Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 50


__ADS_3

HAPPY READING


"Kamu mau kan, jadi kekasih ku?"


Caroline benar-benar bingung dan sama sekali tidak mengerti dengan maksud dari ucapan Zack yang tiba-tiba menginginkannya untuk menjadi kekasih. "Kekasih Gelap maksudmu?"


Zack menaikkan sebelah alisnya menatap Carol yang sore ini terlihat sangat cantik. "Kenapa harus kekasih gelap? Kita bisa menjadi kekasih yang sebenarnya," jawab Zack sangat percaya diri.


"Maaf mister, saya benar-benar tidak berminat untuk ikut masuk ke dalam permainan yang akan mister buat, silahkan cari gadis lain yang mau anda ajak bermain-main seperti ini, kalau saya memang sama sekali tidak berminat,," ucap Caroline dengan nada rendah. Dia tidak ingin menjadi bahan tontonan para pengunjung kafe yang sebagian besar isinya memang para pasangan yang sedang menghabiskan waktu sore mereka.


Zack mendesah kasar, dia paham kalau Carol pasti akan sulit untuk meminta keinginan itu. Bahkan sangat wajar kalau gadis itu langsung menolaknya mentah-mentah, apalagi setelah Caroline mengetahui bahwa dia adalah selingkuhan Ave yang notabene adalah wanita yang sudah beristri dan juga dia adalah istri dari sahabatnya sendiri.


"Caroline, aku tahu ini memang sangat konyol, tapi aku serius denganmu, tidak ada niat sama sekali untuk main-main!" ujar Zack setengah frustrasi.


Dia memang harus segera lepas dari Ave sebelum Austin mengetahui semuanya, meskipun tidak bisa di pungkiri bahwa Austin bisa kapan saja mengetahuinya meskipun dia susah berpisah dengan Ave nantinya.


Tidak, Zack tidak ingin berlama-lama berhubungan dengan istri sahabatnya itu, dia benar-benar menyesal dan merasa sangat bersalah ketika menerima tawaran Ave yang mau menjalin hubungan dengannya.

__ADS_1


Ave memang wanita yang cantik mempesona, meskipun hubungan mereka sudah berjalan berbulan-bulan lamanya tapi Zack juga tahu diri untuk tidak menyentuh lebih wanita tersebut, selain pelukan dan ciuman.


Sedangkan Caroline merasa jika Zack semakin banyak tingkah. Pria itu mengira bahwa dia sama dengan gadis lainnya yang sangat mudah untuk di peralat.


'Cih, aku bukan gadis murahan!'


Caroline harus menghentikan kegilaan dosen tampannya yang satu ini. "Aku akan mengatakan satu kali lagi dan tidak akan mengulanginya, jadi dengarkan baik-baik, Mister!" Caroline menarik napas dalam-dalam. Dia benar-benar harus menahan segala emosinya yang berkecamuk saat ini.


'Aku tidak akan mau mengikuti keinginan mu!!' batin Caroline.


❤️❤️❤️


Sedangkan Zidane dan Alana sudah sampai di kediaman Alvares dan langsung di sambut oleh salah satu pelayan wanita yang membukakan pintu untuk keduanya.


"Selamat datang, Tuan muda, Nona," sapa pelayan itu sopan sambil menunduk.


Meskipun dalam hatinya merasa tidak suka saat melihat Alana yang berjalan di samping Zidane dengan pinggangnya yang dipeluk erat.

__ADS_1


Menurut banyak cerita yang beredar di dalam rumah itu, Ella tahu sebuah cerita di mana dulu Alana adalah pelayan pribadi Zidane dan sering di suruh oleh tuan mudanya itu untuk ke kamarnya saat tiap malam. Semuanya sudah menduga bahwa Alana selalu menggoga tuan Zidane dan selalu melayaninya tengah malam.


'Dasar wanita jal*ng! Cuma mantan pembantu begitu bisa mendekati Tuan Zidane dengan mudah, cuma bermodal tampang dan tubuhnya, aku juga bisa kalau hanya seperti itu!' batin Ella.


Parasnya memang biasa, tapi Ella sangat percaya diri dengan tubuhnya yang sangat seksi itu. Sepertinya dia tertantang untuk menaklukan tuan mudanya yang sangat tampan dan menarik. Siapapun yang melihat Zidane, tidak ada yang tidak terpesona. Tubuhnya bagaikan magnet yang bisa membuat semua wanita menempel padanya.


Tapi tentu saja semua itu hanya angan mereka bisa berdekatan dengan Zidane, karena pria itu sama sekali tidak tersentuh oleh wanita manapun, bahkan yanh saat itu sudah bertunangan dengan wanita secantik dan seseksi Sonya, Zidane sama sekali tidak bergair*h.


"Sepertinya pelayan wanita tadi sangat tertarik dengan mu," ucap Alana saat mereka tengah berjalan naik ke lantai atas.


"Aku sih sudah biasa, dan tidak heran jika banyak pelayan di sini yang begitu tertarik denganku, yah contohnya seperti kamu waktu itu, sayang," jawab Zidane percaya diri.


"Itukan karena kamu yang menggodaku, bukan aku yang menggodamu!" bisik Alana saat mereka sudah sampai di depan pintu kamar Zidane yang dulu selalu di datangi Alana tiap malam karena perintah Zidane tentunya.


"Kalau begitu saat ini juga aku akan menggodamu lagi, ayo masuk ke dalam kamar, kita tuntaskan yang tadi tidak jadi di kantor mu!" jawab Zidane mengeluarkan smirknya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2