
sepanjang perjalan andi dan Dita berbincang bincang
," Dit, bagaimana dengan amar? tanya Andi tersenyum kepada Dita,"
," a...apaa,, a.. amaarr... jawab Dita gugup tersipu malu,"
," hahahaa.( andi tertawa meledek) menurutku dia laki laki yang baik Dit, tampan, soleh, berkarir ,ah sudahlah aku yakin dia sangat istimewa di mata wanit," Goda andi
," Dia baik.... " jawab Dita singkat,
lalu,? tanya Andi kembali," Apa lo udah ada pacar atau calon suami ? tanya Andi
," emmm tidaakkk.... jawab Dita gugup.
akhirnya mobil yang dikendarai mereka sampai dirumah Dita,"
ayo turun? ," ajak Dita, tidak Dit, lain waktu saja sbnernya aku tadi kerumahmu hanya ingin bertemu saja, sebab besok atau lusa kalo tidak ada halangan aku akan kembali keluar kota," Andi menjelaskan
," hemmm... baiklah kabarin nanti ya kalo mau berangkat ."jawab Dita.
Dita tampak termenung di sudut ruang kamarnya, Apa yang salah dengan aku??( ia menatap wajahnya di depan cermin).
" kenapa aku begitu sangat mencintai seseorang yang bahkan tidak bisa aku miliki, yang bahkan saat ini sudah menjadi kepunyaan orang lain, Oh ya tuhan....( air matanya menetes)
tiba tiba pintu di ketuk oleh ibunya,
iya bu ada apa? tanya Dita kepada ibunya
itu ada nak Amar ,ibunya menjawab,"
Amarr...(Dita dan ibuny segera keruang tamu menemui amar)
__ADS_1
," Begini, Dit, pak ,Bu," Amar memulai pembicaraan." Rencana saya kemari , tidaklah saya rencanakan, tapi hati saya mengatakan bahwa saya harus kemari dan allah juga insyaallh meridhoi niat baik saya, " ucap amar.
iya ada apa nak? tanya ayah Dita
," saya ingin Dita menjadi halal untuk saya pak?" jawab Amar tegas."
orang tua Dita tersenyum kearah Dita."
( Dita menunduk) tanyakan saja pada Dita nak? Ayah dan ibu ikut saja," jawab Ayah Dita tersenyum.
," Bagaimana Dit, ini bukan tentang perjodohan seperti yang sblumnya kmu tuturkan, ini rahasia tuhan yang menggerakkan hatiku berjalan kemari, kamu tidak perlu menjawab saat ini, solatlah terlebih dahulu nanti malam, semoga di dalam istikharahmu menemukan segala hal yang terbaik"ucap Dimas
( tak lama setelah mereka berbincang bincang Dimas kemudian pamit pulang)
sampai larut malam Dita sulit untuk memejamkan matanya, yang ada dalam fikirannya hanya tentang Dimas, bagaimana bisa ia mencintai laki laki lain selain Dimas.Matanya memandangi langit langit rumahnya, tak terasa linangan airmata keluar dari mata indahnya, betapa masih terasanya sakit yang kemarin.
Di kesunyian malam, Dita teringat akan saran yang di ucapkan Amar, air mata deras mengalir dipipinya, bersimpuh dan berdoa memohon petunjuk_NYA.
ke esokkan paginya Dikantor, Dita masih tampak murung, Diam tak berucap, seluruh teman temannya merasa aneh dengan sikap Dita yang tidak seperti biasanya.
ucap Dita di dalam hari,"
Dita kemudian bergegas menuju ke ruangan Dimas untuk meminta pendapat Dimas tentang keputusannya itu, setibanya diruangan Dimas ia melihat Dimas sedang berbicara di telpon dengan istrinya,"
," nanti kita bicara lagi," ucap Dimas sambil menutup telponnya.
ada apa Dit? tanya Dimas."
Maaf aku ingin Bicara penting," jawab Dita.
kalo begitu nanti selepas makan siang aku akan menemuimu di taman seperti biasa," Dimas menuturkan.
__ADS_1
seperti yang sudah di rencanakan mereka bertemu ditaman.
," Ada apa Dit? Dimas memulai pembicaraan seraya menenangkan Dita yang tampak terlihat khawatir,
(Dita menghela nafas) a... akuu..... (Dita menangis) Dimas kemudian memeluknya dan menenangkan Dita,"
Ayo bicara pelan pelan,ada apa?tanya Dimas lagi."
Dita melepaskan pelukkan Dimas," Bagaimana menurutmu, aku akan menikah?
( Dimas berdiri membelakangi Dita kemudian menghela nafas) Dengan siapa? apakah kamu yakin bahwa bersamanya kamu akan lebih baik, apakah kamu mencintainya? tanya Dimas."
," Amar... dia lelaki baik, orang tuaku mendukung hubungan ku dengannya, jangan tanya aku mencintainya atau tidak ! Dita berbicara keras sambil menangis.
kamu menikah dengannya apakah kamu juga lebih mencintainya dibanding cintamu untukku?," tanya Dita lagi.
," Aku memang menikahinya, bukan karna aku sangat mencintainya, tapi karna tuhan yang memilihkan dia untukku?" ( Dimas memegang pundak Dita) Dita menunduk sambil terus menangis." jadi? aku harus menikah dengannya karna dia adalah pilihan tuhan? Dita menatap Dimas," aku benar? tanya Dita lagi dengan tatapan kosongnya."
Dimas tidak menjawab, Kemudian dia memeluk erat Dita kembali, air matanya perlahan membasahi pipinya, seperti ia merasakan akan kehilangan sosok yang ia cintai.
Dibalik moment kesedihan mereka berdua, ternyata ada seseorang yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka, ia nampak begitu terpukul seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.
suatu hari Amar dan keluarganya berkunjung kerumah Dita."
kedatangan kami kesini , berniat untuk menjadikan nak Dita sebagai menantu kami , istri dari anak kami Amar," Ayah Amar menjelaskan . Bagaimana nak Dita, apakah bersedia? tanya ayah Amar lagi.
Dita mengangguk seolah mengiyakan pertanyaan ayah Amar,
," Alhamdulillah," ucap mereka serentak.
kalau begitu, kita tentukan Hari H nya ? kami udari pihak laki laki menyerahkan segala urusan kepada pihak wanita, bersyukur sekali Anak kami bisa diterima di terima dengan baik di keluarga ini." Ayah Amar mengucapkan.
__ADS_1
selang beberapa hari dari pertemuan dua keluarga akhirnya mereka sudah menemukan kesepakat hari dimana Amar dan Dita akan melangsungkan pernikahan.