nona, bukan masalah kamu yang bisa mengganti laptopnya, tapi di dalam laptop itu ada banyak desain-desain ku yang belum sempat aku kirim ke atasan, dan tenggat waktunya adalah malam ini, kalau aku menunggu perbaikan laptop ini juga belum tentu langsung bisa nyala, kan?" jawab wanita berambut ikal yang sejak tadi adu mulut serta tatap sengit terhadap wanita berambut pirang tersebut.

__ADS_1


"Lalu aku harus apa? Namanya juga kecelakaan, aku juga tidak sengaja! Lagian juga aku pasti akan membayar semua kerusakan ... !"


"Maaf Nona-nona, sebaiknya semua ini di selesai kan secara baik-baik, jangan bertengkar dan berteriak di pinggir jalan seperti ini."


"DIAM!!!" seru kedua wanita itu terhadap satpam yang baru saja menasihati dan melerai mereka berdua.


Alana yang melihat itu akhirnya langsung menyela, "apa yang di katakan oleh satpam ini memang benar, lebih baik di selesaikan secara baik-baik atau kalau mau di selesaikan ke kantor polisi saja,, kalian mengganggu ketertiban umum!" ujar Alana tegas.


"Tidak perlu ke kantor polisi, lebih baik kamu transfer uangmu sekarang untuk mengganti biaya laptop ku yang rusak dan juga untuk kompensasi karena kamu telah menabrak ku!" ucap wanita berambut ikal itu.


"Tunggu Nona, apakah saya bisa melihat laptop anda? Siapa tahu masih bisa menyala dan di perbaiki, gini-gini saya ini seorang hacker loh, jadi saya pasti bisa menghidupkan nya lagi," ucap Alana mengeluarkan smirknya sambil menatap wanita itu


Wanita berambut ikal itu sedikit gelagapan, " tidak perlu, lagian laptop saya sudah hancur, layarnya retak gara-gara di lindas oleh mobil dia," tunjuk nya pada wanita berambut pirang.


"Benarkah? Tapi saya bisa memperbaiki laptop yang sudah remuk, di rumah ada alatnya, dan malam ini saya pastikan anda dapat mengirimkan desain pada atasan anda," wanita berambut pirang itu sungguh merasa takjub dengan Alana yang bisa membuat wanita berambut ikal itu terdiam.


"Ah!! Sudahlah! Tidak perlu Nona, aku ada urusan lain, permisi!" wanita itupun langsung pergi dari tempat tersebut karena tidak ingin tahu aktingnya telah terbongkar.


"Nona, anda tadi hebat sakali, wanita itu memang tidak punya pikiran dan juga menurut ku sedikit tidak waras, entah dari mana munculnya, tiba-tiba dia sudah berada di samping mobilku dan sepertinya menabrakkan dirinya, tapi dia tetap menyangkal dan menyalahkan ku, membuatku benar-benar kesal!" Alana tersenyum melihat wanita itu menceritakan masalah yang tadi menimpanya.


"Nama ku Alana, anda?" Alana menyodorkan tangannya.


"Oh, aku Ave, anda benar-benar hebat!" puji wanita yang ternyata adalah Ave sambil menjabat tangan di depannya.


"Sudahlah, anda tidak perlu memuji saya," jawab Alana terkekeh.


"Tapi kalau anda tadi tidak datang, pasti saya sudah di peras dan di manfaatkan oleh wanita gila tadi!"


"Ya, aku memang sudah tahu trik dari wanita itu," jawab Alana.


Ave melihat restoran di depannya dan ia memiliki sebuah ide, "apakah anda mau menerima ucapan terima kasih saya dengan sebuah traktiran makan malam?"


"Oh, maaf, tadi aku sudah makan, lain kali aja, ya? Lagian ini juga sudah semakin larut," jawab Alana melihat jam di pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Baiklah, oh iya ini kartu namaku, tolong hubungi aku ya, sepertinya kita harus bertemu lagi besok, entah kenapa aku merasa kalau kamu adalah wanita yang hebat dan bisa membantuku," Alana mengambil kartu nama itu dan menyimpannya.


"Baiklah, aku pasti akan menghubungi mu setelah ini, sampai jumpa Nona Ave,"


"Sampai jumpa lagi Nona Alana!"


Flashback end.


****


Sepertinya bertemu dan mengenal Alana bisa membuat Ave menjadi sedikit pintar. Bahkan dia bisa menceritakan semua masalah nya pada Alana, alat penyadap yang dia pasang di bawah meja suaminya juga atas ide dari wanita hebat itu.


'Sepertinya sebentar lagi aku akan memiliki bukti untuk di bawa ke pengadilan sebagai barang bukti perceraian, hubungan ku dan Austin sudah sangat tidak sehat, kita sama-sama melakukan kesalahan dan aku juga akan membiarkan hati dan pikiran ini sendiri dulu!' batin Ave.


"Sayang, kenapa melamun?" Ave tersentak ketika Austin mengagetkan dirinya.


"Tidak, aku hanya memikirkan pekerjaan ku," jawab Ave berusaha mengulas senyum.


"Jangan terlalu menyibukkan diri, jangan lupa istirahat, ayo sekarang kita makan dulu menu di depan kita ini," ucap Austin.


Ave menatap suaminya, kenapa akhir-akhir ini sikap Austin berubah menjadi lebih perhatian, tidak pulang telat dan juga semakin mesra dan romantis, apakah semua kecurigaan nya selama ini tidak benar?


Bersambung.


Masih suka gak sama kisah mereka, yang sama-sama punya kekasih gelap? 🤭


****


Masih promoin karya sahabat ku yang gak kalah keren ya. Judulnya : Cinta Cool Dan Barbar


Author : Alviesha_athninamisy


__ADS_1


__ADS_2